Azab Allah Bagi Orang Kafir

 

Tafsir Surat Al Ghaasyiyah ayat 21 – 26

 

Oleh: Dr.Aam Amiruddin,M.Si

 

 

PERCIKANIMAN.ID – – Kewajiban orang beriman adalah mengajak kepada kebaikan dan memberikan peringatan kepada orang kafir. Maka sesungguhnya yang memberikan hidayah hanyalah Allah Swt.

 

 

فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ

 

“Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan”. ( QS. Al Ghaasyiyah: 21)

 

 

Sungguh indah ayat ini, sesudah Allah Swt. berfirman  tentang pentingnya bertafakur tentang binatang, gunung, langit dan bumi. Lalu dilanjutkan dengan ungkapan ”Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.” Secara tidak langsung, ayat ini memberi tahu kepada Nabi Saw. agar memberikan peringatan pada umat manusia dengan berbagai pendekatan, baik pendekatan makro (keajaiban langit, gunung, bumi).

 

 

 

Seorang da’i (penyeru pada jalan Allah) harus mampu menggunakan berbagai metode dalam dakwah. Sebelum melaksanakan dakwah, seorang da’i harus memahami latar belakang mad’u (objek dakwah/orang yang diseru) agar dakwahnya berhasil.

 

 

 

Namun sangat mungkin walaupun kita sudah berusaha sekuat tenaga untuk menyeru pada jalan kebenaran, orang yang diseru itu tidak menghiraukan ajakan (dakwah)  kita.  Nah, dalam kondisi ini kita tidak perlu putus asa, sebab tugas kita menyampaikan saja. Hal ini dijelaskan pada ayat berikutnya.

 

لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ

 

“Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka, “. ( QS. Al Ghaasyiyah: 22)

 

 

Ayat ini mengaskan bahwa hanya Allah swt. yang memiliki otoritas untuk memberi hidayah pada seseorang. Tugas kita hanya menyampaikan kebenaran dengan ikhlas, sungguh-sungguh, dan menggunakan metode yang baik.

 

 

 

Adapun orang-orang yang menolak ajakan kebenaran, pasti akan mendapatkan risiko dari penolakannya itu, yaitu azab Allah yang sangat besar.

 

إِلَّا مَنْ تَوَلَّىٰ وَكَفَرَ

فَيُعَذِّبُهُ اللَّهُ الْعَذَابَ الْأَكْبَرَ

 

“Tetapi orang yang berpaling dan kafir, maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.” ( QS. Al Ghaasyiyah: 23 – 24)

 

 

Allah berkuasa atas segala sesuatu. Seorang pun tidak akan ada yang lepas dari imbalan ataupun sanksi. Orang  yang berusaha mengisi hidupnya dengan berbagai amaliah saleh, berjuang menyisihkan waktu, fikiran, dan tenaga untuk kemaslahatan hidup dunia dan akhirat, sabar menghadapi berbagai ujian dan cobaan, serta berusaha sekuat tenaga meninggalkan perbuatan-perbuatan maksiat, pasti Allah akan membalasnya dengan balasan yang baik, yaitu surga dan rido-Nya yang abadi.

 

 

 

Sebaliknya, orang yang hidupnya hanya diisi dengan perbuatan maksiat, menghalalkan segala cara, ibadah dan kewajiban dilalaikan, pasti Allah swt. akan membalasnya dengan balasan yang sangat menyakitkan, yaitu neraka dan murka-Nya yang abadi. Na’udzubillah. Tidak ada manusia yang bisa lepas dari hisab atau audit Allah swt., karena kita semua akan kembali kepada-Nya.

 

إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ

ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ

“Sesungguhnya kepada Kamilah kembali mereka, kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka.( QS. Al Ghaasyiyah: 25-26)

 

 

Pada hari penghisaban, seluruh anggota tubuh akan menjadi saksi dari apa yang pernah kita perbuat. Tidak ada seorang pun yang bisa mengelak.

 

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

 

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (Q.S. Yaasin : 65)

 

 

Sungguh beruntung orang-orang yang berat timbangan amal baiknya dan celaka orang-orang yang berat timbangan amal buruknya.

 

BACA JUGA: Ciri Orang Yang Mendapat Hidayah Allah

 

Timbangan pada hari itu ialah suatu kebenaran, maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.” (Q.S. Al A’raf  7: 8-9)

 

 

Orang yang tidak percaya pada hari penghisaban akan sangat menyesal,

 

 

 

Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang  di dalamnya, dan mereka berkata, ‘Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada. Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun.”  (Q.S. Al Kahfi 18: 49). Na’udzubillah.

 

 

 

Semoga Allah swt. melindungi kita dari hisab yang buruk. Amin. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto:

983

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

 

(Visited 184 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment