Cara Mengatasi Sifat Iri Hati, Ini Yang Perlu Dilakukan

Assalamu’alaykum, Pak Aam. Sejujurnya ini saya punya penyakit hati. Saya sering kali dengki dengan kesuksesan orang lain. Saya setiap kali berdoa agar dijauhkan dari sifat tersebut. Tapi kadang-kadang suka muncul. Ketika muncul saya segera istigfar. Bagaiamana agar hati tetap bersih dari dengki? Karena saya tidak mau amalan baik saya terkikis karena sifat dengki saya. Mohon nasihatnya. ( H via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam.ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Iri, dengki, hasad adalah beberapa penyakit hati yang harus dihindari. Jadi penyakit hati ini tidak terlihat dan secara fisik tidak menimbulkan sakit namun secara mental atau psikolis terganggu.

 

 

Bukan itu saja bahaya penyakit hati ini bisa mencelakai hidup seseorang baik di dunia maupun kelak di akhirat. Dalam sebuah haditsnya  Rasulullah bersabda,dari Abu Hurairah ra. yang berkata bahwa Nabi SAW. bersabda:

 

 

“Jauhilah oleh kalian sifat dengki, karena sesungguhnya dengki itu dapat memakan kebaikan sebagaimana api melalap kayu bakar” ( HR. Abu Daud )

 

 

Kayu sebanyak apapun, akan hangus dengan api. Nah begitu juga amalan baik sebanyak apapun akan hangus dengan dengki. Apa itu dengki? Dengki itu artinya senang melihat orang lain susah, sebaliknya susah melihat orang lain seneng. Jadi ketika melihat orang lain seneng atau sukses itu tiba-tiba sebel saja.

 

 

Nah itu dengki atau ada perasaan senang ketika lihat temen gagal lagi gagal lagi atau senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain bahagia. Nah Anda suka muncul perasaan seperti itu, Anda sudah benar karena segera beristigfar. Karena dalam surat Al-Imran ayat 133-136

 

۞ وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

 

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

 

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

 

أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ

 

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” ( QS. Ali Imran: 133 – 136 )

 

BACA JUGA: Doa Bertaubat Dan Menyesali Diri, Ini Yang Harus Dilakukan

 

Di ayat tersebut ada ungkapan, apabila ada orang yang telah berbuata dosa. Dosa disitu adalah bisa jadi ungkapan, bisa jadi perbuatan, bisa dosa dalam arti hati. Seperti tadi kan dengki, menghinakan orang lain, iri dll. Maka ingat bahwa itu adalah dosa, yang terpenting adalah ketika kita tahu itu salah, itu dosa maka kita segera beristigfar.

 

 

Jadi dengki juga bisa berupa suudzon, muncul kata-kata yang ketika orang sukses tuh kita menjelekkan dia. Nah itu namanya dengki. Asal ketika kita tahu itu salah maka jangan dilanjutkan perbuatan dosa itu. Segeralah meminta ampunan Allah SWT. Karena yang namanya manusia itu memang tidak luput dari kesalahan. Seperti Nabi Adam dalam surat Al-Baqarah ayat 35-37

 

 

“Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.” Kemudian Adam menerima beberapa kalimat [40] dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” ( QS. Al Baqarah: 35 -37 )

 

Jelas disitu. Nabi Adam tergelincir oleh setan, lalu Nabi Adam kan bertaubat, lalu kalimat pertaubatannya ini diabadikan di surat Al-A’raf ayat 23 yang sering kit abaca ini

 

 

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

 

“Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” ( QS. Al A’raf: 23 )

 

 

Intinya minimalisir perasaan iri dan dengki tersebut dengan menyibukan diri dalam hal-hal ibadah kepada Allah. Baca Al Quran, ikut pengajian dan kajian-kajian keislaman lainnya sehingga Anda tidak lagi sempat melihat keburukan orang lain. Demikian penjelasannya, semoga bermanfaat. Wallahu’alam bissawaab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

980

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 706 times, 5 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment