Kedudukan Anak Dalam Islam, 3 Hal Ini Yang Harus Orangtua Pahami  

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, insya Allah sekira dua bulan lagi saya akan melahirkan anak yang pertama. Segala persiapan termasuk nama anak insya Allah sudah kami lalukan. Terkait posisi anak sebagai generasi penerus, anak perhiasan dunia dan anak sebagai investasi akhirat kami belum begitu paham. Mohon pak ustadz berkenan menjelaskan lagi agar kami tidak salah mendidik. Mohon doanya juga semoga anak saya lahir sehat. Terima kasih. ( Fenny via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Tentu semua doakan semoga nanti anak Anda lahir dengan selamat serta ibunya sehat. Kemudian kelak menjadi anak yang shalih atau shalihah.  Sebagai calon orang tua apa yang Anda telah siapkan termasuk nama tentu sesuatu hal yang sangat  baik.

 

 

Namun tentunya yang lebih penting adalah menyiapkan cara mendidik serta mengasuh anak-anak kita sesuai dengan tuntunan dan ajaran agama yang berdasarkan Al Quran dan sunnah Rasulullah Saw.

 

 

Terkait pertanyaan Anda, saya rasa cukup bagus dalam rangka Anda menyiapkan anak-anak Anda kedepannya. Setidaknya ada 3 hal yang Anda tanyakan, sekaligus ini menjawab beberapa pertanyaan yang mempunyai kesamaan.

 

  1. Anak adalah generasi penerus

 

Salah satu tujuan orang menikah kemudian mempunyai anak adalah agar tidak terputus penerusnya. Contoh nyata adalah system pemerintahan kerajaan dimana tahta atau kedudukan kerajaan adalah akan diteruskan kepada putra mahkota. Ini adalah salah satu contoh saja.

 

 

Anak adalah harapan di masa yang akan datang. Tidak ada yang memungkiri ungkapan itu karena memang hal itulah yang akan terjadi. Oleh karena itu, sudah semestinya orangtua memberikan perhatian khusus dalam hal mendidik sehingga kelak anak menjadi para pengaman dan pelopor masa depan umat Islam.

 

 

Selain itu, sudah menjadi tanggung jawab setiap orangtua untuk mendidik anak-anaknya agar menjadi generasi yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Allah Swt. berfirman dalam salah satu ayat-Nya,

 

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

 

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (Q.S. An- Nisaa [4]: 9)

 

Untuk itu menyiapkan anak sebagai generasi penerus maka orang tua harus memperhatikan pemenuhan secara materinya ( sandang, pangan dan papan) serta pendidikannya.  Jangan sampai orang tua tidak memperhatikan kebutuhan pokok anak-anaknya yang bisa jadi atau menyebabkan anak-anak menjadi terlantar, tidak sekolah dan sebagainya.

 

  1. Anak sebagai perhiasan dunia

 

Tidak dipungkiri kedudukan anak juga akan mengangkat derajat dan martabat orangtuanya. Anak-anak yang mempunyai prestasi maka akan membuat bangga orang tuanya. Namun sebagaimana perhiasan lainnya, kita tidak diperkenankan untuk menyombongkannya. Allah Swt. berfirman,

 

 

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

 

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (Q.S. Al-Kahfi [18]: 46)

 

 

Bermodal empat pemahaman terhadap kedudukan anak tersebut, saatnya orangtua bangkit dan melaksanakan kewajiban utamanya terhadap anak, yaitu memberikan perhatian, pengawasan, dan pendidikan yang baik agar kelak mereka menjadi generasi yang dapat memberi manfaat bagi orangtua, bangsa, negara, dan agamanya.

 

 

Karena anak menjadi perhiasan maka sudah sewajarnya jika selaku orang tua kita harus menjaganya agar perhiasan tersebut tetap kemilau dan tidak luntur atau berubah bentuknya. Anak –anak yang lahir dalam keadaan fitrah atau suci dan bersih maka harus dijaga sifat fitrah tersebut yakni fitrah pada ketauhidan kepada Allah dan Rasul-Nya.

 

 

  1. Anak sebagai investasi akhirat

 

Ini adalah salah satu tugas berat orang tua. Meski demikian maka orang tua harus berusaha menjalaninya sesuai dengan amanah yang telah Allah berikan kepada ayah dan ibunya. Anak sebagai investasi akhirat maka kedudukan anak yang shalih dan shalihah akan mengalirkan pahala bagi orangtuanya.

 

BACA JUGA: Cara Mendidik Anak Agar Punya Sopan Santun

 

Selain berharap pada amal ibadah selama hidup di dunia, orangtua juga berharap bahwa anak yang telah dididik dengan susah payah akan mampu menyelamatkan mereka dari siksa api neraka. Ya, selain sedekah jariah dan ilmu yang bermanfaat, doa dari anak yang shaleh juga merupakan amalan yang pahalanya akan senantiasa mengalir meski kita sudah meninggal dunia.

 

 

Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila manusia mati maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariah, ilmu bermanfaat, atau anak shaleh yang mendoakannya” (H.R. Muslim).

 

 

Untuk itu marilah kita jadikan anak-anak kita tersebut ladang pahala bagi orang tuanya. Namun demikian untuk menjadikan mereka shalih dan shalihah maka sudah sewajarnya para orang tuanya juga berusaha untuk menjadi orang tua yang shalih dan shalihah sebagai keteladanan bagi anak-anaknya.

 

 

Inilah beberapa kedudukan dan posisi anak dalam kehidupan rumah tangga. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

780

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 1,136 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment