Tips Mendidik Buah Hati Sejak Dalam Kandungan dan Setelah Lahir

0
203

PERCIKANIMAN.ID – – Begitu lengkap rujukan dalam Al-Quran, ditambah penjelasan dalam hadits-hadits sahih tentang pendidikan anak yang diperintahkan Allah Swt. dan dicontohkan Rasulullah Saw. Selain itu, begitu banyak buku yang mengulas tentang pendidikan dan cara-cara mendidik anak.

 

iklan

 

Namun, penulis hanya akan mengambil dan mengutip beberapa ayat dan hadits yang terkait pendidikan, yaitu sebagai berikut. Islam memandang anak sebagai rahmat. Hal ini seperti yang Allah jelaskan dalam Al Quran,

 

 

() لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ

 

Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki.” (Q.S. Asy-Syuura [42]: 49)

 

 

 

Selain sebagai rahmat, dalam Islam juga menempatkan anak sebagai penenteram hati. Hal ini sebagaimana doa yang senantiasa kita panjatkan setiap hari yang bersumber dari Al Quran,

 

 

() وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

 

Dan orang-orang yang berkata, ’Ya, Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami) dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. Al-Furqaan [25]: 74)

 

 

 

Islam mengajarkan bahwa pendidikan pada anak harus dilakukan sejak kecil, bahkan sebelum mereka lahir. Termasuk berdoa sebelum melakukan hubungan suami istri (jima’) agar tidak diganggu setan. Hal ini seperti yang Rasulullah perintahkan dalam haditsnya,

 

حَدَّثَنَا يَحْيَ بْنِ يَحْيَ وَ إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ (وَاللَّفْظُ لِيْحَيَ) قَالَ: أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ سَالَمٍ عَنْ كَرِيبٍ عَنْ ابْنِ عَبّاسٍ. قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : : أَنَّ أَحَدَهُمْ، إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِيَ أَهْلَهُ، قَالَ: بِسْمِ اللهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ. وَ جَنِّبْنِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا، فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فَي ذَالِكَ، لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

 

 رَوَاهُ صَحِيحْ مُسْلِمْ :  ١٤١٣، صَحِيحْ الْبُخَارِي:

 

Sabda Rasulullah Shollallahu ‘Alayhi Wasallam : “Jika diantara kalian bersetubuh dengan istrinya (atau istri dengan suaminya), seraya berdoa wahai Allah jauhkanlah syaitan dari kami, wahai Allah jauhkanlah syaitan dari anugerah yang akan Kau berikan pada kami. Maka jika ditentukan bagi mereka anak, tak akan di perangkap syaitan selama-lamanya ” (HR. Bukhari).

 

  1. Pendidikan Sejak Anak dalam Kandungan

 

Begitu besar perhatian Islam terhadap pendidikan anak, termasuk pendidikan untuk anak yang masih dalam kandungan. Salah satunya dengan meringankan, bahkan membebaskan, beberapa kewajiban bagi seorang perempuan yang sedang mengandung. Hal ini seperti yang tertuang dalam salah satu hadits Rasulullah Saw.,

 

 

Sesungguhnya Allah membebaskan separuh shalat bagi orang yang bepergian, dan (membebaskan) puasa bagi orang yang bepergian, wanita menyusui, dan wanita hamil” (H.R. Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasa’i. Kata Al-Albani dalam Takhrij al Misykat: “Isnad hadits ini jayyid”).

 

 

Dari hadits itu terlihat bahwa Islam memperbolehkan ibu hamil untuk tidak berpuasa pada bulan Ramadhan untuk kepentingan janin yang dikandungnya.

 

 

Orangtua kita pun sejak dulu selalu berpesan kepada anakanaknya yang sedang mengandung agar senantiasa menjaga emosi atau menghindari pertengkaran. Mereka juga berpesan bahwa seorang perempuan yang tengah mengandung sebaiknya memperbanyak perkataan yang baik-baik, mengaji, dan mendengarkan alunan Al-Quran, agar bayi yang masih di dalam perut dapat mendengar, merasakan, dan memahami ajaran agama sejak masih dalam kandungan.

 

 

Saat itu, orangtua kita mungkin belum mengetahui kaitan antara pendengaran, penglihatan, dan perasaan bayi dalam kandungan dan aktivitas ibu serta ayahnya. Dan, ternyata dengan ilmu pengetahuan yang terus dikembangkan, diketahui bahwa pikiran bawah sadar bayi sudah bisa menangkap apa pun yang didengarnya, sejak napas mulai ditiupkan dan organorgan tubuhnya mulai berfungsi.

 

 

Artinya, otak bayi sudah bisa menangkap apa pun yang didengarnya sejak masih dalam kandungan. Oleh karena itu, seorang ibu saat mengandung  anaknya, begitupun Sang Ayah, hendaknya banyak berdoa dan memohon kepada Allah Swt. agar anak yang sedang dikandung, kelak menjadi anak yang shaleh dan baik, bermanfaat bagi agamanya, berbakti pada kedua orangtua, dan membawa kebaikan bagi orang banyak.

 

 

  1. Pendidikan Saat Anak Dilahirkan

 

Banyak orangtua yang mengumandangkan azan di telinga anak-anak mereka, sesaat begitu anak mereka lahir. Mengenai hal ini, saya belum menemukan rujukannya. Namun, Rasulullah Saw. saat menengok bayi yang baru dilahirkan membaca doa berikut.

 

 

Innii u’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaythaanin wa haammatin wamin kulli ‘aynin laammatin.

 

“Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Allah Yang Sempurna dari segala gangguan setan dan gangguan binatang serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya.” (HR. Bukhari)

 

BACA JUGA: Tips Mendidik Anak Agar Jujur

 

Dari sini, kita bisa melihat Islam telah mengajarkan bahwa saat lahir ke dunia, anak sebaiknya sudah diperdengarkan pada “suara yang baik”, salah satunya alunan ayat suci Al-Quran, untuk dijadikan pegangan hidupnya kelak.

 

 

Setelah anak lahir, kewajiban orangtua pada anak selanjutnya adalah melakukan akikah pada hari ketujuh kelahiran anak, memberi nama, dan mencukur rambutnya. Kelak ketika dewasa, anak akan memahami bahwa Islam begitu lengkap memberikan panduan dalam menangani dan mendidik anak sejak dini.

 

*Disarikan dari buku “ Mendidik Tidak Mendadak “ karya Enny Sulistiani

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman