Istri Sumpah Palsu Pada Suami ? Begini Cara Taubatnya

orang tua

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya seorang istri yang dulu sering sumpah palsu atau bohong pada suami. Saya sering bilang demi Allah, saya sering sumpah Al-Qur’an. Dulu saya jauh sekali dari agama, sekarang saya sadar bahwa sumpah palsu itu dosa besar. Apakah dosa sumpah palsu saya bisa diampuni oleh Allah? Apakah harus jujur pada suami? Mohon nasihatnya ( Ney via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Kita dilarang melakukan sumpah palsu atau bohong atau hanya main-main. Sumpah palsu juga bisa dimaknai orang yang bersumpah tetapi tidak melaksanakannya atau mengingkarinya.

 

 

Dalam Al Quran, Allâh Swt menyebut sumpah palsu dengan menggunakan nama-Nya, seperti ungkapan “Demi Allah ” tapi hanya main-main saja. Orang seperti ini, dengan istilah menukar janji Allâh dan sumpah dengan harga yang sedikit,

 

إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَٰئِكَ لَا خَلَاقَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

 

Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allâh dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allâh tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih”. ( QS.Ali Imrân: 77 )

Jadi sumpah palsu atau sumpah kosong ini hanya bertujuan mencari keselamatan dunia atau materi dunia yang tujuannya sebenarnya untuk menipu manusia. Dalam beberapa kasus dapat kita saksikan, orang yang bersumpah hanya agar lolos dari jerat hukum dunia. Orang bersumpah hanya untuk mengusai harta orang lain dan sebagainya.

 

Padahal sumpah palsu adalah salah satu dosa besar. Dalam sebuah hadits disebutkan:

 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْكَبَائِرُ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ قَالَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ ثُمَّ عُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ الْيَمِينُ الْغَمُوسُ قُلْتُ وَمَا الْيَمِينُ الْغَمُوسُ قَالَ الَّذِي يَقْتَطِعُ مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ هُوَ فِيهَا كَاذِبٌ

 

Dari Abdullah bin ‘Amr, dia berkata: Seorang Arab Badui datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Wahai Rasûlullâh! Apakah dosa-dosa besar itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Isyrak (menyekutukan sesuatu) dengan Allâh”, dia bertanya lagi, “Kemudian apa?”, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Kemudian durhaka kepada dua orang tua”, dia bertanya lagi, “Kemudian apa?”, Beliau menjawab, “Sumpah yang menjerumuskan”. Aku bertanya, “Apa sumpah yang menjerumuskan itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sumpah dusta yang menjadikan dia mengambil harta seorang Muslim”. ( HR. Al-Bukhâri )

Jadi sebagai muslim kita tidak dianjurkan untuk melakukan sumpah yang tujuannya untuk menipu atau mengelabuhi orang lain. Jangan mudah mengucapkan kata-kata “Sumpah”.

 

Kita ini tidak diperbolehkan mengucap sumpah palsu, bahkan kalau kita bersumpah palsu sampai orang itu  terjerumus dalam kesulitan, maka sungguh itu adalah kedzaliman yang sangat besar. Misalnya di pengadilan, “saya bersumpah bahwa Anda itu bersalah,. Saya menjadi saksi.” Seolah-olah dia itu pelakunya, padahal sebenarnya itu tidak terjadi.

 

Sesungguhnya itu sumpah palsu. Itu dosa yang sangat besar. Karena itu menjadikan orang itu dalam kesulitan. Anda tidak hanya harus bertaubat kepada Allah, tetapi juga meminta maaf kepada orang yang telah Anda dzalimi. Kenapa? Karena ini kaitannya dengan hubungan antarmanusia.

 

Tapi jika Anda mengucapkan sumpah palsu dan tidak menyebabkan orang itu terjerumus dalam kesulitan. Tapi lebih kepada Anda ini untuk meyakinkan orang, maka tentu saja ini minta ampunannya dengan pertaubatan. Memohon ampun kepada Allah atas dosa yang telah Anda lakukan karena mengucapkan sumpah palsu. Apakah Allah mengampuni kita atau tidak? Itu wilayah Allah. Tetapi kita harus berkhuznudzon, berbaik sangka dosa kita ini diampuni. Kalau Anda lihat dalam surat Az-Zumar ayat 53

 

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ( QS. Az Zumar: 53 )

 

 

Semua orang tentu mempunyai masa lalu yang bisa jadi tidak baik atau suram. Maka ketika sadar kemudian bertaubat dan memohon ampun kepada Allah serta berjanji tidak akan mengulanginya maka Anda harus optimis Allah akan menerima taubat dan mengampuni dosa-dosa Anda.

 

 

 

BACA JUGA: Ingin Bertaubat Setelah 14 Tahun Menyakiti Istri, Ini Yang Harus Dilakukan

 

 

Jadi ini isyarat bahwa ketika kita pernah terjerumus dosa, maka janganlah menyerah untuk mendapatkan rahmat Allah dengan bertaubat yang sebenar-benarnya taubat. Seperti yang dijelaskan juga dalam surat At-Tahrim ayat 8

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mu’min yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” ( QS. At Tahrim: 8 )

 

Nah ini sekiranya kita telah berbuat dosa, termasuk dosa yang pernah Anda lakukan yaitu sumpah palsu. Karena sumpah palsu merupakan kategori dosa besar. Tapi sebesar apapun dosa kita , kita harus yakin bahwa rahmat Allah, ampunan Allah itu lebih luas daripada dosa-dosa kita. itu yang membuat kita harus selalu khuznudzon kepada Allah Swt.

 

Lalu apakah harus jujur pada suami bahwa dulu Anda suka berbohong atau sumpah palsu?.

Tentu kita kembalikan lagi kaidah bertaubat yang sudah dibahas diatas. Kalau punya dosa atau kesalahan hanya kepada Allah dan tidak merugikan orang lain maka bertaubat dan mohon ampun kepada Allah sudah cukup. Misalnya Anda lalai shalat, batal puasa dengan sengaja maka cukup bertaubat kepada Allah karena tidak orang lain yang dirugikan atas dosa Anda tersebut.

 

Tetapi jika dosa atau kebohongan dalam hal ini sumpah palsu Anda merugikan orang lain maka syarat taubatnya selain harus memohon ampun kepada Allah juga meminta maaf kepada orang yang Anda rugikan tersebut. Misalnya disebabkan sumpah palsu Anda ada pihak yang terdzalimi atau dirugikan,misalnya masuk penjara, kehilangan harta benda bahkan termasuk kehilangan harga diri dan wibawa maka Anda harus meminta maaf kepada yang bersangkutan.

 

Termasuk dengan suami Anda, sekiranya dari sumpah palsu Anda membuat suami Anda yakin dan percaya pada ucapan Anda dan mendzalimi orang lain. Misalnya, suami kehilangan uang, padahal uang itu yang mengambil Anda tetapi Anda bersumpah bukan Anda yang mengambil melainkan si A.

 

Ini kan akan menimbulkan buruk sangka kepada si A. Suami Anda sudah berdosa dan dzalim kepada A, Jika ini terjadi terus menerus maka berapa dosa suami kepada A. Belum lagi kalau suami cerita kepada orang lain tentang keburukan A dan seterusnya.

 

Jadi menurut hemat saya, Anda terbuka dan bicara jujur kepada suami itu lebih baik. Namun Anda sampaikan juga bahwa sudah menyesal, sudah bertaubat atas kesalahan Anda yang sudah sumpah palsu tersebut. Jelaskan alasan Anda melakukan itu. Sambil berdoa semoga suami memaafkan juga.

 

Jangan sampai Anda sudah bertaubat kepada Allah namun disisi lain Anda terus mendzalimi orang lain dalam hal ini suami sendiri berjalan terus. Lebih baik terbuka dan jujur kepada suami, sambil terus memperbaiki keharmonisan dalam keluarga. Lupakan dan maafkan masa lalu kemudian komitmen membangunan masa depena yang lebih harmonis. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab .

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 280 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment