Hukum Menjawab Adzan Di TV, Begini Penjelasannya

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya mau bertanya di dekat rumah saya itu adzannya suka telat. Nah sedangkan yang di tv itu lebih dulu adzan untuk daerah saya dan sekitarnya. Apakah saya boleh menjawab adzan yang ada di tv?. Mohon penjelasannya. ( Iin via fb )

 

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww.  Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dimuliakan Allah. Begini sebenarnya kita harus atau disunnahkan untuk menjawab adzan yang nyata. Maksudnya yang dilakukan atau diserukan atau dikumandangkan oleh seseorang pada saat itu.

 

Jadi kalau adzannya dari radio atau dari tv itu Anda yakin adalah adzan rekaman, maka itu tidak perlu di jawab. Seringnya tv atau radio itukan mengumandangkan adzan hanya dengan rekaman saja.

 

 

Justru yang harus Anda jawab adalah adzan yang terdekat dari rumah Anda tersebut. Jadi sunnahnya Anda menjawab adzan yang dari masjid didekat rumah Anda, karena itu dilakukan secara langsung. Sekalipun telat 5 menit atau 10 menit, tidak masalah.

 

 

Jadi adzan yang dijawab itu adzan yang nyata, adzan yang kongkrit , yang ada orangnya sedang mengumandangkan. Dimana muadzinnya itu benar-benar sedang adzan saat itu, sedang memanggil untuk shalat di masjid dan buka rekaman audio atau video. Sementara menjawab adzan itu sunnah hukumnya.

 

 

Menjawab adzan, ternyata bukan amal yang nilainya ringan. Sekalipun hanya mengucapkan seperti yang diucapkan muadzin, namun islam menghargainya sebagai amal besar. Ada banyak sekali keutamaan amalan sederhana ini, berikut diantaranya,

 

  1. Menjadi saksi kebaikan

Dalam sebuah hadits dari Abu Said al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Tidaklah suara azan yang keras dari yang mengumandangkan azan didengar oleh jin, manusia, segala sesuatu yang mendegarnya melainkan itu semua akan menjadi saksi pada hari kiamat.” (HR. Bukhari ).

 

 

BACA JUGA: Mendengarkan Adzan Dulu atau Langsung Sholat ? Ini Yang Lebih Utama

 

 

Hadis ini menunjukkan keutamaan orang yang mengumandangkan adzan. Dan sekaligus mereka yang mendengar adzan dijadikan Allah sebagai saksi kebaikannya.

 

2. Menjawab adzan karena dorongan keyakinan hati, akan mengantarkan menuju surga.

Hal ini berdasarkan keterangan dari Umar bin Khatab Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,

Ketika muadzin mengumandangkan, Allahu akbar.. Allahu akbar. Lalu kalian menjawab: Allahu akbar.. Allahu akbar. Kemudian muadzin mengumandangkan, Asyhadu anlaa ilaaha illallaah.. Lalu kalian menjawab, Asyhadu anlaa ilaaha illallaah.. dst… hingga akhir adzan siapa yang mengucapkan itu dari dalam hatinya maka akan masuk surga.” (HR. Muslim, Abu Daud dan yang lainnya).

 

Ungkapan atau jawaban yang mudah kita lakukan namun mempunyai nilai pahala yang besar adalah menjawab adzan. Maka itu jangan disepelekan.

 

3. Dengan menjawab adzan, Allah akan mengampuni dosa kita

Keterangan ini dapat kita temukan atau simak dari hadits dari Sa’d bin Abi Waqqash Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Barangsiapa yang ketika mendengar adzan dia mengucapkan,

 

“Saya juga bersaksi bahwasanya tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada seukut baginya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, aku ridha Allah sebagai Rabku, Muhamamd  sebagai Rasul, dan Islam sebagai agamaku. Siapa yang mengucapkan itu maka dosa-dosanya akan diampuni.” (HR. Ahmad , Muslim  dan yang lainnya)

 

Semua orang pasti mempunyai dosa dan kesalahan maka dengan menjawab adzan insya Allah Allah akan mengampuni dosa-dosanya. Ini tentu sebuah amalan yang luar biasa.

 

BACA JUGA: Hukum Shalat Dhuha 4 Rakaat Salam 

 

Jadi ketika Anda masuk masjd sedang berlangsung adzan, maka jangan tahiyatul masjid dulu. Tetapi Anda menjawab adzan terlebih dahulu. Lalu setelah itu, jika masih ada waktu boleh melakukan tahiyatul masjid baru sholat rawatib.

 

 

Dengan demikian kesimpulannya adzan di tv atau di radio, kalau itu rekaman dan bukan live maka tidak perlu dijawab. Masjid di sekitar Anda yang terdekat dari rumah meskipun terlambat 5-10 menit itu silakan dijawab, karena sunnah. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahualam bishshawaab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilsutrasi foto: pixabay

890

 

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 425 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment