Anak Diramal Bernasib Baik, Apakah Harus Dipercaya?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, anak saya diramal akan bernasib baik dan katanya akan menjadi pemimpin dikemudian hari, sehingga kami diminta untuk menjaga dan merawat. Hal itu terlihat dari tanggal lahir dan tanda lahir pada tubuhnya. Apakah ramalan tersebut boleh dipercaya? Apakah berdosa kalau mempercayai ramalan orang alim tersebut? Mohon penjelasannya. ( Wawa via fb )

 

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Pertama yang perlu dipahami dan diyakini selaku orang muslim bahwa tidak ada hari atau tanggal buruk terkait dengan nasib seseorang. Allah menciptakan hari dan tanggal itu sama baiknya.

 

 

Memang dalam syariat ada hari dan tanggal istimewa terkait dengan ibadah. Misalnya hari Senin dan Kamis adalah disunnahkan untuk puasa. Demikian juga dengan tanggal pertengan hijriyah yakni 13,14,15 setiap bulannya kita disunnahkan untuk puasa. Ini kaitannya dengan ibadah dan ada dalilnya yang shahih.

 

 

Sementara terkait dengan nasib buruk seseorang disebabkan dengan hari dan tanggal lahir maka tidak ada dalam ajaran Islam. Tidak ada dalilnya orang yang lahir hari dan tanggal tertentu akan bernasib baik dan atau sebaliknya akan bernasib buruk. Kita tidak boleh atau dilarang mempercayai ramalan demikian bahkan  tergolong musyrik orang yang mempercayai ramalan nasib baik atau buruk terkait tanggal dan hari lahir.

 

 

Kemudian ada dua jenis ramalan yang ada di dunia ini. Pertama, ramalan berdasarkan analisis ilmiah atau melalui riset. Ramalan semacam ini disebut juga prediksi ilmiah. Kita diperbolehkan memercayai prediksi ilmiah karena berlandaskan pada data dan fakta yang dianalisis secara rasional. Misalnya ramalan cuaca yang berdasarkan suhu udara,arah angin dan kelembaban. Kemudian ramalan atau prediksi kelahiran bayi yang berdasarkan usia kehamilan, ramalan penyakit, dan lain-lain.

 

Nah, ramalan atau predisi seperti ini boleh kita percaya karena berdasarkan data,sumber yang ilmiah berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknolohi. Kepercayaan ini tentu hanya sebagai bahan atau persiapan saja. Misalnya dengan mengetahui ramalan cuaca atau prediksi hujan maka kita akan lebih hati-hati di jalan, waspada tanah longsor, banjir dan sebagainya.

 

Demikian juga prediksi atau potensi penyakit tentu berdasarkan hal yang ilmiah seperti riwayat penyakit, gaya hidup, pola makan dan sebagainya sehingga akan membuat kita lebih berhati-hati dalam menjalani hidup khususnya dalam gaya hidup dan pola makan.

 

 

Yang kedua, ramalan yang berlandaskan pada mistik. Ramalan semacam ini biasanya dilakukan oleh para dukun, paranormal, atau ahli nujum. Biasanya mereka meramal hal-hal yang merupakan otoritas Allah, misalnya tentang jodoh, rezeki, kebahagiaan, ataupun kesengsaraan. Mekanisme kerjanya, mereka meminta bantuan jin. Kita diharamkan memercayai ramalan semacam itu.

 

 

Dalam sebuah hadits seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah Saw., “Ya Rasulullah, pada zaman Jahiliah kami biasa mendatangi peramal, bagaimana hukumnya?” Nabi Muhammad Saw. menjawab, “Jangan! Jangan datangi lagi tukang ramal!” (H.R. Muslim)

 

Apabila ada yang mengaku sebagai kiai, ustadz, atau atribut-atribut lain untuk menarik simpati orang-orang agar datang berkunjung kepadanya dan bertanya tentang nasib, jodoh, rezeki, dan lain-lain, maka haram hukumnya kita percaya kepada ramalannya karena mereka melakukan intervensi pada otoritas Allah Swt. Bukankah Yang Mahatahu urusan jodoh, rezeki, keberuntungan, dan kesengsaraan itu hanyalah Allah?

 

 

Mengapa kadang-kadang ramalan mereka benar? Karena mereka mendapatkan bisikan jin. Perhatikan keterangan berikut. Aisyah r.a. menjelaskan bahwa banyak orang berdatangan kepada Rasulullah Saw. menanyakan praktik paranormal. Lalu, Nabi Muhammad Saw. menjawab,

 

 

Mereka itu tidak benar!” Para sahabat bertanya pula, “Kadang-kadang apa yang paranormal katakan itu memang terjadi, bagaimana itu?” Jawab Rasullah Saw., “Ucapan yang benar datang dari langit, lalu terdengar oleh jin, lalu dibisikkan oleh jin ke telinga para tukang ramal …” (H.R. Muslim)

 

 

Merujuk pada keterangan itu, jelaslah bahwa ramalan paranormal, walau kadang benar, sesungguhnya itu adalah bisikan jin sehingga haram hukumnya kita memercayai ramalan paranormal walaupun menggunakan atribut ustadz atau kiai bersorban dan berbaju gamis.

 

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

 

“Sesungguhnya, ada beberapa laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi jin menjadikan manusia bertambah sesat.” (Q.S. Al-Jinn [72]: 6)

 

 

Ulama, kiai, atau ustadz yang benar adalah yang hidupnya benar-benar merujuk kepada aturan Allah dan Rasul-Nya, yaitu hanya meminta pertolongan kepada Allah dengan berikhtiar, bekerja keras, bersungguh-sungguh melakukan yang terbaik dengan berserah diri kepada-Nya, bukan dengan membuat ramalan-ramalan seperti halnya yang dilakukan paranormal.

 

 

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

 

 

“Pelindung orang-orang beriman adalah Allah yang mengeluarkan  mereka dari kegelapan pada cahaya iman. Sedangkan, pelindung orang-orang kafir adalah setan yang mengeluarkan mereka dari cahaya iman pada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 257)

 

 

Lalu bagaimana dengan anak Anda yang diramal bakal menjadi orang sukses bahkan menjadi seorang pemimpin sehingga meminta Anda untuk menjaganya?. Tentu saja semua orang tua akan yakin atau optimis bahwa anak-anaknya akan mengalami kesuksesan dalam hidupnya.

 

BACA JUGA: Belum Ketemu Jodoh, Benarkah Karena Diganggu Jin ?

 

Hal ini tentu dimaknai sebagai sebuah harapan dan doa agar anak-anak  sukses dan bahagia dalam hidupnya. Tidak salah punya harapan demikian, bahkan harus.  Tentu saja untuk mewujudkan agar anak-anak kita sukses harus disertai usaha atau ikhtiar dari kedua orangtuanya.

 

Menjaga dan mendidiknya dengan pengasuhan yang benar. Menjadikan mereka anak-anak yang shalih shalihah adalah kewajiban setiap orang tua, termasuk Anda.

 

Menurut hemat saya, kalau pun Anda mempercayai omongan orang tersebut maka lebih Anda jadikan sebagai motivasi saja. Yakin dengan pola pengasuhan yang Anda lakukan selama ini akan mengantarkan anak-anak Anda kelak menjadi orang yang sukses.

 

Jadi bukan percaya pada hari dan tanggal serta tanda lahir yang dimiliki anak Anda tersebut. Melainkan lebih pada keyakinan bahwa setiap orang atau setiap anak yang lahir berpotensi untuk menjadi orang yang sukses. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Nah,terkait dengan pembahasa tentang dunia jin termasuk ramalan ini, Anda, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul ” MENELANJANGI STRATEGI JIN “. Ada pembahasan lebih dalam dan lengkap dengan dalil dari Alquran dan hadits shahih. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

956

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

(Visited 135 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment