Ramalan Boleh Dipercaya atau Tidak? Ini Penjelasannya

Assalamualaikum, Pak Aam saya seorang istri. Saya mau bertanya mengenai Ahli Hikmah. Ada salah satu keluarga kami, yang terbiasa pergi ke orang “pintar”. Tentang jodoh, dia Tanya ke orang “pintar”. Pulanya bawa kemenyan lalu dibakar. Mau jualan, pergi ke orang “pintar” sambil bawa garam dan air. Dan dia bilang “saya bukan datang ke orang pintar tetapi dating kepada ahli hikmah” katanya. Bagaimana hukumnya ? Bagaimana cara menyadarkannya? Mohon penjelasannya. ( S via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Kalau kita baca sejarah sebenarnya fenomena atau budaya mempercayai dukun atau peramal itu bukan hanya saat ini saja. Setidaknya di zaman Nabi Musa pun sudah ada profesi peramal, dukun atau tukang sihir ini.

 

Tentu namanya saja yang beradaptasi dengan kondisi masyarakat yang ada, misalnya dulu dalam masyarakat tradisional kenal dengan istilah “dukun”. Kemudian muncul istilah “paranormal”, lalu berubah sebutan menjadi “orang pintar” dan berikutnya berubah dengan sebutan “ahli hikmah”.

 

Namun yang jelas kalau kita amati dari cara kerjanya atau praktiknya sejatinya sama saja. Intinya mereka berkolaborasi dengan jin untuk melakukan tipu daya kepada pasien atau kliennya.

 

Bagaimana mendatangi dan mempercayai praktik peramal dan sejenisnya? Jelas dalam hukum Islam masuk dalam kategori syirik dan musyrik . Dukun atau peramal dan yang mendatangi lalu mempercayainya maka termasuk kedalam perbuatan menyekutukan Allah, dan termasuk dosa besar. Dalam sebuah haditsnya Nabi Saw bersabda,

 

 

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

 

Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad )

Jadi jelas orang yang mendatangi lalu mempercayai ucapan peramal dan apa pun itu namanya maka masuk kategori sebagai orang yang kafur kepada Al Quran. Padahal jelas orang yang kufur atau ingkar kepada Al Quran maka sama dengan ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya.

 

Kemudian dosanya ia tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari, sebagaimana disebutkan dalam hadits,

 

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

 

Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.” (HR. Muslim).

 

Ini sama saja dosanya tidak sholat selama 40 hari.Padahal seorang muslim yang dengan sengaja dan sadar meninggalkan shalat adalah termasuk dosa besar. Bahkan beberapa ahli atau ulama fikih menyatakan kafirnya orang yang meninggalkan shalat. Dalam haditsnya Rasul bersabda,

 

Perjanjian antara kami (orang beriman) dan mereka (orang kafir) adalah mengenai shalat, barangsiapa meninggalkannya maka dia kafir.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan At Tirmidzi )

Tegasnya mendatangi dan mempercayai dukun atau peramal dan segala istilah lainnya adalah dosa besar. Lalu bagaimana caranya agar ia kembali menjadi muslim? Caranya yakni ia harus segera bertaubat atau taubatan nasuha. Kalau kita terjerumus kepada perbuatan syirik Allah berfirman dalam surat An-Nisa 48

 

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

 

 

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa: 48 )

 

BACA JUGA: Agama Bangsa Jin, Apakah Ada Yang Shalih ?

 

 

Yang dimaksud dengan dosanya tidak diampuni itu adalah ketika dosa syirik itu terbawa mati atau sampai meninggal orang tersebut belum atau tidak sempat bertaubat. Maka dari itu selagi masih ada kesempatan , segeralah bertaubat.

 

 

Jadi sebenarnya ramalan itu ada tiga macam kalau boleh saya klasifikasi. Pertama itu ramalan ilmiah. Kalau ramalan ilmiah itu ramalan yang dilakukan oleh ilmuwan. Salah satu yang dilakukan ilmuwan adalah ramalan atau yang disebut sebagai prediksi. Prediksi seorang ilmuwan adalah boleh kita percayai. Contoh seorang dokter yag memprediksi waktu kelahiran bayi. Itu kan prediksi, boleh kita percaya. Untuk apa? Untuk mengantisipasi kelahiran. Itu kan prediksinya secara ilmiah karena dokter sudah mempelajari bagaimana kelahiran terjadi.

 

Kedua, ramalan atau prediksi wahyu. Apa itu? Yang dikatakan Nabi. Banyak hadits yang menyatakan tentang masa depan. Sabda Rasul diantaranya, “akan datang pada manusia suatu zaman tidak ada yang tersisa dari Al-Qur’an kecuali tulisannya” maksudnya apa? Banyak Al-Qur’an yang diproduksi, tetapi jarang yang mempelajarinya, jarang yang menghafalnya, sedikit yang mengamalkannya. Jadi hanya tulisan saja. Kemudia kata Nabi “akan ada suatu zaman, dimana aka nada orang-orang yang benar dianggap perusak. Sedangkan orang-orang pendusta dianggap orang terhormat.” Nanti kita lihat saja. Sudah banyak juga kan kita perhatikan. Ini contoh ramalan wahyu.

 

Ketiga adalah ramalan mistik. Nah ini adalah perbuatan syirik. Jadi ramalan mistik itu ramalan yang dilakukan oleh orang yang bekerja sama dengan setan atau jin. Nah ini yang dikatakan dalam surat Jin ayat 6

 

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

 

“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. Al Jinn: 6)

 

Nah yang disebut ahli hikmah itu adalah orang yang bekerja sama dengan jin. Kalau dulu memang sebutannya dukun. Kalau sekarang itu jarang yang sebutannya dukun kebanyakan orang meneyebutnya paranormal atau ahli hikmah. Tapi perbuatannya sama dengan apa yang dilakukan oleh dukun. Sama saja. Jangan sampai kita termasuk orang-rang yang mempersekutukan Allah Swt yang mempercayai ramalan-ramalan mistik.

 

BACA JUGA: Anak Diramal Bernasib Baik, Haruskah Dipercaya ?

 

Kemudian bagaiaman cara menyadarkannya? Ajak komunikasi dan diskusi dengan pelan-pelan. Kalau belum tahu beri tahu dengan lemah lembut dan jangan langsung menghakimi. Kalau sudah tahu dosanya tinggal diajak bertaubat. Beri bimbingan dan ajak ke tempat-tempat kajian keislaman,majelis taklim dan sebagainya. Kalau tidak juga mau bertaubat maka itu bukan lagi kewajiban Anda untuk memberi hidayah. Urusannya hanya dia dengan Allah saja. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Nah,terkait dengan pembahasa tentang dunia jin, cara jin menggoda manusia termasuk ruqyah, Anda, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul ” MENELANJANGI STRATEGI JIN “. Ada pembahasan lebih dalam dan lengkap dengan dalil dari Alquran dan hadits shahih. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

980

 

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 205 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment