Syarat Menjadi Imam, Haruskah Yang Paling Tua ?

0
176
Muslim Brazil

Assalamu’alaikum ww, Pak Aam. Saya lebih sering berjamaah untuk mengimani istri saya,karena kalau di masjid jadi tidak berjamaah. Terkadang imamnya saya merasa kurang afdol, kalau saya jadi imam tidak mungkin juga karena bacaan saya belum sempurna dan masih muda. Apa saja syarat menjadi imam shalat? Bagaimana menurut pendapat Pak Aam tentang keadaan ini?Mohon nasihatnya. ( Amang via fb )

 

iklan

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Tentu setiap orang itu punya pertimbangaan terkait dengan kurang mantapnya saat shalat berjamaah disebabkan imamnya dirasa kurang fasih dalam bacaan Al Qurannya.  Allah Yang Maha Tahu pertimbangan Anda tersebut.

 

 

Namun afdolnya laki-laki itu memang sholatnya lebih utama berjamaah di masjid. Sebab dalam haditsnya bahwa shalat berjamaah itu lebih besar derajat atau pahalanya, sebagaimana Rasulullah Saw menegaskan pentingnya shalat, terlebih shalat berjamaah.

Dari Ibnu Umar ra, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Shalat berjamaah 27 derajat lebih utama daripada shalat sendirian.” (HR. Malik, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Nasa’i)

 

Kemudian dalam hadits yang lain bahwa dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda, “Shalat seorang laki-laki dengan berjamaah digandakan 25 kali dibanding shalatnya di rumahnya atau di pasarnya. Demikian itu karena jika seseorang berwudhu dengan sempurna, lalu pergi ke masjid semata-mata untuk shalat (berjamaah), maka ia tidak melangkah satu langkah kecuali ditinggikan baginya satu derajat dan dihapuskan baginya satu kesalahan.”

 

Itulah beberapa keutamaan shalat berjamaah di masjid khsusnya bagi kaum laki-laki. Tapi boleh jadi Anda ini mempunyai pertimbangan untuk mengimami istri dan anak-anak di rumah.
Adapun masalaha imam itu kurang lancar atau kurang fasih bacaannya ketika di masjid, dalam arti bacaannya belum baik itu sebenarnya tidak mengurangi keafdolan sholat berjamaah. Kalau Anda bermakmum kepada imam yang bacaannya awut-awutan, kan ada imam tidak tahu diri. Sudah tahu bacaannya belum baik tetapi keukeuh untuk menjadi imam. Maka harusnya mempersilakan yang lainnya untuk menjadi imam walaupun itu lebih muda dari dia.
Jadi sebenarnya kita harus juga sadar diri. Ketika merasa bacaan kita belum baik maka kita harus mempersilakan yang lain yang lebih baik bacaan sholatnya ketimbang kita.

BACA JUGA: Imam Batal Shalat Ketika Sujud, Begini Cara Menggantinya

 

 

Hal ini ditegaskan oleh hadits yang diriwayatkan Abi Mas`ud Al Badri Radhiyallahu ‘anhu , dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

يَؤُمُّ اْلقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللهِ ، فَإِنْ كَانُوْا فِى الْقِرَاءَةِ سَوَاءٌ فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ ، فَإِنْ كَانُوْا فِى السُّنَّةِ سَوَاءٌ فَأَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً ، فَإِنْ كَانُوْا فِى اْلهِجْرَةِ سَوِاءٌ فَأَقْدَمُهُمْ سِلْمًا (وَفِى رِوَايَةٍ : سِنًّا)، وَ لاََ يَؤُمَّنَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ فِي سُلْطَانِه (وفى رواية : فِي بَيْتِهِ) وَ لاَ يَقْعُدْ عَلَى تَكْرِمَتِهِ إِلَّا بِإِذْنِهِ

 

Yang (berhak) menjadi imam (suatu) kaum, ialah yang paling pandai membaca Kitabullah. Jika mereka dalam bacaan sama, maka yang lebih mengetahui tentang sunnah. Jika mereka dalam sunnah sama, maka yang lebih dahulu hijrah. Jika mereka dalam hijrah sama, maka yang lebih dahulu masuk Islam (dalam riwayat lain: umur). Dan janganlah seseorang menjadi imam terhadap yang lain di tempat kekuasaannya (dalam riwayat lain: di rumahnya). Dan janganlah duduk di tempat duduknya, kecuali seizinnya”  ( HR.Muslim )

 

Jadi sebenarnya opsi untuk mempersilakan yang paling tua adalah opsi terakhir yang dianjurkan Rasulullah SAW. maka kita harus tahu diri terutama ketika sholat Magrib, Isya dan Subuh.

 

 

Kalau ada orang yang bacaannya lebih baik dari kita maka persilakan dia untuk jadi imam. Karena bagusnya bacaan sholat itu bisa mempengaruhi kekhusyuan makmum. Demikian penjelesannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait pembahasan bab shalat ini lebih detail berikut dalilnya, Anda, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU?“. Didalamnya ada pembahasan bab praktik shalat berikut contoh-contohnya. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: ap

780

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman