5 Ujian Hidup Yang Butuh Kesabaran

0
108

 

Tafsir Surat Al ‘Ashr ayat 3

 

 

Oleh: Dr.Aam Amiruddin,M.Si

 

 

PERCIKANIMAN.ID – – Secara kasat mata kehidupan manusia di dunia maknai bahwa orang yang beruntung adalah orang banyak harta, punya jabatan tinggi dan kehidupan nyaman lainnya. Demikian juga sebalik akan orang yang rugi adalah yang sengsara dan menderita hidupnya.

 

Pendapat ini tentu tidaklah salah secara mutlak. Namun jika kita menggunakan standar atau tolak ukur Al Quran maka sesungguhnya semua manusia itu dalam kerugian, kecuali orang yang beriman,beramal shalih, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

 

(1). وَالْعَصْرِ

 

(2).إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ

 

(3). إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

 

“Demi masa, (1)

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, (2)

Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh yang saling berwasiat dalam kebenaran. Dan saling menasihati supaya tetap dalam kesabaran.” (3)

 

 

Pada kesempatan ini kita hanya akan membahas pada ayat 3 khususnya tentang kesabaran. Kesabaran adalah suatu kekuatan jiwa yang mem buat orang menjadi tabah menghadapi berbagai ujian. Sabar begitu penting untuk kita miliki.

 

 

Allah Swt. menyebut sabar sebanyak 103 kali dalam Al-Qur’an dengan berbagai konteks. Jiwa sabar harus kita miliki karena ujian akan se lalu mewarnai kehidupan kita,

 

Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155).

 

Paling tidak, kita harus mampu sabar dalam menghadapi lima macam ujian.

 

Pertama, sabar menghadapi ujian kehidupan se per ti ketakutan, kemelaratan, kelaparan, penyakit, kekecewaan, atau ditinggal wafat oleh orang-orang yang kita sayangi.

 

 

Kedua, sabar menghadapi ujian nafsu. Setiap saat kita harus berjuang menundukkan dorongan-do rong an negatif yang ada pada diri kita. Dalam diri ki ta ada dua macam nafsu.  Pertama, nafsu amarah, yaitu dorongan untuk melakukan berbagai pelang garan. Kedua, nafsu muthmainnah, yaitu dorongan untuk berbuat berbagai kebaikan.

 

 

Dua macam nafsu ini selalu berkompetisi dalam diri kita. Nah, kita diuji oleh dua macam nafsu ini. Mau memilih yang mana? Kalau yang kita pilih nafsu ama rah, perbuatan-perbuatan nista yang akan muncul dalam kelakuan keseharian kita.

 

Namun kalau kita memilih nafsu muthmainnah, yang akan lahir dari diri kita adalah perbuatanperbuatan mulia.

 

 

Ketiga, sabar dalam beramal saleh. Dalam ber amal saleh kita harus mampu menjaga keikhlasan pa da saat sebelumnya, saat melakukannya, ataupun setelahnya. Misalnya ketika berinfak, kita harus mampu menjaga keikhlasan saat sebelum berinfak, saat sedang berinfak, ataupun setelahnya. Begitu juga ibadah-ibadah lainnya.

 

 

Keempat, sabar dalam menyampaikan kebenar an. Saat kita mengajak orang lain berada di jalan ke be naran, kita harus betul-betul bersabar karena tidak semua orang yang kita ajak akan menerima. Saat kita mengajak shalat pada istri misalnya, ini butuh kesabaran. Istri itu bisa saja menerima ajakan kita atau mungkin juga membantahnya.

 

 

Kelima, sabar menghadapi berbagai karakter ora ng. Setiap manusia itu unik, tidak ada yang sama per sis karakternya. Ada yang ramah, judes, pelit, juga derma wan. Nah, kita harus bersabar menghadapinya. Allah Swt. menganjurkan agar kita senantiasa bisa mengendalikan emosi, memiliki jiwa pemaaf, ra mah, derma wan, bahkan idealnya kita mampu mem balas kebu rukan orang lain dengan kebaikan.

 

 

Orang lain pelit, balaslah dengan kedermawanan. Orang lain pendendam, balaslah dengan jiwa pemaaf. Ini mu dah dikatakan namun pelaksanannya tidak semudah yang kita ucapkan.

 

 

Untuk melaksanakan nya, dibu tuhkan kesabaran yang tinggi. Itulah lima ujian yang harus kita lalui dengan bersabar. Sesungguhnya, kita diberi waktu yang sama oleh Allah, 60 detik dalam satu menit, 60 menit dalam satu jam, dan 7 hari dalam seminggu.

 

 

Persoalannya, mau diisi dengan apa waktu tersebut? Sungguh agung kandungan makna surat Al ‘Ashr ini. Imam Syafi ’I mengatakan, seandainya umat Islam memikirkan kandungan surat ini, niscaya petunjuk- petunjuknya mencukupi mereka.

 

Semoga Allah memberikan kekuatan pada kita untuk bisa mengisi waktu dengan hal-hal yang ber makna. Aamiin. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

540

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini