Tips Pola Makan Tepat Sesuai Kebutuhan Dengan Gizi Seimbang

0
248
makan bersama keluarga
Momen berbuka puasa adalah saat yang ditunggu-tunggu. ( ilustrasi foto: pixabay)

 

Oleh: dr.Nur Siti Fathimah,SPA*

iklan

 

 

PERCIKANIMAN.ID – – Kebutuhan manusia akan zat gizi dinyatakan dalam satuan kilokalori (Kkal). Jumlah zat gizi yang dibutuhkan oleh seorang remaja atau dewasa muda dalam keadaan sehat berkisar antara 2000 sampai 2100 Kkal untuk wanita dan antara 2400 sampai 2500 Kkal untuk pria, dan semua komposisi zat gizi harus terpenuhi baik dalam sarapan pagi, makan siang, makan malam, ataupun makanan selingan.

 

Makanan jajanan tidak berarti jelek dan tidak boleh dikonsumsi, tetapi yang perlu diperhatikan adalah pemilihan makanan secara bijaksana. Dampak baik dari perilaku jajan adalah pengenalan macam-macam makanan dan menumbuhkan kebiasaan penganekaragaman makanan.

 

Sarapan pagi penting karena tubuh hanya memiliki sedikit cadangan makanan dari makan malam 7-8 jam sebelumnya, sementara kegiatan yang padat dari pagi sampai waktu makan siang setidaknya memerlukan ΒΌ sampai 1/3 jumah makanan. Dengan sarapan pagi maka cadangan tenaga akan terisi kembali, ini tentu saja sangat diperlukan untuk aktivitas belajar/bekerja.

 

Dengan pemilihan tepat, makanan selingan atau makan siang di luar dapat memenuhi kebutuhan baik kualitas maupun kuantitas. Pilihan makanan yang ada dapat berupa makanan siap saji ataupun makanan tradisional.

 

Walaupun orang umumnya lebih memilih makanan siap saji yang harganya lebih mahal dan mengandung prestise, makanan tradisional tidak kalah dari segi kualitas karena dapat dipakai sebagai pengganti dengan kandungan protein yang cukup, demikian juga pengolahan makanan yang dikukus atau ditim penurunan atau perubahan kadar zat gizi lebih sedikit daripada digoreng atau dibakar.

 

Untuk mengubah langsung pola makan tentu saja tidak mudah, kita bisa mulai dari hal-hal yang kecil dan praktis, misalnya:

  1. Usahakan selalu sarapan pagi di rumah.
  2. Hindari atau kurangi frekuensi konsumsi makanan yang terlalu manis/asin/berminyak.
  3. Tidak terlalu sering mengonsumsi makanan siap saji, dan bila mengonsumsinya usahakan memilih menu dengan menyertakan sayur/saladnya.
  4. Tidak menyertakan makanan bersantan kental dengan makanan yang digoreng kering.
  5. Mengganti soft drink dengan jus buah atau air putih.
  6. Bila mungkin, pilihlah buah sebagai snack untuk mengganti makanan ringan, atau pilih snack dengan kandungan serat cukup, misalnya pastel sayur atau puding.
  7. Hindari/kurangi kebiasaan ngemil makanan ringan tinggi kalori, seperti keripik, dalam jumlah banyak.
  8. Batasi salad dressing/bumbu kacang karena kandungan lemaknya yang tinggi.
  9. Pilihlah makanan olahan/yang diawetkan dengan kualitas baik sehingga bahan makanan tambahan yang terkandung seperti pengawet, pewarna, pemberi rasa, dan sebagainya masih memenuhi syarat kesehatan.
  10. Bila Anda mengonsumsi makanan olahan, biasakanlah membaca komposisi zat gizi dan perbandingannya dengan kebutuhan per hari (Recommended Dietary Allowance/RDA) yang ada di etiket makanan sehingga kita dapat memperkirakan asupan makanan dan kebutuhan yang kita konsumsi.

 

Dengan paparan di atas, penggunaan istilah junk food sebetulnya bergantung pada bagaimana cara kita menyikapi makanan tersebut. Dengan selalu memperhatikan kaidah agama dan informasi kesehatan diharapkan pemilihan jenis makanan, jumlah, cara pengolahan, tanpa mengabaikan kebiasaan dan dapat memenuhi selera, kita dapat menikmati keanekaragaman makanan yang kita pilih. [ ]

 

*Penulis adalak dokter anak dan konsultan gizi untuk tumbuh kembang

 

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

590

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman