Bolehkah Khatib Jumat Menggerakan Tangan Seperti Pidato? Ini Penjelasannya

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, Bagaimana salam pembuka khotbah Jumat? Apakah cukup assalamu’alaikum saja atau diteruskan dengan kalimat warrahmatullahi wabarakaatuh? Bolehkah seorang khatib memperagakan tangannya ketika sedang berkhotbah, misalnya bergerak ekspresif seperti orang berpidato ?. ( Ibnu via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Khutbah Jumat atau khutbah sebelum menunaikan shalat Jumat adalah salah satu syarat dalam pelaksanaan shalat Jumat. Khutbah Jumat sendiri dilakukan dua kali yakni khutbah pertama dan kedua. Dalam haditsnya Rasul bersabda,

 

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَخْطُبُ قَائِمًا ثُمَّ يَجْلِسُ ثُمَّ يَقُومُ فَيَخْطُبُ قَائِمًا
Rasulullah Saw berkhutbah dengan berdiri kemudian duduk, kemudian berdiri lagi melanjutkan khutbahnya”. (HR. Muslim).

 

Apakah dalam mengawali khutbah harus mengucapkan salam atau tidak? Kemudian cuku Assalamu’alaykum atau harus lengkap sampai wabarakatuh?. Hal ini dapat kita simak dari penjelasan Rasul dimana disetiap  khutbah Jumat yang dilakukan oleh Rasulullah biasanya diawali dengan salam.

 

Jabir r.a. berkata, “Rasulullah apabila naik mimbar, beliau mengucapkan salam.” (H.R. Ibnu Majah)

 

Salam yang diucapkan khatib kepada ma’mum merupakan doa keselamatan yang biasa diucapkan oleh Rasulullah Saw. Adapun pen­gucapan salamnya boleh assalamu’alaikum saja atau boleh dilengkapi dengan warahmatullahi wabarakaatu karena dalam keterangan di atas tidak dijelaskan ucapan salamnya itu lengkap atau tidak. Jadi, kita diberi kebebasan untuk melafazkannya secara lengkap atau hanya sebagian.

 

 

Kemudian bolehkah seorang khatib memperagakan tangannya ketika berkhot­bah ?. Tentu saja boleh. Namun tentu dalam batas yang wajar.  Bahkan Rasulullah Saw mencontohkan khotbah Jumat dilakukan dengan suara yang lantang bagaikan komandan perang yang sedang memimpin pasukannya.

 

Hal ini dapat kita simak dalam sebuah hadits dari Jabir bin ‘Abdullah r.a. berkata,

 

 

“Biasanya, bila Rasulullah berkhot­bah, kedua matanya merah, suaranya lantang, dan semangatnya berkobar tinggi, bagaikan seorang panglima perang sedang memberi komando pada bala tentaranya.” (H.R. Muslim)

 

BACA JUGA: Hukum Mandi Besar Di Hari Jumat, Wajib atau Sunnah ?

 

Kesimpulannya, seorang khatib dianjurkan untuk mengucapkan salam saat naik mimbar atau ketika mengawali khutbahnya karena Rasulullah Saw. mencontohkannya. Sementara ucapan salamnya boleh hanya dengan assalamu‘alaikum, boleh juga lengkap dengan warahmatullahi wa barakaatuh.

 

Kemudian seorang khatib pun boleh memper­agakan tangannya saat berkhotbah, sepanjang dalam batas yang wajar dan tidak berlebihan. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Nah, terkait pembahasan bab shalat ini lebih detail berikut dalilnya, Anda, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU?“. Didalamnya ada pembahasan bab praktik shalat berikut contoh-contohnya. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: eramuslim

890

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 257 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment