Kenikmatan Hidup Itu Ada Dalam Ketaatan Kepada Allah, Ikatlah Dengan Doa

 

PERCIKANIMAN.ID – – Merasakan kenikmatan, ketenteraman, dan kebahagiaan ketika melaksanakan ajaran-ajaran agama serta perasaan nyaman dan damai ketika bergabung dengan orang-orang yang saleh merupakan salah satu nikmat beragama.

 

 

Betapa banyak orang yang merasa tersiksa saat harus melaksanakan ajaran-ajaran agama; merasa terbebani saat melaksanakan shalat, merasa berat untuk berinfak, atau merasa menderita saat berpuasa. Jadi, kalau kita merasakan nikmatnya beragama, ini adalah nikmat tak terhingga yang harus kita syukuri.

 

 

 

Sesungguhnya, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.” (Q.S. Al-Insān [76]: 3)

 

 

Orang yang mendapatkan kenikmatan beragama berada dalam situasi yang bercahaya, sedangkan orang yang tidak melaksanakan ajaran-ajaran agama berada dalam situasi kegelapan (jahiliah).

 

 

Diumpamakan di dalam Al-Qur’an seperti orang yang buta, sama saja baginya apakah ia berada dalam keadaan gelap gulita atau di siang hari, karena hatinya sudah tertutup. Tertutup oleh kejahilan, kebingungan, kesesatan sehingga tidak dapat memahami ayat-ayat dan tanda-tanda kekuasaan Allah.

 

 

Untuk itu kita dianjurkan untuk senantiasa berdoa untuk selalu berada dalam ketaatan kepada Allah Swt. Hal ini sesuai dengan pesan Rasul dalam haditsnya  dari ‘Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash berkata bahwasanya ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

 

إِنَّ قُلُوبَ بَنِي آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

 

 

Sesungguhnya hati semua manusia itu berada di antara dua jari dari sekian jari Allah Yang Maha Pemurah. Allah Subhanahhu wa Ta’ala akan memalingkan hati manusia menurut kehendak-Nya.” Setelah itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa;

 

 

Allahumma mushorrifal quluub shorrif  quluubanaa ‘ala tho’atik

 

[Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu!]  ( HR. Muslim).

 

 

Oleh karena itu, syukurilah nikmat beragama dengan terus-menerus menelaah ajaran-ajaran-Nya, melatih amalan-amalan yang dicontohkan Rasulullah Saw., dan mencari sahabat-sahabat saleh yang mendukung saat kita menjalankan ajaran-ajaran Allah Swt. Itulah di antara ekspresi rasa syukur kita atas nikmat beragama yang Allah berikan.

 

 

Dengan merenungi nikmatnya beragama, semakin membuat kita merasakan betapa nikmat Allah swt itu tak terhingga. Dan semakin mendorong kita untuk berbuat amal saleh yang diridoi-Nya, serta membuat kita berusaha untuk berada pada lingkungan orang-orang saleh. Semoga kita senantiasa dalam ketaatkan kepada Allah. Aamiin. [ ]

 

 

Disarikan dari buku “ DOA ORANG-ORANG SUKSES” karangan Dr.Aam Amiruddin,M.Si

 

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

960

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 488 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment