Ciri Shalat Yang Khusuk, Apa Saja ?

 

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz, kalau  ciri atau kriteria shalat khusyu itu seperti apa?. Apakah tanda shalat khusyuk shalatnya lama?. Ada yang mengatakan shalat baru dikatakan khusyu bila kita sudah tidak mendengar apa-apa dan hanya fokus kepada Allah atau tidak mengingat dunia lagi. Benarkah demikian? Bagaimana agar shalat kita khusyuk ?. Mohon penjelasannya. ( Tiwi via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Salah satu tanda shalat kita berkualitas adalah dikerjakan dengan khusyuk. Shalat khusyuk juga menjadi indikator keberuntungan seorang muslim.

 

 

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (١) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ (٢

 

 

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk’ dalam shalatnya,” (QS. Al Mukminun: 1-2).

 

 

Kemudian balasan bagi orang yang khusyuk dalam shalatnya adalah surga yang akan diwarisi. Jadi salah satu calon penghuni surga firdaus adalah orang khusyuk dalam shalatnya.

 

 

 

أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ (١٠) الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (١١

 

 

 

Mereka itulah orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus, Mereka kekal di dalamnya,” ( QS. Al Mukminun: 10 -11)

 

 

Khusyuk tidak dapat diukur dengan lama atau tidaknya shalat yang dilakukan oleh seseorang. Namun memang kebanyakan orang yang merasakan khusyuk akan berlama-lama dalam shalatnya karena ia merasakan ketenangan bersama Rabb nya. Ia akan menghayati setiap bacaan didalam shalat.

 

 

Kemudian khusyu juga tidak bisa diukur dengan tidak bisa mendengar apa pun selama shalat. Atau ia lupa terhadap dunia. Kalau tolak ukurnya demikian atau shalat khusyu seperti itu, saya yakin tidak mungkin ada orang yang bisa mencapai khusyu.

 

 

Karena, bila sampai tidak mendengar apa pun berarti orang itu sudah kehilangan kesadaran. Padahal, salah satu syarat sah salat adalah dilakukan dalam keadaan sadar. Bila kita sadar, pasti kita mendengar sesuatu. Coba sekarang kita lihat bagaimana salat khusyu menurut Rasul.

 

 

 

Suatu ketika, saat salat berjamaah Rasul memendekkan bacaan shalatnya. Hingga sahabat bertanya, “Selama bermakmun denganmu, inilah salat tersingkat. Ada apa, ya Rasul?” Lalu Rasul menjawab, “Tidakkah kamu mendengar suara tangis seorang anak? Pastilah ibu dari anak itu tidak akan khusyu salatnya bila mendengar tangis anaknya.”

 

 

 

Tentu saja Rasul berkata begitu karena dia mendengar suara tangis anak tersebut. Lantas, apakah shalat rasul dikatakan tidak khusyu? Mohon maaf, bila masih mengatakan bahwa salat khusyu itu tidak mendengar apapun, berarti sudah meragukan kekhusuan salat Rasul. Padahal, tidak ada seorang pun yang lebih khusyu salatnya dari pada Rasul.

 

 

 

Itu tandanya, indikator khusyu bukan terletak pada pendengaran kita ketika salat. Khusyu itu adalah ketika hati dan pikiran kita berada pada orbit shalat. Jikalau kita sedikit melenceng, segeralah kembali ke orbit tersebut. Karena, yang namanya khusyu itu adalah membaca doa dalam shalat dengan penuh penghayatan dan tumaninah dan sama sekali tidak ada kaitan dengan pendengaran.

 

 

 

Lalu bagaimana agar shalat kita menjadi khusyuk?. Ada hal yang harus diperhatikan untuk mencapai shalat khusyuk tersebut diantaranya:

 

  1. Mempersiapkan diri sepenuhnya untuk shalat

 

 

Kalau kita hendak shalat berjamaah di masjid maka berjalan ke masjid dengan penuh ketenangan dan tidak tergesa-gesa, lalu setelah sampai di depan masjid, maka masuk dengan membaca do’a dan keluar darinya juga membaca do’a, melaksanakan shalat sunnat Tahiyyatul masjid ketika telah berada di dalam masjid, merapatkan dan meluruskan shaf, karena syetan berupaya untuk mencari celah untuk ditempatinya dalam barisan shaf shalat.

 

  1. Tuma’ninah

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu tuma’ninah dalam shalatnya, sehingga seluruh anggota badannya menempati posisi semula, bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan orang yang buruk shalatnya supaya melakukan tuma’ninah sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam:“Tidak sempurna shalat salah seorang diantara kalian, kecuali dengannya (tuma’ninah).”

 

  1. Mengingat mati ketika shalat

 

Ini adalah salah satu cara agar kita dapat shalat dengan khusyu. Anggaplah setiap shalat adalah shalat terakhir kita dan selanjutnya kita yang akan dishalatkan. Hal ini berdasarkan wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Apabila engkau shalat maka shalatlah seperti orang yang hendak berpisah (mati)”. (HR. Ahmad )

 

  1. Memahami dan menghayati makna bacaan shalat

 

Alangkah baik jika kita dapat memahami sekaligus menghayati setiap bacaan shalat. Dengan memahami setiap bacaan shalat yang penuh dengan doa, pujian dan harapan ini maka shalat kita akan menjadi khusyu. Al-Qurân diturunkan agar direnungkan dan dihayati maknanya, sebagaimana firman-Nya:

 

 

Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran”. (QS. Shaad: 29)

 

 

Sikap penghayatan tidak akan terwujud kecuali dengan memahami makna setiap yang kita baca. Dengan memahami maknanya, maka seseorang akan dapat menghayati dan berfikir tentangnya, sehingga tak jarang saat shalat ada orang yang mengucurlah air matanya, karena pengaruh makna yang mendalam sampai ke lubuk hatinya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

 

Nah, terkait pembahasan bab shalat ini lebih detail berikut dalilnya, Anda, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU?“. Didalamnya ada pembahasan bab praktik shalat berikut contoh-contohnya. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

950

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

 

(Visited 721 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment