Cara Menyalurkan Zakat Yang Benar, Baiknya Sendiri atau Ke Lembaga?

zakat

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya rutin mengelurkan zakat yang kami titipkan melalui lembaga zakat ( ZIS). Namun beberapa lalu saudara saya menyarankan bahwa baiknya zakat itu diberikan langsung kepada yang berhak menerimanya, karena doanya akan lebih dikabul Allah.  Mana yang lebih baik dalam menyalurkan zakat, apakah langsung oleh kita sendiri ataukah melalui lembaga zakat? Benarkah zakat yang disalurkan langsung doanya akan cepat dikabulkan? Mohon penjelasannya. ( Sherly via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Membayar atau menunaikan zakat adalah salah satu kewajiban kaum muslimin yang telah mampu. Zakat juga sebagai salah satu pilar dalam Islam yakni salah satu rukun Islam. Jadi kita harus tahu betapa utamanya zakat ini dalam khazanah Islam.

 

 

Zakat berasal dari kata zaka’ yang berarti suci, berkah, baik, tumbuh, dan berkembang. Sedangkan zakat menurut istilah para ahli fikih adalah nama bagi sejumlah harta tertentu yang telah mencapai syarat tertentu yang diwajibkan oleh Allah untuk dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pula.

 

Jadi, setiap harta yang dikeluarkan baik berupa zakat, infaq, atau shadaqah akan menjadi suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Harta yang halal dan berkah akan menjadi kebaikan dan kesejahteraan bagi pemiliknya.

 

 

Kemudian apakah zakat itu harus disalurkan sendiri atau melalui lembaga?. Dalam hal ini setidaknya ada dua pendapat atau kaidah. Pertama boleh diambil orang lain atau lembaga yang dipercaya. Dalam Al Quran disebutkan,

 

 

(103). خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

 

“Ambillah zakat dari harta mereka untuk membersihkan dan menyucikan mereka serta berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya, doamu itu membuat jiwa mereka tenteram. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah: 103)

 

Menurut ahl tafsir atau ahli fikih menyebutkan bahwa zakat itu hendaknya dikelola atau diambil oleh lembaga atau amilin. Hal ini merujuk pada kalimat ” ambillah ” yang berarti ada petugas atau lembaga yang mengambilnya atau menjemputnya.

 

 

Pendapat kedua, boleh disalurkan sendiri atau langsung kepada mustahiknya atau orang-orang yang masuk kategori berhak menerima zakat.Dalilnya salah satunya adalah firman Allah dalam Al Quran,

 

 

(274). الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

 

Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (Q.S. Al-Baqarah : 274).

 

Jadi menurut hemat saya, zakat, infak, dan shadaqah bisa langsung diberikan kepada mustahik atau orang yang berhak menerima zakat, bisa juga didistribusikan melalui lembaga zakat. Keduanya tentu tidak ada masalah.

 

 

Namun kalau menurut hemat saya, ada sejumlah kelebihan kalau kita menyalurkan zakat melalui lembaga. Pertama, minimal keihklasan kita lebih terjaga. Kedua, orang yang menerima zakat (mustahik) juga akan lebih terjaga kehormatannya. Ketiga, lembaga zakat akan lebih profesional dalam proses penyalurannya. Dalam Al Quran juga dijelaskan,

 

 

(271). إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

 

Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, hal itu baik. Jika kamu menyembunyikan dan memberikannya kepada orang-orang fakir, hal itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahanmu. Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Baqarah: 271).

 

 

Selain itu kalau melalui lembaga itu lebih banyak manfaatnya yang bisa diberikan atau diberdayakan dari dana zakat, infak atau sedekah. Sebab, lembaga biasanya mempunyai manajemen yang lebih baik dengan berbagai program sesuai kebutuhan mustahiknya. Demikian kontroling dan pembinaan juga dilakukan baik pembinaan spiritualnya maun hal lainnya.

 

Kesimpulannya, zakat artinya tumbuh, suci, dan berkembang. Ini mengandung makna bahwa harta yang dikeluarkan, zakat, infaq, dan sedekahnya akan menjadi lebih berkembang dan barakah. Kita diberi kebebasan dalam menyalurkannya, dapat langsung kepada mustahik atau dapat pula melalui lembaga zakat. Agar keikhlasan kita terjaga dan penyalurannya lebih profesional, sebaiknya kita menyalurkannya melalui lembaga zakat yang tepercaya.

 

 

BACA JUGA: Membayar Zakat Tanpa Ijab Qabul, Sah atau Tidak ?

 

 

Lalu apakah menunaikan zakat sendiri atau langsung kepada muzaki doanya lebih cepat terkabul?. Untuk hal ini sebenarnya tidak ada dalilnya. Sebab, bagi seorang amilin atau petugas zakat dari lembaga juga dianjurkan untuk mendoakan muzaki yang membayar atau menunaikan zakat.

 

Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Sunnah hukumnya bagi seorang Imam atau amilin  ketika mengambil zakat- untuk berdo’a bagi orang yang membayar zakat, dengan mengucapkan:

 

آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَبَارَكَ لَكَ فِيْمَا أَبْقَيْتَ

 

‘Semoga Allah memberikan ganjaran atas apa yang engkau berikan dan memberikan keberkahan atas apa yang engkau sisakan.’”  ( HR. Ibnu Majah )

 

Tentu terkabul tidaknya sebuah doa tidak hanya terkait dengan langsung atau tidak nya zakat tersebut diberikan atau ditunaikan. Intinya niatnya harus ikhlas dan hanya mengharap ridho Allah Swt. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishshawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

860

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 181 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment