4 Misi Syaitan Yang Sering Memperdaya Manusia

0
119

PERCIKANIMAN.ID – – Syaitan atau setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Namun terkadang ada ada orang tertipu atau terpedaya olehnya.

 

iklan

Untuk mengetahui lebih rinci tentang program setan dan agar terhindar dari berbagai bahayanya, maka perlu kita kaji surat An Nisa yang  dengan rinci Allah menjelaskan program Iblis, yaitu:

 

 

وَإِنْ يَدْعُونَ إِلَّا شَيْطَانًا مَرِيدًا(117)لَعَنَهُ اللَّهُ وَقَالَ لَأَتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا(118)وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ ءَاذَانَ الْأَنْعَامِ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا(119)

 

“dan mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka, yang dila`nati Allah dan setan itu mengatakan, “Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya): (1)aku benar-benar  akan menyesatkan mereka, (2) akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, (3) akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan (4) akan aku suruh mereka (merobah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merobahnya”. Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata (Q.S. An-Nisa: 117-119).

 

Menurut ayat di atas, Iblis berjanji akan terus berjuang untuk mencapai programnya, yaitu:

  1. Menyesatkan manusia.

Manusia terbagi dua golongan: ada yang sesat, yaitu teman-teman setan dan ada yang berada dalam jalan yang lurus, yaitu yang menjadi sasaran kerja setan. Orang-orang yang berada dalam kesesatan tidak akan  digoda setan melainkan akan dia jadikan sebagai teman setia yang dia pertahankan untuk tetap dalam kesesatan.

 

Adapun yang digoda adalah    golongan orang yang sudah berada dalam jalan yang lurus, yaitu dengan menggiring mereka agar menjadikan ibadah untuk kepentingan dunia dan menilai ibadah dengan nilai duniawi. Dengan cara ini maka mereka akan menilai ketakwaan dirinya dengan ukuran kehidupan lahir. Padahal tiada yang mengetahui ketakwaan seseorang selain Allah Swt.

 

Orang yang didatangi setan tidak terbatas pada orang yang lemah imannya saja tetapi orang yang sekaliber sahabat Rasul saw. pun selalu dia datangi.  Karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk memandang diri jauh atau aman dari godaan dan bisikan setan apalagi sampai memandang diri sudah mampu menundukkan setan.

 

  1. Membangkitkan angan-angan kosong

Semua orang memiliki cita-cita ingin hidup bahagia dan selamat dari bahaya. Untuk mencapai yang dicita-citakan ada yang bekerja dengan memperhatikan aturan yang benar dan dapat mengantarkan dirinya mencapai sasaran dan ada pula yang bekerja dengan melanggar aturan dengan anggapan bahwa dia dapat mengambil jalan pintas untuk mencapai yang diharapkan.

 

Ketika dia ingin mendapat keuntungan maka yang terlihat untung yang besar tanpa pengorbanan. Jika sakit pada salah satu anggota badan maka yang terbayang bagaimana caranya agar segera sehat meski harus mengorbankan aqidah. Artinya mengutamakan sehat sementara dan rela mengorbankan sehat yang abadi, yaitu sehat aqidah yang menjadi landasan utama untuk mendapat keuntungan abadi dan di dalam hati terdapat bayangan bahwa umurnya masih panjang. Sekiranya dia berada dalam kesesatan maka dia bercita-cita ingin memperbaikinya setelah tercapai apa yang diinginkan.

 

  1. Menyuruh memotong telinga binatang.

Setiap bangsa mendapat warisan budaya dari para pendahulunya, salah satunya adalah budaya memotong telinga binatang. Budaya ini merupakan keyakinan terhadap hal-hal yang sebenarnya tidak ada. Namun, karena mereka meyakininya maka sangat berpengaruh bagi kehidupan mereka, yaitu keyakinan adanya barokah pada binatang tertentu.

 

Hal itu tidak diragukan merupakan ajaran setan yang berkaitan dengan binatang. Sehingga mereka meyakini adanya keistimewaan pada binatang-binatang tertentu. Maka binatang tersebut diberi tanda khusus untuk diyakini bahwa binatang tersebut bukan binatang biasa. Cara ini sangat berkaitan dengan budaya yang telah menjadi kayakinan sebagian masyarakat.

 

  1. Menyuruh untuk mengubah ciptaan Allah.

Setan berusaha mendorong hawa nafsu manusia dan mendorong mereka untuk memenuhi tuntutannya dengan cara yang menyimpang dari ajaran Allah. Intinya adalah membuat manusia kehilangan rasa puas terhadap apa yang telah Allah berikan kepada mereka hingga mereka berusaha untuk melakukan perubahan sesuai keinginan kendatipun dengan jalan yang dimurkai-Nya.

 

Jika Iblis berhasil mencapai program-program di atas maka dia akan mendapat tambahan teman dari golongan manusia untuk sama-sama menggoda manusia lainnya agar jumlah orang yang sesat terus bertambah hingga semua orang celaka di akhirat nanti. Semoga Allah melindungi kita semua dari godaan setan. [ ]

 

Disarikan dari buku ” Setan pun Hafal Al Quran ” karya Dr. Saiful Islam Mubarak,Lc,M.Ag 

 

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini