Nabi Ibrahim Dibakar Tidak Hangus ? Selain Mukjizat, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Oleh: Ir. H.Bambang Pranggono MBA IAI*

 

 

PERCIKANIMAN.ID– – Alkisah, ketika Nabi Ibrahim a.s. dilemparkan ke dalam api oleh Raja Namruz, Allah swt. memerintahkan api supaya menjadi dingin sehingga Ibrahim selamat.

 

“Kami berkata, “Wahai api jadilah dingin dan selamat bagi Ibrahim.” (Q.S. Al Anbiyaa’ 21: 69)

 

 

At-Tabrisy dalam tafsir Majma’ul Bayan menguraikan kejadian itu menjadi tiga kemungkinan:

  1. Allah mengganti sifat panasnya api menjadi dingin.
  2. Allah membuat dinding antara api dengan Ibrahim sehingga tidak terasa panasnya.
  3. Karena dingin yang membeku pun bisa menyakiti Ibrahim, Allah melengkapi perintahnya kepada api agar menjadi dingin, tetapi selamat bagi Ibrahim.

 

Al-Wahidi menyampaikan berita dari Anas bin Malik bahwa malaikat Jibril yang diutus Allah menyelubungi Ibrahim dengan jubah dari surga. Sedangkan Sayyid Quthb dalam tafsir Fi Dzilalil Qur’an mengatakan bahwa hal itu adalah mukjizat khusus yang tidak usah dipertanyakan mengenai api yang bisa menjadi dingin, sebab tidak ada penjelasannya dalam Al Quran dan akal manusia tidak akan bisa menjangkaunya.

 

Betulkah hal itu tidak bisa dijelaskan secara ilmiah? Michel Talbot dalam bukunya Mysticism and the New Physics menjelaskan fenomena ajaib itu. Pada 19 Juli 1967, Arthur Paul, mantan direktur Foreign Economic Administration menyaksikan upacara tradisional di mana  seorang pendeta Tamil diikuti ratusan penduduk setempat, orangtua, dan kanakkanak berjalan bolak balik di atas batu bara pijar tanpa terluka dan tidak merasa kesakitan.

 

 

Sebelumnya di Surrey, Inggris, pada tahun 1935, English Society for Physical Research melakukan serangkaian tes.

 

Para fisikawan dan psikolog dari Oxford turut hadir menyaksikan dua orang India berjalan di atas api sepanas 500° C tanpa luka. Ada apa gerangan? Penjelasannya adalah api dan panas merupakan sebuah bentuk energi yang dampaknya dihasilkan oleh akselerasi vibrasi molekulmolekul yang akseleratif.

 

 

Menurut teori fisika baru, kesadaran manusia bisa memengaruhi materi. Fisikawan Jack Sarfatti berpendapat bahwa perilaku acak partikel-partikel dalam gerak Brown dapat dipengaruhi oleh aktivitas manusia atas kemauannya sendiri.

 

 

Kesadaran dapat menghasilkan sebuah medan biogravitasi yang dapat berinteraksi dan mengubah medan gravitasi pengendali materi. Maka, kesadaran pendeta Tamil dan orang India tadilah yang mengintervensi vibrasi molekul-molekul akselerasi dan menahan proses nyala api yang normal.

 

 

Persis seperti dalam ayat 69 Surat Al Anbiya di atas. Subhanallah, ternyata bukan hanya Nabi Ibrahim a.s. yang bisa selamat dari api. Dan memang tidak ada ayat Al Quran yang melarang manusia lain mengalaminya. Fenomena alam fisika yang aneh dalam Al Quran jangan terlalu cepat disebut mukjizat, yang mustahil bisa dilakukan manusia biasa, sehingga tidak usah dipikirkan.

 

BACA JUGA: Kisah Sumayyah, Mujahidah Pertama

 

Bukankah kita harus mentadaburi ayat-ayat Al Quran? Siapa tahu ayat-ayat tersebut adalah tantangan Allah untuk diwujudkan dengan ilmu pengetahuan. Wallahu a’lam bishshawab. [ ]

 

*Penulis adalah pendidik, pegiat dakwah dan penulis buku

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

970

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 294 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment