Tips Membentuk Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah, Berikut Langkah Sederhananya

0
304

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, mohon doanya insya Allah sebulan lagi saya mau menikah. Alhamdulillah waktu itu saya pernah ikut seminar pra nikah. Saat ini saya terus belajar dari membaca buku-buku tentang membangun keluarga sakinah dan melahirkan generasi shalih dan shalihah. Kira-kira apa saja pondasinya dan langkah-langkah mewujudkan keluarga sakinah itu? Mohon nasihatnya dan terima kasih. ( Irvano via fb )

iklan

 

 

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah.  Secara pribadi saya turut berbahagia jika Anda sudah menemukan jodoh dan segera menikah. Tentu semua berdoa semoga kelak Anda diberikan keluarga yang sakinah, mawadah dan senantiasa penuh rahmah.

 

 

 

Tentu saja mempunyai keluarga  sakinah, mawadah dan penuh dengan rahmat Allah adalah impian atau keinginan semua orang khususnya orang-orang yang beriman. Namun tentu harus disadari bahwa untuk mewujudkan itu semua perlu kesungguhan, kesabaran, dan keuletan dari suami dan istri.

 

 

 

Keluarga sakinah yang penuh rahmah ini tentu bukan “hadiah dari langit” melainkan sebuah upaya dan kerja keras dari pasangan suami istri secara istiqomah. Dimana didalamnya pastinya ada cobaan dan ujian yang harus dilalui bersama-sama.

 

 

 

Ada beberapa hal atau langkah yang harus dijalani suami istri untuk mewujudkan suasana yang tersebut secara bersama-sama. Dengan mengaju pada Al Quran maupun Hadits, berikut ini beberap tips atau cara untuk mewujudkan keluarga yang sakinah tersebut.

 

 

 

  1. Selalu bersyukur akan nikmat Allah.

Bersyukur adalah salah satu kunci sukses dalam membina rumah tangga yang sakinah. Bersyukurlah terhadap pasangan Anda. Allah telah mengkaruniakan sekaligus memberikan amanah pasangan hidup. Sebab, masih banyak yang diluar sana yang belum ketemu atau mendapatkan jodoh. Dalam Al Quran disebutkan,

 

() وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

 

“Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan;..Sesungguhnya, jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, pasti azab- Ku sangat berat.” (Q.S. . Ibrāhīm : 7)

 

Jadi kalau kita mampu bersyukur terhadap segala nikmat Allah maka Allah akan menambahkan nikmat tersebut. Demikian juga sebaliknya, jika mengingkari nikmat dan karunia-Nya.

 

 

 

  1. Selalu bersabar saat ditimpa kesulitan

Semua orang pasti mengharapkan bahwa jalan kehidupannya selalu lancar dan bahagia, namun kenyataannya tidaklah demikian. Sangat mungkin dalam kehidupan berkeluarga kita menghadapi sejumlah kesulitan dan ujian: berupa kekurangan harta, ditimpa penyakit, dll. Nah, sabar merupakan fondasi yang harus kita bangun agar keluarga kita tetap bahagia walaupun sedang ditimpa musibah.

 

“…Bersabarlah terhadap ujian yang menimpamu. Sungguh, perkara itu sangat penting.” (Q.S. Luqmān: 17)

 

 

  1. Bertawakal saat memiliki rencana

Allah sangat suka kepada orang-orang yang melakukan sesuatu secara terencana. Nabi Muhammad Saw. kalau mau melakukan sesuatu yang penting selalu bermusyawarah dengan para sahabatnya. Musyawarah merupakan bagian dari proses perencanaan.

 

Alangkah indahnya apabila suami-istri selalu bermusyawarah dalam merencanakan hal-hal yang dianggap penting dalam kehidupan berumah tangga, misalnya masalah pendidikan anak atau tempat tinggal. Kalau kita punya suatu rencana, jangan lupa hasilnya kita pasrahkan semua kepada Allah Swt., itulah yang disebut tawakal.

 

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ……..

 

“...Kemudian, apabila kamu telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah mencintai orang yang bertawakal. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (Q.S. Āli ‘Imrān: 159)

 

  1. Bermusyawarah

Suami adalah leader atau pemimpin dalam rumah tangga. Seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan-keputusan strategis. Alangkah mulia kalau suami sebagai pemimpin selalu mengajak bermusyawarah kepada istri dan anak-anaknya dalam mengambil keputusan-keputusan penting yang menyangkut urusan keluarga. Hindarkan diri dari sikap otoriter, insya Allah hasil musyawarah itu akan lebih baik.

 

………..وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ………..

“…Serta memutuskan urusan mereka dengan musyawarah antara mereka…” (Q.S. Asy-Syūrā : 38)

 

 

  1. Tolong menolong dalam kebaikan

Menurut Aisyah r.a., Rasulullah Saw. sebagai suami selalu menolong pekerjaan istrinya. Beliau tidak segan untuk mengerjakan pekerjaan yang biasa dilakukan wanita seperti mencuci piring/baju, menggendong anak dll. Nah, kalau kita ingin membangun keluarga yang saleh, suami harus berusaha meringankan beban istri, begitu juga sebaliknya. Jadikan tolong-menolong sebagai hiasan rumah tangga.

 

 

……… وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ…………..

“…Tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, serta jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan…” (Q.S. Al-Mā’idah : 2)

 

 

  1. Saling menasihati

Untuk membentuk keluarga yang saleh, tentunya dibutuhkan sikap lapang dada dari masing-masing pasangan untuk dapat menerima nasihat ataupun memberikan nasihat kepada pasangannya.

 

 

Demi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang- orang beriman dan mengerjakan kebajikan, serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.” (Q.S. Al-‘Aśr: 1-3)

 

 

 

  1. Saling memaafkan dan minta maaf jika melakukan kesalahan

Keluarga sakinah itu bukan berarti tidak ada salah antara suami dan istri. Mungkin sesekali seorang suami atau istri pernah berbuat salah atau khilaf baik disadari maupun tidak disadari. Untuk itu suami istri harus saling memaafkan dan tidak perlu memendam kesalahan tersebut menjadi masalah yang besar. Dalam Al Quran disebutkan,

 

 

() وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ……….

“…serta orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (Q.S. Āli ‘Imrān: 134)

 

 

Demikian beberapa point-point penting yang bisa dilakukan dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawadah dan penuh dengan rahmat Allah. Tentu masih ada point-point lainnya. Semoga bermanfaat.

 

Nah, terkait dengan pembahasan dan tips membentuk serta membangun keluarga yang sakinah dan harmonis, Anda dan mojang bujang sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul, “INSYA ALLAH SAKINAH“. Dalam buku ini ada beberapa tips serta contoh kasus rumah tangga berikut solusinya dikemas dengan pembahasan sesuai tutunan Islam dan mudah dipahami. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

780

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman