Saat Pulang Kampung, Bolehkah Shalat Dengan Jamak Qashar?

Assalamual’aykum. Pak Ustadz, saat ini saya sekolah diluar kota dan berasrama. Kalau saya pulang ke Bandung, apakah boleh sholat dengan di jamak qasar? Bagaimana seharusnya? Sementara ini saya tinggalnya di asrama di luar kota. Mohon penjelasannya ( Maryam via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Kalau Anda itu merasa bahwa ke Bandung itu pulang karena libur, Anda boleh saja saat shalat melakukan jamak dan qashar. Misalnya asrama Anda di pesantren Garut. Jadi Anda  sekarang ini di ibaratkan rumahnya itu di Garut, di pesantren tersebut. Nah begitu pulang ke Bandung Anda merasa liburan, boleh melakukan jamak qashar. Walaupun yang Anda kunjungi itu adalah tempat kelahiran sendiri. Ini seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

 

 

Rasulullah Saw pernah safar selama 17 hari, saat penaklukan kota mekkah. Beliau sholatnya di jamak dan id qashar. Kebayang tidak? Rasulullah safar kemana? Ke tempat kelahirannya. Rasulullah kan lahirnya disana. Setelah Rasul di Mekkah, usia 53 tahun Rasulullah hijrah ke Madinah. Lalu beliau menaklukkan kota Mekkah.

 

 

Berarti sebenarnya beliau ke Mekkah itu ke kampung halamannya. Tetapi karena beliau sudah menetapkan Madinah sebagai rumahnya saat hijrah, maka beliau jamak qashar.

 

 

 

Jika kita sudah menetap di suatu tempat untuk tinggal, maka bisa jadi ketika berkunjung ke kampung halaman itu disebut safar. Misal, lahir di Bandung tetapi suatu saat pindah ke Garut untuk tinggal. Nah ketika berkunjung ke Bandung lagi itu boleh jamak qashar, kerena termasuk safar.

 

 

 

Dan Rasulullah lahir besar di Mekkah hijrah ke Madinah, beliau kembali lagi ke Mekkah itu safar. Beliau pernah melakukan jamak qasar selama 17 hari. Kan ketika kita melakukan safar diberi kemudahan untuk  tidak melakukan sholat Jum’at.

 

 

 

Seperti Rasulullah ketika Haji, beliau ketika wukuf di arafah itu sebenarnya hari Jum’at, tetapi beliau tidak melakukan sholat Jum’at. Beliau sholat Dzuhur dan Ashar secara jamak.

 

 

BACA JUGA : Hukum Lupa Sholat Ashar, Benarkah Seluruh Amal Shalih Tidak Diterima ?

 

 

Jadi seperti itu, ketika Anda sudah menetap beberapa waktu dengan alasan pesantren itu bisa dianggap sebagai rumah Anda sekarang, maka ketika Anda melakukan perjalanan ke tanah kelahiran Anda itu diperbolehkan untuk safar.

 

 

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينًا

 

 

“Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. An-Nisa : 101)

 

 

Oleh para ahli fikih ayat ini menjadikan dasar atau dalil bolehnya melakukan shalat yang dijamak sekaligus diqashar. Jadi jelasnya tentang sholat qashar ini dibolehkan saat kita atau Anda mengunjungi kampung halaman atau tempat kelahiran dan sudah merasa menetap didaerah atau luar daerah. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait pembahasan bab shalat ini lebih detail berikut dalilnya, Anda, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU?“. Didalamnya ada pembahasan bab praktik shalat berikut contoh-contohnya. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 497 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment