Mimpi Buruk Mengenai Almarhum Orang Tua, Ini Yang Harus Dilakukan

Assalamu’alaykum. Pak Aam, dalam beberapa malam ini saya selalu mimpi buruk tentang keadaan almarhum orang tua yang sudah meninggal. Apakah ini benar? Bagaimana agar kita tidak mimpi buruk saat tidur? Mohon nasihatnya. ( Eva via fb )

 

 

Waalaikumsalam wr wb. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Pada hakikatnya tidur adalah proses alami yang merupakan salah satu karunia Allah kepada makhluk-Nya sebagai proses istirahat. Dalam Al quran dijelaskan,

 

 

وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَىٰ أَجَلٌ مُسَمًّى ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

 

 

“Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Al-An’am: 60)

 

Jadi tidur sendiri dibutuhkan semua makhluk hidup khususnya manusia untuk istirahat sebagai sebuah sirkulasi yang alami. Namun demikian sebagai orang beriman maka harus menjadikan segala aktivitas kita menjadi bernilai ibadah termasuk menjelang tidur dan setelah bangun.

 

Untuk itu agar menjadi ibadah dan tidak diganggu setan maka dianjurkan untuk berwudhu, membaca doa atau dzikir sebelum tidur. Oleh karenanya di antara bacaan dzikir saat menjelang tidur salah satu yang dicontohkan Rasul adalah,

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ خَلَقْتَ نَفْسِيْ وَأَنْتَ تَوَفَّاهَا، لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا، إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا، وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ

 

 

Allahumma innaka kholaqta nafsii wa anta tawaffaahaa, laka mamaatuhaa wa mahyaahaa, in ahyaytahaa fahfazh-haa, wa in ammatahaa faghfir lahaa. Allahumma innii as-alukal ‘aafiyah.

Artinya:

Ya Allah, sesungguhnya Engkau menciptakan diriku, dan Engkaulah yang akan mematikannya. Mati dan hidupnya hanya milik-Mu. Apabila Engkau menghidupkannya, maka peliharalah (dari berbagai kejelekan). Apabila Engkau mematikannya, maka ampunilah. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keselamatan.”  (HR. Muslim)

 

Ada beberapa doa dan dzikir yang bisa dilakukan atau dibacakan menjelang tidur. Tujuannya adalah agar tidak diganggu setan atau jin dan bentuk kepasrahan kepada Allah. Karena tidur adalah setengah dari kematian, hidup tapi tidak sadar, itulah orang tidur. Selain itu tidak sedikit orang tidur namun tidak bisa bangun lagi alias meninggal.

 

 

Kemudian terkait mimpi itu ada 3. Pertama ada mimpi baik. Ketika kita mimpi baik maka kita boleh menceritakan nya kepada orang lain. Kedua mimpi buruk, itu tidak boleh diceritakan kepada orang lain. Yang ketiga adalah mimpi yang benar, ini mimpi yang menjadi kenyataan.

 

 

Nah kalau kita mimpi buruk, dan yang datang adalah orang-orang yang kita sayangi, doakan saja. Semoga beliau bahagia disana, diluaskan alam kuburnya, diampuni dosa-dosanya, dimuliakan di sisi Allah Swt. Ketika mimpi buruk dan terbangun maka sunnah boleh meludak ke kiri dan membaca ta’awudz atau meminta perlindungan kepada Allah dari godaan setan.

 

 

Jadi seperti itu ya, maupun keluarga atau kerabat dekat yang dating ke mimpi kita dengan sedih atau mimpi buruk maka tugas kita adalah mendoakannya. Supaya almarhum mendapatkan kebaikan disana. Itu bisa jadi adalah peringatan bagi kita karena kurang mendoakannya.

 

BACA JUGA: Hukum Tidur Belum Shalat Isya

 

Kalau kita mimpi baik, kita boleh menceritakannya kepada orang lain. Kalau mimpi buruk itu jangan diceritakan.

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak tersisa dari kenabian kecuali kabar-kabar gembira.’ Para sahabat bertanya, ‘Apa kabar gembira tersebut?’ Beliau menjawab, ‘Mimpi yang baik.’” (HR. Bukhari )

 

Kalau berkaitan dengan diri kita maka kita berlindung kepada Allah, jika berkaitan dengan orang lain maka kita harus mendoakannya. Ada lagi mimpi yang benar, menjadi kenyataan. Misal Anda bermimpi didatangi paman Anda memakai batik berwarna kuning, besok paginya benar apa yang mimpikan terjadi.

 

 

Jadi itu adalah ciri bahwa hati kita sedang baik, hati kita sedang bersih. Kada kita mendapatkan mimpi yang benar. Jadi kita bersyukur kepada Allah Swt. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawaab.

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 976 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment