Suami Yang Buruk Akhlaknya, Apakah Cermin Istri Yang Buruk Juga? Begini Penjelasannya

Assalamu’alaykum. Pak Aam, Suami saya masih suka mabuk, kadang suka judi juga, saya curhat ke teman saya. Kata teman saya, berarti saya ini orang yang gak baik. Sebab di dalam Al-Qur’an perempuan baik untuk laki-laki baik, laki-laki tidak baik untuk perempuan tidak baik. Jadi kalau suami saya tidak baik berarti sayanya yang tidak baik. Bagaimana yang seharusnya? Mohon penjelasannya dan nasihatnya . Terima kasih. ( R via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Mungkin maksud teman Anda tersebut baik namun caranya yang tidak bijaksana dan pada tempatnya. Pernyataan teman Anda itu ada yang harus diluruskan. Coba Anda lihat di surat An-Nur ayat 3, mungkin teman Anda merujuk pada ayat tersebut tetapi salah memahami.

 

“alzzaanii laa yankihu illaa zaaniyatan aw musyrikatan waalzzaaniyatu laa yankihuhaa illaa zaanin aw musyrikun wahurrima dzaalika ‘alaa almu/miniina”

 

الزَّاني‏ لا يَنْكِحُ إِلاَّ زانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَ الزَّانِيَةُ لا يَنْكِحُها إِلاَّ زانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَ حُرِّمَ ذلِكَ عَلَى الْمُؤْمِن

“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mu’min” ( QS. An Nur: 3 )

 

 

Nah sering kali ayat ini disalah pahami oleh kita apa adanya. Apa yang terbaca diambil bulat-bulat tanpa membaca atau memahami tafsir lebih dalam. Padahal ayat Alquran itu tafsirnya oleh ulama tafsir kemudian ada asbanun nuzulnya atau kisah turunnya ayat. Sering kali ini tidak dibaca secara utuh.

 

 

Kalau Anda mempunyai suami yang tidak baik, langsung Anda yang dituduh kalau Andanya juga tidak baik. Tentu bukan seperti itu seharusnya. Demikian juga ada seorang laki-laki yang mendapat istri tidak sholeha, langsung dikatakan bahwa itu cerminan dirinya sendiri. Divonis, “Istri kamu seperti itu karena kamunya juga seperti itu.” Ini yang tidak bijak dan mudah menjudge seseorang sesuai dengan asumsinya sendiri.

 

Nah sering kali orang-orang membuat pernyatan seperti itu. Ayat ini menjelaskan bahwa, ayat ini berbicara dengan kepantasan. Jadi buka mencerminkan. Jadi kalau Anda orang yang baik-baik, carilah orang yang baik-baik juga. Kalau Anda ahli ibadah, masa iya Anda cari yang pemabuk.

 

 

Tetapi kalau ternyata setelah menikah suami atau istri Anda menjadi buruk, itu bukan berarti Anda itu buruk. Ini ujian bagi Anda, bagaimana keburukan suami atau istri menjadi ujian kesabaran kemudian istiqomah berbuat baik dan tidak terpengaruh menjadi buruk.

 

 

Kemudian ada orang yang bertanya, “Pak Aam, sebenarnya saya dulu pernah berzina. Apakah saya harus cari perempuan atau laki-laki yang berzina juga?”. Nah ini sebuah kekeliruan berpikir. Jadi kalau ada seseorang yang pernah berzina, dia boleh menikahi dan mencari pasangan yang lebih baik dari dirinya.

 

 

Kalau orang ini dulu pernah berzina karena tidak tahu kemudian ia sadar dan bertaubat lalu memperbaiki diri dengan amal shalih dan tidak mengulangi lagi maka orang ini boleh mencari padangan yang baik. Jadi ayat ini juga harus dihubungkan dengan surat Al-Furqon ayat 69-71

 

 

“(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” ( QS.Al Furqan: 68-71)

 

 

Nah ayat ini menjelaskan tentang bagaimana seseorang itu bertaubat, dan ia meningkatkan amal salehnya dengan penuh sungguh-sungguh. Maka Allah akan ganti keburukkannya dengan kebaikan. Jadi kalau ada seorang laki-laki pernha berzina. Lalu dia taubat, dengan sungguh-sungguh. Maka dia boleh mencari pasangan yang baik yang sholehah. Begitu juga dengan perempuan. Jadi jangan salah memahami ayat ini.

 

 

Masa lalu itu jadikan cermin untuk lebih hati-hati dan waspada dalam melangkah serta menapiki jalan kehidupan ini. Makanya yang Allah melihat itu kan bukan masa lalu kita. Tetapi yang Allah lihat itu kedepannya gimana.

 

 

Ada beberapa contoh masa lalu atau sekarang dimana ada seseorang yang yang dulunya merasa penuh dosa dan maksiat. Kemudian bertaubat, beramal shalih dan meninggal insya Allah dalam keadaan husnul khatimah yakni akhir hidup yang baik.

 

Untuk itu jika kita pernah khilaf atau berbuat dosa maka segera memohon ampun kepada Allah, kemudian segera bertaubat dan bersungguh-sungguh berbuat kebajikan. Kita harus bersungguh-sungguh bertaubat kepada Allah dan yakin bahwa taubat kita diterima oleh Allah. Dalam surat Az-Zumar ayat 53 Allah berfirman,

 

۞ قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

 

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ( QS. Az Zumar: 53 )

 

Dijelaskan dalam ayat tersebut juga dipertegaskan, bahwa jangan berputus asa dari rahmat Allah jikia kamu memang pernah berbuat dosa. Jika memang kamu bersungguh0sungguh bertaubat kepada Allah maka keburukan kamu akan diganti denga kebaikan.

 

BACA JUGA: Calon Istri Mengaku Pernah Berzina, Lanjut atau Putus ?

 

Inti dari taubat itu bukan sholat taubat. Tetapi tidak mengulangi lagi perbuatan dosa yang kita lakukan. Kalau kita sholat taubat terus-terusan tapi dosanya dulangi, itu sama saja. Namanya sholat taubatnya sia-sia. Sekalipun Anda tidak sholat taubat tapi Anda berhenti berbuat dosa dan tidak mengulanginya lagi, itu taubat yang sebenarnya. Makanya di dalam surat At-Tahrim ayat 8

 

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mu’min yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” ( QS. At Tahrim: 8 )

 

 

Kalau suami Anda masih seperti cobalah untuk bersabar dengan ujian itu sambil terus berdoa kepada Allah untuk dibukakan pintu hidayah-Nya. Berusahalah untuk terus menasihati dan mengingatkan serta mengajak suami meninggalkan dosa-dosanya untuk segera bertaubat dan mendekat kepada Allah.

 

 

Berdoalah dengan sungguh-sungguh dan ikhtiar dengan nasihat. Jadi keadaan suami sebagai ladang pahala bagi Anda. Teladani kisah Asiah istri Fir’aun yang tetap sabar dan tabah mempunyai suami yang demikian jahatnya.Kemudian ia memohon kepada Allah agar diberikan surga di akhirat nantinya.

 

BACA JUGA: Hukum Menikahi Calon Yang Pernah Berzina, Boleh atau Terlarang ?

 

Kalau Anda tidak mampu menasihati suami, boleh minta tolong pada saudara atau orang lain yang mampu. Anda juga bisa mengajaknya ke pengajian, majelis taklim, minimal minta diantar dulu. Atau berikan bacaan atau buku-buku kisah dan inspirasi Islam sehingga hatinya tergerak untuk berubah. Mudah-mudahan dengan ikhtiar tersebut sedikit mampun membuka jalan hidayah kepad suami. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Nah, terkait dengan pembahasan dan tips membentuk serta membangun keluarga yang sakinah dan harmonis, Anda dan mojang bujang sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul, “INSYA ALLAH SAKINAH“. Dalam buku ini ada beberapa tips serta contoh kasus rumah tangga berikut solusinya dikemas dengan pembahasan sesuai tutunan Islam dan mudah dipahami. Wallahu’alam bishawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

895

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 1,221 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment