Istri “Dingin” dan Tak Cinta Lagi, Begini Solusinya Bagi Suami

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz Aam, usia saya saat ini 40 tahun, sudah menikah selama 12 tahun dan dikarunia 2 anak. Tetapi sudah 6 bulan ini istri kalau diajak hubungan suami istri suka menolak dengan alasan malas dan sudah tidak cinta lagi. Sebagai laki-laki normal saya masih memerlukan kebutuhan batin. Apakah istri menolak sama dengan durhaka? Bagaimana solusinya agar saya tidak terjerumus berbuat dosa? Mohon nasihatnya. ( D via fb)

 

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Hubungan suami istri dalam rumah adalah salah satu faktor atau penyebab keharmonisan suami istri. Hubungan intim juga salah satu bentuk atau wujud kasih sayang antara suami dengan istri.

 

 

 

Demikian juga sebaliknya, banyak rumah tangga yang berantakan atau tidak harmonis bahkan berakhir dengan perpisahan ada yang dilatarbelakangi masalah hubungan suami istri ini. Memang rumah tangga atau orang menikah bukan sekedar untuk menyalurkan hasrat biologis semata. Namun harus diakui bahwa salah satu tujuan orang menikah atau berumahtangga adalah untuk terpenuhinya kebutuhan biologisnya secara halal dan bernilai ibadah agar timbul perasaan tentram dan damai. Dalam Al Quran disebutkan,

 

(21). وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

 

 

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”  ( QS.Ar Rum: 21 )

 

 

Menurut kajian psikologis atau para pakar psikologi, hubungan suami istri yang dilakukan dengan harmonis dan penuh kasih sayang maka akan menimbulkan perasaan tentram dan damai. Inilah salah satu hikmah dari menikah itu.

 

 

Lalu apakah seorang istri boleh menolak ajakan hubungan intim suaminya? Tentu saja dibolehkan sepanjang alasannya sesuai syariat. Seorang istri kalau merasa sakit atau sangat capek boleh saja menolak secara halus ajakan suami untuk berhubungan intim. Justru kalau dipaksakan bisa menimbulkan gangguan fisik maupun psikis. Disinilah pentingnya sikap suami untuk saling memahami dan menghargai kondisi istrinya.

 

 

Namun kalau secara fisik dan psikis istri itu sehat tapi menolak suaminya untuk melakukan hubungan intim, maka hukumnya haram atau terlarang. Sebab, salah satu kewajiban istri adalah melayani suaminya dalam dalam ini adalah kebutuhan biologis atau batinnya. Dalam hadits Allah akan melaknat istri yang menolak ajakan suaminya,

 

 

Apabila seorang suami memanggil istrinya untuk melakukan hubungan intim tetapi istrinya enggan (menolak), sehingga pada malam itu suaminya marah (kesal), maka istrinya dalam keadaan terlaknat hingga pagi hari.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

 

Sekali lagi larangan atau keharaman istri menolak ajakan suami itu jika istri dalam keadaan sehat, baik fisik maupun psikisnya. Jadi tidak ada alasan bagi istri untuk menolak ajakan suaminya.  Sebab, secara logika, tidak proporsional apabila seorang istri yang sehat fisik dan psikisnya menolak ketika diajak berhubungan intim dengan alasan “malas dan sudah tidak cinta lagi”.

 

 

Nah, terkait hal ini saran saya, coba komunikasikan lagi dengan istri secara santun dan keterbukaan. Gali kembali apa yang dimaksud istri dengan alasan “malas” tersebut. Kemudian juga tanyakan alasan istri enggan diajak hubungan intim karena “sudah tidak cinta lagi”. Apakah benar-benar sudah tidak cinta lagi? Alasannya apa? Ini yang perlu Anda gali dan temukan solusinya.

 

 

Padahal dalam rumah tangga bahkan sebagian besar alasan orang menikah adalah karena perasaan “cinta”. Lahirnya buah hati dalam rumah tangga juga karena cinta. Rumah tangga bisa bertahan dari badai dan ujian juga karena ada “cinta”. Nah, kalau alasan istri Anda “sudah tidak cinta lagi” maka perlu dipertanyakan kembali komitmennya untuk membangun rumah tangga dan melanjutkan kebersamaan bersama Anda sebagai suami istri.

 

 

BACA JUGA: Tips Hubungan Suami Istri Tetap Harmonis

 

 

Solusi lainnya, mengingat usia Anda masih muda, secara hukum Anda boleh menikah lagi daripada terjerumus pada dosa. Tentu kalau Anda mau menikah lagi dibolehkan. Meski Anda tidak perlu meminta ijin istri yang sekarang namun harus dilakukan dengan penuh pertimbangan, jangan emosional. Bicarakan baik-baik dan cari solusi yang maslahat.

 

 

Demikian juga kalau Anda akan ingin mengakhiri ( cerai) rumah tangga dengan istri maka pertimbangkan secara matang, dengan pikiran,perasaan dan hati yang jernih. Pertimbangkan anak-anak Anda yang mungkin sudah mulai beranjak remaja. Intinya dalam rumah tangga tidak boleh ada kedzaliman, baik istri kepada suami atau sebaliknya. Dengan istri menolak hubungan intim padahal dia sehat maka itu salah satu bentuk kedzaliman istri kepada suami.

 

Dalam Islam, hubungan suami istri itu bernilai ibadah atau sedekah. Hal ini seperti dalam hadits dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

 

وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ « أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ »

 

Dan hubungan intim di antara kalian adalah sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa mendatangi istri dengan syahwat (disetubuhi) bisa bernilai pahala?” Ia berkata, “Bagaimana pendapatmu jika ada yang meletakkan syahwat tersebut pada yang haram (berzina) bukankah bernilai dosa? Maka sudah sepantasnya meletakkan syahwat tersebut pada yang halal mendatangkan pahala.” (HR. Muslim ).

 

Sebab hubungan intim bisa bernilai ibadah atau sedekah maka sudah seharusnya jika dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan serta mengharap ridho Allah Swt. Dilakukan dengan perasaan cinta dan penuh kasih sayang antar suami dan istri. Jangan sampai ada unsur keterpaksaan apalagi dilakukan dengan sikap “dingin” maka bisa jadi malah berdosa. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait pembahasan masalah dan solusi hubungan suami istri lebih detail dan mendalam Anda dan juga bapak ibu sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “CINTA & SEKS Keluarga Muslim” yang saya tulis bersama dr Untung. Selain bahasan atau tinjauan dari sisi medis juga ada pembahasan dari sisi syar’inya sehingga buku ini jauh dari kesan jorok. Insya Allah buku ini ilmiah juga syar’iyah yang sangat bermanfaat bagi suami dan juga istri. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

850

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 1,453 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment