Mencegah Perilaku LGBT Pada Anak, Ini Yang Harus Orangtua Lakukan

0
27

PERCIKANIMAN.ID – – Setiap orang tua pastinya menginginkan buah hatinya tumbuh dan berkembang normal sesuai dengan usianya. Selain itu semua orang tua muslim juga mendambakan putra putrinya menjadi generasi yang shalih dan shalihah.

 

 

 

Namun untuk mewujudkan itu semua diperlukan perjuangan,kerja keras bahkan pengorbanan para orang tua secara bersama-sama (ayah dan ibu). Perkembangan zaman dewasa ini yang kemudian biasa disebut generasi milenial telah memberikan tantangan tersendiri bagi para orang tua.

 

 

 

Ragam perilaku negatif sebagai dampak buruk dari pergaulan dan juga peran teknologi informasi yang salah juga menciptakan perilaku negatif pada buah hati. Salah satunya yang dewasa ini kembali hangat dibahas adalah fenomena perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender ( LGBT ) yang telah mewabah dan merusak tatanan sosial dan agama.

 

 

 

Apa saja yang harus dilakukan orang tua untuk mengawal anak-anaknya dari pengaruh perilaku LGBT ?. Seperti dituturkan psikolog Dr. Irianti Usman Natanegara  berikut ini tips yang perlu dilakukan para orang tua saat ini.

  1. Kembalikan ayah ke singgasananya.

 

Dari kajian sosiolog, psikolog hingga keagamaan sepakat bahwa keluarga adalah pilar terkuat dalam membentuk dan membangun karakter anak. Peran ayah atau bapak sangan dominan dalam membimbing dan membentuk pribadi serta karakter anak.

 

Namun sayangnya dewasa ini banyak anak-anak yang merasa kehilangan sosok ayah dalam kehidupannya. Meski secara fisik anak-anak masih mempunyai ayah namun nyatanya secera psikologis anak-anak telah kehilangan sosok ayah dalam kesehariannya.

 

Kesibukan ayah dalam mencari nafkah sebagai tulang punggung keluarga telah betul-betul membuat anak kehilangan sosok ayah secara batiniah.  Banyak anak-anak yang telah menjadi “yatim” sebelum anak dewasa padahal sosok ayah secara fisik masih ada.

 

Untuk itulah dibutuhkan kembali peran dan kehadiran ayah secara hakiki.

 

  1. Sebaiknya tidak memberikan HP dengan akses internet kepada anak di bawah umur 20 tahun.

 

 

Kemajuan teknologi informasi sudah sedemkian pesatnya hingga mampu melampaui batas waktu,usia,geografis dan sebagainya. Disatu sisi kehadiran hand phone yang kemudian berkembang menjadi gadget hingga smartphone telah mengubah segala.

 

Kehadiran smartphone disatu sisi mampu mempermudah urusan dan pekerjaan namun jika tidak bijaksana dalam penggunaannya juga menghadirkan sisi negatifnya khususnya bagi anak-anak.

 

Untuk itu diperlukan peran aktif dan peran bijak dari para orang tua dalam membimbing penggunaan smartphone ini pada anak-anaknya.

 

 

  1. Miliki password sosmed anak.

 

Usia anak adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tua. Perkembangan teknologi informasi juga telah merambah dunia anak-anak. Kehadiran media sosial (socmed) telah mampun menembus batas ruang dan waktu bahkan masuk ke ruang privasi .

 

Untuk itu tidak salah dan tidak berlebihan jika orang tua juga mempunyai akses ke dunia maya khususnya sosmed putra putrinya. Hal ini bukan berarti mengabaikan privasi anak, melainkan sebagai upaya mengetahui dengan siapa mereka bergaul di dunia maya?. Apa saja yang dibahas dan dibicarakan  dalam dunia maya mereka dan sebagainya.

 

 

  1. Buat akun sosmed palsu/anonymous .

 

Kebanyakan anak enggan berteman dengan orang tuanya di dunia maya. Bisa dimaklumi sebab dunia anak  sangat berbeda dengan dunia orang tua termasuk di dunia maya. Anak akan tidak nyaman jika aktivitasnya di dunia maya (sosmed) diketahui orang tua.

 

Namun sebagai orangtua yang merasa lebih pintar, berpengalaman dan cerdas tentu tidak mau dikalahkan anak. Orang tua bisa masuk pertemanan dengan anak di dunia maya lewat akun “orang lain”  yang dianggap sebaya. Dengan cara ini orang tua tetap dapat mengawasi aktivitas putra putrinya di sosial media tanpa dicurigai.

 

  1. Kenali website-website yang ‘mencurigakan’

 

Dunia maya bukan hanya menampilkan informasi yang bermanfaat atau positif saja melainkan juga berisi informasi atau konten yang negatif. Untuk itu para orang tua harus mengenali beberapa web atau situs yang negatif semissal: dark web ,narcos (sukses menjadi bandar narkoba), GTA (grand theft auto).

 

  1. Jangan terlalu mudah membiarkan anak menginap di rumah teman/saudara yang belum jelas kesolehannya.

 

Hal ini dilakukan bukan berarti orang tua ingin menjauhkan anak dengan keluarga besarnya atau lingkungan sosialnya. Melainkan sebagai upaya preventif dari pengaruh negatif lingkungan dan perilaku buruk orang lain termasuk lingkungan keluarga.

 

  1. Kenali games-games yang dimainkan anak.

 

Perhatikan akun-akun yang mencurigakan, dan jika mungkin ikut masuk ke komunitas untuk menyelidiki apa yang dilakukan

 

  1. Perbaiki gaya berkomunikasi dengan anak.

 

Salah satu keberhasilan mendidik anak adalah faktor komunikasi orang tua terhadap anak-anaknya. Pola komunikasi orang tua yang buruk dan kaku akan membuat anak enggan bahkan antipasti berkomunikasi dengan orang tua. Demikian sebaliknya, komunikasi yang  benar, baik, dan menyenangkan akan membuat anak merasa nyaman dan dekat dengan orang tua.

 

  1. Kenali beberapa istilah/kata kunci

 

Anak adalah peniru yang ulung, jika meniru hal yang baik tentu sangat diharapkan. Namun sebaliknya jika meniru hal yang negatif dan sangat buruk tentu harus dicegah dan dihindari. Begitu pun dengan pola pergaulan anak-anak dengan teman-temannya yang terkadang memunculkan istilah negatif yang orang tua sendiri malah tidak tahu seperti : Lolita/loli, hand job, blow job, deep throat, tea bagging, fingering, cunnilingus,petting, anal, orgy/gangbang, threesome, swinging, cum, moneyshoot, squirting, bukkake, dll.

 

 

Inilah beberapa point penting yang dapat orang tua terapkan dalam rangka menangkal perilaku buruk khususnya LGBT yang senantiasa mengancam kehidupan mereka. Tak kalah pentingnya adalah diperlukan kerja sama yang harmonis antara ayah dan ibu (suami dan istri). Selamat mencoba semoga bermanfaat. [ ]

 

 

 

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini