Pentingnya Mendidik Buah Hati Dengan Keteladanan

PERCIKANIMAN.ID – – Orang bijak berkata bahwa seorang bayi yang baru lahir ibarat kertas putih tanpa noda. Orang yang pertama kali menulisi kertas tersebut adalah orang terdekatnya, yaitu orangtua. Bagus tidaknya tulisan yang dihasilkan bergantung kepada mereka, para orangtuanya.

 

Apakah kertas itu akan diisi oleh coretan tanpa makna ataukah sebuah karya yang indah dan mengagumkan. Dalam sebuah haditsnya Rasulullah Saw. bersabda,

 

 

Barangsiapa yang memberikan contoh yang baik dalam Islam maka baginya pahala atas perbuatan baiknya dan pahala orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat. Yang demikian itu tidak menghalangi pahala orang-orang yang mengikutinya sedikit pun. Dan barangsiapa yang memberikan contoh yang buruk di dalam Islam maka baginya dosa atas perbuatannya dan dosa orangorang yang mengikutinya hingga hari kiamat. Yang demikian itu tanpa mengurangi sedikit pun dosa orang-orang yang mengikutinya” (H.R. Muslim).

 

Salah satu isi “tulisan” yang hendaknya orangtua dituangkan dalam kertas putih seorang anak adalah teladan yang baik. Anak akan lebih mudah memahami sesuatu perbuatan jika ia melihat contoh langsung dari orangtuanya.

 

 

Sederhananya, mereka akan bisa melakukan kebaikan jika melihat orang-orang di sekelilingnya melakukan kebaikan. Tak dapat dipungkiri, orangtua adalah guru dan orang terdekat yang harus jadi anutan. Orangtua harus bisa menjadi figur ideal bagi anak-anak.

 

 

Oleh karena itu, kita sebagai orangtua dituntut untuk bekerja keras memberikan contoh dalam berperilaku. Insya Allah dengan begitu, anak akan mudah diingatkan secara sukarela. Menjadi teladan yang baik bagi anak memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Akan tetapi, bila perilaku positif sudah jamak dilakukan dalam kehidupan keseharian, teladan bisa diberikan bahkan tanpa perlu bersusah payah.

 

 

Salah satu praktik pemberian teladan yang baik bagi anak adalah kesamaan antara ucapan dan perbuatan yang dilakukan. Artinya, orangtua harus mampu bertingkah laku sama seperti yang mereka katakan kepada anak sehingga si anak langsung mendapatkan gambaran cara tingkah laku yang baik tersebut.

 

 

Bagaimanapun, perbuatan dan tingkah laku jauh lebih mudah diingat bila dibandingkan hanya sebatas kata kata. Kata-kata memang diperlukan, sebab komunikasi tanpa kata-kata (membisu) sungguh akan sulit dipahami. Namun kata-kata tanpa keteladanan hanya akan menjadi “hiasan bibir” belaka.

 

BACA JUGA: 5 Teladan Lukmanul Hakim Dalam Mendidik Anak 

 

Untuk itu pentingnya orangtua memberikan keteladanan dalam mendidik dan berkomunikasi dengan buah hatinya. Keteladanan akan diingat sepanjang masa, sementara kata-kata terkadang hanya didengar lalu dilupakan. [ ]

 

Disarikan dari buku “Golden Parenting ” karya Dr.Aam Amiruddin,M.Si

 

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 385 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment