Cara Menghadapi Anak Yang Cengeng, Ini Yang Harus Dilakukan Orangtua  

 

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, bagaimana mengatasi atau menghadapi anak yang cengeng dan pemalu? Mohon nasihatnya. ( Hanum via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah.  Sayangnya Anda tidak jelaskan berapa usia anak Anda saat ini dan dalam kondisi seperti apa anak Anda dianggap cengeng? Kemudian jenis kelaminnya apakah anak laki-laki atau anak perempuan?.

 

 

Secara umum orang khususnya orangtua menganggap bahwa anak yang menangis dianggap anak cengeng. Padahal tida selamanya demikian. Cengeng bisa ditandai dengan menangis atau rewel namun tidak semua anak yang gampang atau mudah menangis dikategorikan anak yang cengeng.

 

 

Orangtua harus tahu persis penyebab anak sering menangis atau apakah hal tersebut berkaitan dengan kepercayaan diri, adanya perlakuan kasar dari teman-temannya, atau karena permintaan yang tidak dikabulkan.

 

 

 

Dalam terminilogi psikologi, tidak ada yang namanya anak nakal atau cengeng. Yang ada hanyalah anak yang tidak tahu aturan dan anak yang bergantung pada orangtua misalnya ada anak yang menangis kalau ibunya pergi atau ayahnya pergi.

 

Ada beberapa sebab  seorang anak mudah menangis atau dianggap cengeng oleh orang lain atau orangtua sendiri.

 

  1. Kondisi anak yang sedang lelah dan mengantuk.

 

Pada umumnya, penyebab anak nangis dan cengeng seringkali dikarenakan mereka lelah dan mengantuk. Anak-anak suka tidak menyadari bahwa dirinya sedang lelah dan mengantuk. Hal inilah yang menyebabkan mereka menjadi gelisah dan memecahkan tangisan.

 

  1. Anak dalam kondisi lapar dan haus.

 

Selain lelah dan mengantuk, penyebab umum lainnya yang membuat anak nangis dan menjadi cengeng adalah karena rasa lapar dan haus dibiarkan terlalu lama. Oleh karena itu, orangtua harus segera meresponnya dengan segera memberinya minuman dan makanan agar mereka tidak sering menangis.

 

  1. Anak mengalami stress.

Anak-anak juga sering menangis karena mereka stress dengan kondisi yang sedang terjadi. Akan tetapi, mereka tidak menyadarinya dan juga tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Dan cara mengungkapkan stres yang sedang mereka rasakan adalah dengan menangis dan merengek.

 

  1. Anak ingin diperhatikan

 

Tangisan menjadi pecah manakala anak membutuhkan perhatian namun tak kunjung mendapatkannya dari orangtua. Biasanya mereka tidak berani mengatakan kepada Anda secara langsung walau mereka sudah memberikan sinyal-sinyal ingin diperhatikan sebelumnya. Orang tua suka tidak menyadarinya dengan cepat sehingga anak menangis.

 

  1. Anak punya keinginan sesuatu.

 

Pada awalnya, anak-anak cenderung malu dan sungkan untuk memberi tahu apa yang mereka inginkan. Biasanya orangtua langsung memberikan apa yang anak inginkan saat menangis agar mereka segera diam. Ketika mereka tahu bahwa dengan menangis mereka akan mendapatkan apa yang mereka inginkan maka anak menjadi cengeng dan manja.

 

Kemudian anak yang mempunyai problem kemandirian dan demanding (menangis jika permintaannya tidak dipenuhi), orangtua harus memberikan pengertian bahwa menangis bukanlah solusi atas masalahnya.

 

 

 

Anak menangis juga bisa disebabkan oleh perilaku ‘buruk’ yang ia perbuat dan tidak diterima oleh lingkungannya. Misalnya, anak suka mengambil mainan temannya sehingga ia dipukul oleh temannya tersebut.

 

 

 

Jika hal ini yang terjadi, orangtua dapat menjelaskan bahwa hal tersebut adalah konsekuensi sosial. Melalui hal ini pula, orangtua bisa menyampaikan pendidikan bahwa jika ingin meminjam mainan milik teman, harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari si pemilik mainan.

 

Ada beberapa hal yang dapat orangtua lakukan jika mendapati anak yang mudah menangis atau dianggap cengeng.

 

  1. Komunikasi dengan anak.

 

Orangtua sebaiknya mencarai tahu sebab anaknya menangis. Lakukan komunikasi sebaik mungkin dengan bahasa yang lembut dan jangan memarahinya atau menyalahkannya.

 

  1. Beri sentuhan hangat.

 

Jika anak menangis cobalah beri perhatian dengan cara memeluknya dan coba tenangkan kondisinya, minimal pegang tangan anak. Sentuhan yang hangat akan membuat anak menjadi lebih tenang dan merasa diperhatikan.

 

  1. Jangan terbawa emosi anak.

 

Orangtua harus menangan marahnya ketika melihat atau mendapati anaknya yang tengah  menangis atau sekedar merajuk. Mungkin tindakan anak menjengkelkan atau membuat malu orangtua. Namun jangan sekali-kali memarahinya, apalagi dilakukan di depan umum atau teman-temannya.

 

  1. Bantu kecerdasannya.

 

Pada dasarnya setiap anak adalah istimewa dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Saat anak menangis maka bangun kepercayaan dirinya untuk tumbuh. Katakan bahwa dia anak hebat dan cerdas. Jangan sebaliknya, dengan menyebutkan anak negatif, nakal, cengeng dan sebagainya.

 

Point-poin kepengasuhan ini setidaknya dapat membantu para orangtua dalam mengatasi problematika anak yang suka menangis atau dianggap anak cengeng. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 629 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment