Hukum Mengucapkan Almarhum, Benarkah Tidak Boleh ?

Assalamu’alaykum Pak Aam, menurut teman katanya kita tidak menyebut almarhum atau almarhumah kepada orang yang sudah meninggal. Alasannya bahwa sebutan almarhum atau almarhumah tersebut memastikan bahwa yang telah meniggal itu telah diampuni dosanya oleh Allah. Benarkah demikian? Mohon penjelasannya. ( Zul via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dimuliakan Allah. Begini, maksud dari ungkapan atau ucapan almarhum dan almarhumah itu doa. Bukan vonis atau memastikan bahwa yang meninggal tersebut telah diampuni oleh Allah.

 

 

Jadi kita berdoa semoga beliau itu diampuni, dirahmati oleh Allah Swt. Sebutan almarhum itu buat laki-laki, dirahmati. Almarhumah itu buat perempuan, dirahmati. Jadi kalau ada ada orang atau teman Anda yang beranggapan itu tidak boleh seolah-olah sudah diampuni, sudah dirahmati.  Tentu bukan begitu maksudnya.  Ungkapan itu adalah harapan atau permohonan  doa saja.

 

 

Misal kita katakan “almarhum bapak fullan” itu artinya kita berdoa, semoga beliau bapak fulan itu dirahmati oleh Allah Swt. Bukan vonis atau memastikan bahwa beliau pasti dan sudah dirahmati oleh Allah Swt. Bukan itu maksudnya.

 

Namun yang perlu dipahami dan diperhatikan oleh kita selaku muslim, ungkapan atau sebutan  ‘almarhum dan almarhumah” itu tidak kita ucapkan kepada yang berbeda agama atau non muslim.  Ini merujuk pada surat At-Taubah ayat 113

 

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

 

 

“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.” ( QS. At Taubah: 113)

 

Jadi merujuk pada ayat ini maka sebutan almarhum dan almarhumah itu adalah doa, harapan semoga dirahmati Allah SWT. Maka kalimat itu tidak untuk orang yang berbeda agama karena ada larangan di surat At-Taubah itu.

 

 

Meskipun yang meninggal itu teman dekat, saudara, anak bahkan orang tua sekali pun. Selama mereka non muslim maka orang Islam dilarang mendoakan. Walau pun doa tersebut hanya dalam hati. Tetap tidak boleh mendoakan non muslim yang meninggal dunia.

 

 

Sementara kepada sesama muslim kan kita harus saling mendoakan. Nah itu panggilan untuk yang sudah wafat, sekaligus mendoakan. Doa ini diungkapan atau dimohonkan saat melakukan shalat jenazah, termasuk dalam shalat ghaib. Termasuk dalam doa diluar shalat jenazah, kita disunnahkan membaca doa kepada saudara-saudara kita sesama muslim. Seperti doa yang sering kita panjatkan,

 

 

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

 

Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”.  (QS. Al-Hasyr: 10 )

 

Mendoakan ampunan, rahmat dan kebaikan untuk sesama Muslimin merupakan hal yang sangat penting; bahkan sebagian Ulama mengkategorikannya di antara adab dalam berdoa. Bila seorang Mukmin berlaku demikian terhadap saudaranya, maka Allâh pun akan menjadikan saudaranya turut mendoakannya. Dan seorang Muslim mendapatkan manfaat dengan doa saudaranya yang muslim, baik ia masih hidup maupun telah meninggal.

 

Ini lah salah contoh akhlak dari seorang muslim kepada sama muslim lainnya selaku saudara seiman. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab . [ ]

 

 

BACA JUGA: Jenazah Dishalati 100 Orang, Apakah Langsung Masuk Surga?

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

970

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 750 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment