Al Quran dan Sains Jelaskan Bulan Mengikuti Matahari

0
42
bulan baru

PERCIKANIMAN.ID – –  Mataharimenyinari Bumi, sehingga bisa terlihat objek-objek yang ada di permukaan Bumi. Munculnya matahari menandakan masuknya waktu pagi dan terbenamnya menunjukkan waktu malam.

 

Terdapat ayat di dalam Alquran yang menyebutkan tentang matahari dan bulan.

 

() وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا

 

() وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا

 

Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya,” (QS. Asy-Syams:1-2)

Buku ‘Sains dalam Alquran’ yang ditulis Nadiah Thayyarah menjelaskan bahwa dalam ayat ini, Allah bersumpah atas nama matahari dan waktu dhuhanya, sedangkan matahari adalah bintang terdekat dari Bumi. Allah bersumpah atas nama waktu dhuha, yaitu sesaat setelah terbitnya matahari hingga sebelum datang waktu Zuhur.

 

 

Matahari adalah sumber cahaya, energi, dan kehangatan bagi Bumi. Allah bersumpah atas nama bulan ketika mengiringi matahari dalam hal menyinari Bumi, yaitu ketika matahari telah terbenam. Ini merupakan petunjuk bahwa bulan mengiringi matahari dalam hal terbenam dan terbitnya.

Bulan berputar pada porosnya dengan kecepatan 1 kilometer per detik. Ia berputar mengelilingi Bumi dengan kecepatan yang sama dan menyelesaikan satu siklus revolusinya terhadap Bumi selama 29,5 hari.

 

 

Bagi penduduk Bumi, hanya satu sisi bulan saja yang tampak bagi mereka karena waktu yang ditempuh bulan untuk mengelilingi Bumi sama dengan waktu yang digunakannya untuk berotasi pada porosnya.

Suhu permukaan bulan berubah-ubah. Pada siang hari suhunya 110 derajat celcius pada sisi yang menghadap matahari, dan pada malam hari suhunya turun hingga minus 120 derajat celcius.

 

 

Atmosfer yang melingkupi bulan sangat sedikit. Hal ini menyebabkan bulan menjadi sasaran hantaman berbagai meteorid secara terus-menerus. Oleh sebab itu, permukaan bulan dipenuhi dengan lubang-lubang melingkar yang sangat dalam, dengan diameter mencapai 5 kilometer dan kedalaman 20 kilometer.

 

 

Orbit revolusi bulan terhadap Bumi sedikit miring dari orbit revolusi Bumi terhadap matahari. Karena itu, manusia bisa melihat penampakan peredaran matahari dan bulan di langit dari timur ke barat tampak berdekatan, sehingga keduanya senantiasa beradu cepat.

 

Maka, bulan bertemu dengan matahari setiap sebulan sekali. Hal itu dimulai dengan munculnya hilal di ufuk barat setelah terbenamnya matahari, kemudian bulan berangsur-angsur tertinggal dari matahari.

 

 

Ketika bulan purnama, terbitnya bulan berbarengan dengan terbenamnya matahari. Setelah itu, bulan terlambat terbit sekira 50 menit setiap hari, dan keterlambatan ini berlanjut hingga hilal bisa dilihat pada tengah hari.

 

Mungkin inilah yang dimaksud dengan firman-Nya, “dan bulan apabila mengiringinya,” Surah Asy-Syams Ayat 2. [ ]

 

Sumber: okezone.com

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

950

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini