Hukum Waris Untuk Anak Angkat, Boleh atau Tidak ?

0
235

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saudara saya jadi anak angkat (diadopsi) tetapi orangtua angkatnya tersebut non muslim. Apakah kalau orangtua angkatnya meninggal dia bisa dapat warisan?. Mengingat orangtua angkatnya tidak mempunyai anak kandung. Lalu apakah seorang non muslim (kafir)  boleh atau bisa mewasiatkan hartanya pada orang muslim? Mohon penjelasannya. ( Danu via fb )

iklan

 

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Secara umum dalam kasus atau pernyataan Anda ini ada dua yang berbeda yakni tentang hukum waris dan hukum wasiat harta.

 

 

 

Pertama tentang waris. Perlu dipahami bahwa dalam Islam seseorang dapat warisan atau sebab dapat warisan itu ada tiga hal atau sebab, yakni karena pernikahan (nikah),karena keturunan (nasab) dan karena memerdekakan buda ( al wala’).

 

  1. Sebab pernikahan (an nikah).

 

Seorang laki-laki dan wanita yang menikah dan terjadi pernikahan dengan akad yang sah maka keduanya bisa saling mewarisi.  Meskipun belum terjadi persetubuhan di antara pasangan suami istri namun dengan adanya ikatan perkawinan yang sah maka keduanya bisa saling mewarisi satu sama lain. Bila suami meninggal istri bisa mewarisi harta yang ditinggalkannya, dan bila istri yang meninggal maka suami bisa mewarisi harta peninggalannya.

 

Dalam hal ini termasuk bisa saling mewarisi karena hubungan pernikahan adalah bila pasangan suami istri bercerai dengan talak raj’i kemudian salah satunya meninggal dunia maka pasangannya bisa mewarisi selama masih dalam masa idah talak raj’i tersebut.

 

Namun pasangan suami istri yang menikah dengan pernikahan yang tidak sah atau rusak, sebab tidak memenuhi syarat sahnya pernikahan, misalnya pernikahan tanpa adanya wali atau dua orang saksi, keduanya tidak bisa saling mewarisi. Demikian pula pasangan suami istri yang menikah dengan nikah mut’ah atau istilahnya kawin kontrak maka keduanya tidak bisa saling mewarisi.

 

 

  1. Sebab kekerabatan (nasab).

 

Orang yang bisa mendapatkan warisan dengan sebab nasab atau kekerabatan adalah kedua orang tua dan orang-orang yang merupakan turunan keduanya seperti saudara laki-laki atau perempuan serta anak-anak dari para saudara tersebut baik sekandung maupun seayah.

 

Termasuk juga anak-anak dan orang-orang turunannya, seperti anak-anak laki-laki dan perempuan serta anak dari anak laki-laki atau cucu dari anak laki-laki baik laki-laki maupun perempuan. Namun tidak semua cucu dapat warisan. Terkait hal ini perlu penjelasan lebih detail lagi.

 

  1. Sebab memerdekakan budak (al wala).

 

Meski di zaman sekarang ini sudah tidak ada perbudakan namun ini bisa menjadi pengetahuan. Kalau ada seorang tuan yang memerdekakan budaknya bila kelak sang budak tersebut meninggal dunia maka sang tuan bisa nemerima warisan dari harta yang ditinggal oleh sang budak yang telah dimerdekakan tersebut. Namun sebaliknya, seorang budak yang telah dimerdekakan tidak bisa menerima warisan dari tuan yang telah memerdekakaknnya.

Hal ini berdasarkan hadits dari Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu berkata. Saya ( Umar) mendengar Rasulullah Saw bersabda.

 

وَمَنِ ابْتَاعَ عَبْدًاوَلَهُ مَالٌ فَمَالُهُ لِلَّذِي بَاعَهُ إِلاَّ أَنْ يَشْتَرِ طَ الْمُبْتَاعُ

 

Dan barangsiapa membeli budak sedangkan budak itu memiliki harta, maka hartanya milik si penjual, kecuali bila pembeli membuat syarat” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Ini tiga kelompok atau sebab seseorang berhak mendapat warisan dalam syariat atau hukum Islam. Lalu apakah anak angkat berhak mendapat warisan?. Dengan mengacu pada ketentuan tersebut diatas maka anak angkat tidak berhak warisan dari orangtua angkatnya tersebut baik sama agamanya ( Islam) maupun beda agama, misalnya orangtuanya kafir atau non muslim sementara anak angkatnya muslim.

 

 

Termasuk dalam hal ini juga orang tua angkatnya tidak mendapat warisan dari anak angkatnya. Keduanya tidak mendapat warisan bila salah satunya meninggal dunia, sekalipun sama agamanya dan diakui sebagai anaknya sendiri, atau bapaknya sendiri, sudah memiliki akte kelahiran dan di catat atau dianggap sebagai anak atau bapak kandung, karena istilah orang tua dan anak ialah yang satu darah yang disebabkan pernikahan menurut syariat Islam.

 

BACA JUGA: Hukum Sedekah Dari Harta Warisan, Boleh atau Tidak ?

 

Kedua tentang wasiat harta. Seorang muslim boleh mewasiatkan sebagian hartanya kepada orang kafir (non muslim)  dan sebaliknya, muslim boleh menerima wasiat harta dari orang non muslim. Yang dilarang adalah menerima warisan dari non muslim atau mewariskan kepada non muslim.

 

 

Hal ini berdasarkan hadits dari Usamah bin Zaid r.a. berkata, Nabi Saw. bersabda, “Orang Muslim tidak boleh mewarisi orang kafir dan orang Muslim tidak boleh menerima warisan dari orang kafir.” (H.R. Muslim).

 

 

Misalnya, ibunya seorang muslim tetapi anaknya non muslim atau kafir, sebagai tanda kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya, ibu tersebut boleh mewasiatkan dengan memberikan hartanya kepada anaknya yang belum muslim tersebut dengan syarat tidak lebih dari sepertiga harta keseluruhan.

 

 

Dalilnya terdapat dalam sebuah hadits dari Mushab bin Sa’id, dari bapaknya, ia berkata, Nabi Saw. mengunjungiku (ketika aku sakit) lalu aku bertanya kepada beliau, “Bolehkah aku berwasiat dengan seluruh hartaku?” Jawab beliau, “Tidak boleh!” Tanyaku, “Kalau seperdua?” Jawab beliau, “Tidak boleh!” Tanyaku selanjutnya, “Kalau sepertiga?” Jawab beliau, “Sepertiganya boleh, itu sudah banyak.” (HR. Muslim).

 

 

Jadi kesimpulannya anak angkat tidak bisa mewarisi harta orangtua angkatnya. Juga orangtua angkat tidak bisa mewarisi harta dari anak angkatnya, baik beda agama atau sama agama. Kemudian orang Muslim tidak boleh mewarisi harta orang kafir dan orang Muslim tidak boleh menerima warisan dari orang kafir.

 

 

Lalu kita boleh berwasiat harta untuk non muslim atau kafir. Namun wasiat harta tersebut tidak boleh melebihi sepertiga dari harta keseluruhan yang dimiliknya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman