Macam dan Waktu Berdzikir, Ini Panduannya

dzikir

Assalamu’alaykum. Pak Aam, apakah berdzikir atau mengingat Allah itu cukup dengan hati saja?. Kalau dzikir dengan amalan itu seperti apa? Apakah berdzikir harus di masjid?  Mohon penjelasannya dan terima kasih ( Sabrina via fb )

 

 

 

Wa’laykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Sebelum membahas mengenai macam-macam dzikir, perlu dipahami bahwa dzikir harus menjadi kepribadian seorang muslim. Artinya, seseorang harus dapat merasakan hikmah-hikmah dzikir seperti hati yang senantiasa ingat kepada Allah, menjadikan dunia sebagai majelis dzikir.

 

Kemudian bumi dijadikan masjid, rumah-hotel-kantor diposisikan sebagai mushala, meja kerja dan tempat duduk diumpamakan sebagai hamparan sajadah, setiap berbicara bermuatan dakwah, diamnya untuk berdzikir, tarikan napasnya adalah tasbih.

 

Lalu hatinya penuh dengan kasih sayang, senantiasa berbaik sangka (khuznudzan)  tidak berpikiran sinis dan suka memvonis, telinganya terjaga, hatinya diam-diam berdoa, langkah kakinya senantiasa melakukan dan mencari kebaik, cita-citanya adalah mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin dan menjadikan sikap sabar dan shalat dalam menghadapi ujian,tantangan dan cobaan.

Ini seperti yang digambarkan Allah Swt dalam firman-Nya,

 

 

إنَّ في خَلْقِ السَّماوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأُولِي الأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَى جُنُوبِهِمْ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring.” (QS. Ali Imran: 190-191)

Kemudian dalam sebuah riwayat bahwa Rasul itu berdzikir setiap waktu,

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا ، قَالَتْ : كَانَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يَذْكُرُ اللهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ . رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu berdzikir (mengingat) Allah pada setiap waktunya.” ( Bukhari dan Muslim )

Ini menggambarkan bahwa betapa banyak keutamaan atau fadilahnya tentang amalan berdizikir ini hingga Rasul pun mengamalkannya setiap waktu. Tidak ada waktu yang terlewat atau terbuang tanpa dzikir kepada Allah.

 

Kemudian berdasarkan praktiknya, dzikir dibagi menjadi empat bagian, yaitu,

  1. Dzikir bil Amal

Dzikr bil ‘Amal, yaitu segala perbuatan yang tujuannya untuk mengingat Allah Swt. Misalnya, seorang siswa atau mahasiswa tidak pernah mencontek ketika ujian, karena dirinya tahu bahwa Allah selalu mengawasi setiap saat dan kesempatan.

  1. Dzikir Aqliyah,

Yaitu dzikir orang-orang berilmu (ulil albab) dengan cara tafakur dan tadabur. Mereka menggunakan ilmu yang dimiliki untuk berdzikir kepada Allah. Ini penting karena ketika ilmuwan tidak menggunakan ilmunya untuk berdzikir kepada Allah, maka ilmunya cenderung akan membuat mereka sombong.

  1. Dzikr bil Lisan,

Yaitu setiap ucapan yang dilafalkan dengan tujuan untuk mengingat Allah. Misalnya, ucapan istighfar, takbir, tahmid, dan tahlil setelah selesai shalat fardhu.

  1. Dzikir bil Qalbi,

yaitu hati yang selalu mengingat Allah ketika muncul lintasan untuk berbuat maksiat. Misalnya, ketika kita berniat untuk mengambil barang orang lain, tetapi tidak jadi melakukannya karena takut terhadap azab Allah Swt.

 

Dzikir bil ‘Amal dan Dzikir bil Qalbi disebut juga sebagai Dzikir ‘Aam (umum) karena menyangkut dengan segala amal perbuatan yang dilakukan oleh seluruh anggota badan, termasuk juga hati.

 

BACA JUGA: Doa dan Dzikir Terhindar Dari Siksa Kubur

 

Dzikir bil Lisan disebut juga Dzikir Khaash (Khusus) karena hanya berkaitan dengan kalimat-kalimat dzikir yang diucapkan. Dzikir bil Lisan memiliki dua cara dalam praktiknya, yaitu: Sirr (berdzikir dengan suara perlahan sehingga hanya terdengar oleh dirinya sendiri) dan Jahar (berdzikir dengan suara keras sehingga terdengar oleh telinga orang yang ada di sekitarnya).

 

Kesimpulannya adalah dimana pun kita harus berdzikir dan mengingat Allah. Hari-hari kita harus asyik dan sibuk memperbaiki diri, tidak tertarik atau mencari-cari aib orang lain kemudian menyebarkannya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Nah, terkait dengan panduan dan cara berdzikir atau berdoa ini Anda dan bapak ibu sekalian dapat membaca buku saya yang berjudul ” DOA ORANG-ORANG SUKSES“. Didalamnya ada contoh yang diambil dari Alquran dan hadits shahih. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 391 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment