Istri Harus Taat Kepada Suami, Begini Penjelasannya

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz ,  menurut teman saya bahwa seorang istri itu harus taat atau menurut terhadap suaminya. Suami bekerja mencari nafkah dan istri mengatur rumah tangga dan mengasuh anak-anak. Kalau tidak taat pada suami maka istri tersebut masuk neraka. Apakah ada dalinya tentang itu? Bagaimana nasib wanita karir zaman  sekarang, apakah semuanya calon neraka.Taat atau nurut itu seperti apa? Suami pemimpin dalam rumah tangga itu apakah seperi bos atau raja yang harus dituruti? Mohon penjelasannya dan terima kasih. ( Sylvana via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Kembali harus dipahami dan dimengerti baik laki-laki sebagai suami atau calon suami, juga para wanita atau calon istri bahwa kewajiban mencari atau memberikan nafkah itu adalah para laki-laki atau suami. Allah Swt berpesan secara khusus kepada para suami, untuk benar-benar mencukupi nafkah istrinya,

 

 

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

 

 

“…….Kewajiban ayah (suami) memberi makan dan pakaian (nafkah) kepada para wanita (istri) dengan cara yang ma’ruf…..” (QS. Al-Baqarah : 232)

 

 

 

Jadi kewajiban bekerja atau mencari nafkah itu menjadi milik suami bukan istrinya. Apakah wanita atau istri bekerja menjadi haram atau tidak boleh? Tidak ada dalil yang melarang kalau wanita ingin bekerja dan berkarir.

 

 

Namun yang harus dipahami adalah kalau sudah menikah berarti dia punya pasangan, maka bicarakanlah setiap rencana dan keinginan tersebut dengan partenernya yakni suami. Apakah suami menyetujui atau tidak?.

 

 

Kemudian pekerjaaan istri itu seperti apa? Jadi ada beberapa kriteria seorang wanita atau istri itu boleh bekerja seperti: tidak boleh menampakkan auratnya, tidak boleh ikhtilat atau bercampur dengan laki-laki, tidak boleh hanya berduaan saja dengan lawan jenis dan sebagainya. Ini perlu penjelasan tersendiri.

 

Menurut saya kaum perempuan silahkan berkarir setinggi-tingginmya dan sekolah setinggi-tingginya, namun harus tetap ingat dan jangan sampai melupakan kewajiban-kewajiban spesifiknya. Ada saat anda menjadi wanita karir dan  ada saat anda menjadi seorang ibu bagi anak-anak dan istri  bagi suaminya

 

Lalu suami atau laki-laki sebagai pemimpin dalam rumah tangga itu seperti apa? Apakah seperti raja atau big boss atau boss besar yang segalanya harus dituruti? Tentunya tidak demikian. Terkait suami sebagai pemimpin ini bisa disimak dalam penjelasan Allah. Suami sebagai pemimpin atau qowwam bagi wanita atau istri itu  seperti disebutkan dalam firman Allah:

 

الرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللهُ

بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوْا مِنْ أَمْوَالِهِم

 

 

Para lelaki adalah qowwam bagi para wanita sebab keutamaan yang diberikan oleh Alloh kepada sebagian (lelaki) atas sebagian yang lain dan sebab yang mereka belanjakan dari harta mereka…” ( QS an Nisa’: 34)

 

 

Oleh sebagian orang atau khususnya kaum feminisme, ayat ini banyak disalah artikan sebagai sebuah dalil yang menyatakan bahwa lelaki atau suami adalah penguasa atas wanita. Wanita atau istri dianggap sebagai bawahan atau pesuruh yang bisa diapakan saja. Ini jelas anggapan yang salah dan jauh dari makna qowwam dalam Islam.

 

 

Qowwam diartikan sebagai orang yang banyak tanggung jawab. Dengan begitu makna ayat ini adalah bahwa lelaki (suami) memiliki banyak tanggung jawab kepada wanita (isteri). Dan memang pada kenyataannya demikian, lelaki kendati berhak mendapat pengabdian dari isteri tetapi di sisi lain banyak beban juga menumpuk di pundak lelaki atau suami.

 

 

Beban atau tanggung jawab tersebut seperti menafkahi, mengajari, mendidik istri dan anak-anaknya, membimbing dalam ketaatan dan ibadah kepada Allah dan sebagainya.  Jadi dalam rumah tangga, hubungan suami dan istri bukan seperti hubungan structural. Seolah-olah suami itu adalah bos dan seolah-olah suami adalah penentu segala-galanya.

 

 

 

Padahal dalam Al Quran, laki-laki itu di sebut “qowwam,”. Qowwam, artinya pemimpin namun bukan dalam arti hubungan struktural, bukan hubungan atasan-bawahan, tetapi qowwam di situ adalah pemimpin dalam konteks partnership.

 

Lalu ketaatan atau menurut seperti apa yang harus dilakukan seorang istri kepada suaminya?. Tentu ketaatan dalam hal kebaikan dan ketakwaan kepada Allah, misalnya istri wajib taat kalau suaminya mengajak shalat, mengajak shaum atau puasa sunnah, termasuk saat diajak hubungan suami istri dan sebagainya.

 

Selama istri dalam keadaan sehat dan tidak ada halangan secara syariat maka istri wajib taat dan patuh kepada suaminya. Istri juga tidak boleh pergi atau keluar rumah tanpa izin dari suami. Kalau istri ingin kerja misalnya, namun suami tidak mengizinkan maka istri tidak boleh nekad atau kerja begitu saja.Jadi keataatan atau kepatuhan istri kepada suami itu dalam hal kebaikan sesuai dengan perintah agama.

 

 

 

Sebaliknya istri tidak boleh taat dan patuh kepada suami selama suami mengajak atau menyuruh istri dalam kemaksiatan dan kemungkaran, misalnya suami mengajak ke dukun, ke diskotik, dugem, mengajak judi dan hal buruknya lainnya yang diharamkan dalam Islam maka istri wajib menolak dan tidak boleh taat. Jadi ketaatan istri kepada suami itu bukan ketaatan buta, melainkan ketaatan berdasarkan dan sesuai syariat agama.

 

 

Kemudian apa balasan bagi istri yang taat? Salah satunya adalah ia tergolong istri shalihah atau muslimah yang mulia yang balasannya kelak adalah surga. Coba simak sebuah hadits dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf, ia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,

 

 

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban )

 

 

Lalu dalam hadits yang lain ari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasaidan Ahmad )

 

 

Inilah beberapa keutamaan seorang istri yang taat dan patuh pada suaminya. Dengan ketaatan seorang istri, maka akan langgeng dan terus harmonis hubungan dalam rumah tangga. Hal ini akan sangat membantu untuk kehidupan dunia dan akhirat kelak.

 

BACA JUGA: Istri Pemarah,Ini Yang Harus Dilakukan Suami

 

Sebaliknya seorang istri yang membangkan atau istri tidak taat makan dijamin rumah tangganya tidak akan harmonis. Suami memerintahkan A, istri mengerjakan B. Suami menyuruh ke barat, istri pergi ke timur. Suami minta yang A, istri memberi yang B dan sebagainya. Maka sudah bisa dipastikan akan terjadi cek cok dan adu mulut dengan suaminya. Rumah tangga yang demikian tinggal menunggu bubarnya saja.

 

Begitu perbedaan antara istri yang taat dan istri yang membangkang. Demikian penjelesannnya semoga bermanfaat.

 

Nah, terkait bahasan membangun rumah tangga yang sakinah,mawadah dan penuh rahmah termasuk didalamnya bagaimana mengajak suami atau istri dalam kebaikan, Anda dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “MEMBINGKAI SURGA DALAM RUMAH TANGGA”. Didalamnya juga  ada tips dan trik bagaimana mengajak pasangan bersama-sama dalam ibadah, termasuk dalam ibadah shalat-shalat sunnah  . Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

(Visited 707 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment