Cara Mendapatkan Pahala 27 Derajat Dalam Sholat Bagi Wanita, Ini Panduannya

Assalamu’alaykum, Pak Aam ada hadits yang mengatakan kalau perempuan itu lebih baik sholat di rumah. Lalu bagaimana untuk mendapatkan pahala 27 derajat bagi perempuan? Mohon penjelasannya ( May via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Secara umum Allah tidak membedakan hamba-Nya yang beramal shalih atau mengerjakan kebaikan baik laki-laki maupun perempuan akan mendapat pahala yang sama. Coba simak dalam Al Quran, Allah telah berfirman,

 

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

 

Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami (Allah) berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” ( QS.An Nahl: 97 )

 

 

Ini sebagai landasan dalam beramal shalih atau berbuat kebaik dimana seorang laki-laki dan perempuan mempunyai potensi pahala atau balasan dari Allah yang sama.

 

 

Lalu bagaimana dengan keutamaan shalat berjamaah?. Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw bersabda,

 

صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

 

Shalat berjamaah itu lebih baik 27 derajat dibanding shalat sendirian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

 

Menurut ulama hadits atau ahli fikih yang dimaksud dengan shalat berjamaah adalah berjamaah di masjid dan diutamakan bagi kaum laki-laki. Jadi laki-laki yang sudah baligh selama tidak ada udzur syari maka lebih utama shalat berjamaah di masjid daripada shalat sendirian di rumah.

 

Kalau ada perempuan ikut sholat di masjid berjamaah maka sama saja seperti laki-laki, insya Allah ia akan mendapat pahala 27 derajat juga. Tetapi kalau perempuan itu shalatnya dirumah, lebih tinggi dari 27 derajat itu. Paham maksudnya? Jadi jangan begini “Ah saya pokoknya mah pingin sholatnya di masjid, karena pahalanya 27 derajat”.

 

 

Bagus juga, padahal ada hadits yang mengatakan bahwa shalat bagi wanita adalah lebih utama di rumah. ari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

 

Shalat seorang wanita di kamar khusus untuknya lebih afdhal daripada shalatnya di ruang tengah rumahnya. Shalat wanita di kamar kecilnya (tempat simpanan barang berharganya, pen.) lebih utama dari shalatnya di kamarnya.” (HR. Abu Daud, no. 570. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat pengertian hadits ini dalam ‘Aun Al-Ma’bud, 2: 225).

 

BACA JUGA : Mendengarkan Adzan Dulu atau Langsung Sholat? Ini Yang Lebih Utama

 

Artinya, tempat shalat wanita di dalam rumah semakin tidak terlihat dan jauh dari ikhtilath  atau campur baur dengan lawan jenis, maka akan semakin utama. Kemduian dalam hadits lain dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

 

“Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah di bagian dalam rumah mereka.” (HR. Ahmad, 6: 297. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan berbagai penguatnya).

 

 

Berarti kalau ibu-ibu sholat di rumah itu lebih afdol, lebih tinggi dari 27 derajat. Logikanya begitu. Kecuali kalau Anda sedang di Mekkah itu ada kehususan. Karena sholat di Masjidil Haram itu lebih baik 100 ribu kali ketimbang sholat di masjid biasa. Tapi kalau di negeri kita sendiri atau  di rumah ini, maka bagi perempuan sholat di rumah itu lebih afdol dan insya Allah berpahal 27 derajat juga.

 

 

Apakah kaum wanita atau perempuan tidak boleh atau dilarang shalat di masjid? Tidak begitu, dan diperbolehkan bagi kaum perempuan yang ingin shalat di masjid selama aman, tidak timbul fitnah dan kalau memungkin ditemani mahramnya lebih utama. Namun jika perginya ke masjid bagi seorang wanita tersebut bisa tidak aman, akan timbul fitnah dan sebagainya maka shalat di rumah itu lebih utama.  Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait pembahasan bab shalat ini lebih detail berikut dalilnya, Anda, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU?“. Didalamnya ada pembahasan bab praktik shalat berikut contoh-contohnya. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: duniamuslimah

980

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 765 times, 4 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment