Keutamaan Mencintai Rasulullah

Rasulullah kaligrafi

PERCIKANIMAN.ID – – Mahabbah, sebuah ungkapan kecintaan. Cinta yang muncul dari hati dan perasaan seseorang atas suatu hal. Cinta terhadap pasangan, cinta kepada orang tua, dan cinta terhadap anak, istri, serta kerabat. Kekuatan cinta mengalahkan kebencian. Mengikis permusuhan dan benih konflik.

 

Begitu dahsyat arti cinta. Cinta, kata Imam Syafii, menggiring orang untuk mengikuti apa pun titah sang kekasih. Innal muhibbi lima yuhibbuhi muthi’.

 

Cinta itu akan lebih berharga dan berarti, kata Syekh Husain bin Qasim al-Qathis, bila ditujukkan kepada Rasulullah. Melalui artikelnya berjudul Mahabbatun Nabi, ia mengatakan, cinta terhadap Rasulullah adalah kewajiban bagi tiap Muslim. Mencintai Allah SWT, maka harus dibuktikan dengan ketaatan terhadap Rasul-Nya. Cinta terhadap Rasul adalah puncak keimanan Muslim.

 

Kecintaan terhadap Rasulullah, kata Syekh Husain, akan membawa Muslim sebagai pribadi yang terjaga. Ini lantaran, cinta membawanya tetap dalam koridor sunah yang telah Rasul gariskan. Tak ada yang bisa menandingi kekuatan cinta kepada Rasulullah. Bahkan, hanya bermodal cinta yang tulus dan hakiki, seorang sahabat berhak mendapatkan surga.

 

Sebuah hadis riwayat Anas bin Malik mengisahkan tentang keutamaan cinta Rasulullah. Suatu ketika, sahabat bertanya tentang kapankah kiamat akan tiba. Rasul membalas : Apa sajakah persiapan yang telah engkau tempuh? Tak ada apa pun yang ia persiapkan kecuali kecintaan terhadap Allah dan Rasul-Nya. Kecintaan itu pun berbuah manis. Engkau akan bersama orang yang engkau cintai,sabda Rasul.128)

 

Syekh Husain memaparkan beberapa hal yang bisa ditempuh agar muncul kecintaan itu, yang pertama yakinlah bahwa risalah yang disampaikan oleh Muhammad SAW benar adanya. Tak ada keraguan atas keyakinan itu. Sikap membenarkan itu merupakan ungkapan rasa cinta.

 

Lihatlah, ketika bangsa Arab saat itu menertawakan, menghujat, dan mendustakan Rasul. Ada sejumlah nama penting justru berdiri di samping dan memercainya. Khadijah dan Abu Bakar, terutama.

 

Jika ingin dekat dengan Rasul, ikuti segala perintah dan sunah yang pernah ia letakkan. Hanya dengan ketaatan itulah, maka cinta akan terbukti. Katakanlah:

 

Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Ali Imran [3]: 31).

 

Qadi ‘Iyadh mengatakan, kecintaan seseorang atas sesuatu akan mendorong dirinya mengedepankan perkara itu dari segala hal. Jika tidak, cinta itu omong kosong karena dia hanya mengklaim. Orang yang benar-benar mencintai Nabi tanda paling mencolok akan tampak. Paling awal ialah ketaatannya pada sunah yang pernah Rasul tetapkan.

 

Rasa cinta tersebut akan berbuah pada tindakan. Sehingga kecintaan terhadap Rasulullah harus dibuktikan dengan perbuatan baik terhadap sesama.

 

BACA JUGA: Cara Mengajarkan Ukhuwah Pada Anak, Lakukan Hal Ini

 

Tolong-menolong, mentradisikan nasihat, dan saling menjaga satu sama lain. Abu Bakar konon sangat mencinta Rasul antara lain karena kemuliaan pekerti dan akhlak Muhammad. Putra dari Abdullah tersebut dikenal dengan al amin dan peduli terhadap sesama.

 

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS at-Taubah [9]: 128 )

 

Sumber: republika.co.id

 

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: moslem

890

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

(Visited 28 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment