Sibuk Dengan Pekerjaan ? Begini Cara Tetap Bisa Berbakti Kepada Orang Tua

orangtua

Assalamu’alaykum, Pak Aam, bagaimana cara berbakti kepada orang tua? Sementara saya sibuk sekali dengan pekerjaan dan keluarga. Saya tinggal di luat kota dan belum tentu sebulan sekali bisa mengunjungi orang. Jadi kesannya saya itu tidak berbakti kepada orang tua karena terlalu sibuk. Mohon nasihatnya. ( Fajar via fb)

 

 

Wa’alaikumsalam ww.  Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Sebagaimana yang kita tahun mayoritas ulama sepakat bahwa hukum berbakti kepada orang tua itu wajib. Allah memerintahkan dalam Al-Qur’an agar berbakti kepada kedua orang tua sebagaimana yang difirmankan di dalam surat Al-Isra’ ayat 23.

 

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

 

“Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepadaNya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut disisimu maka janganlah katakan kepada keduanya ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya”  (QS.Al-Isra : 23)

Inilah kaidah umum tentang dalil berbakti pada orang tua. Hanya rincian dan detailnya tidak dijelaskan dalam Alquran dan Hadits. Tentu disesuaikan dengan kesanggupan dan kemampuan setiap orang. Bisa jadi A dalam berbakti kepada orang tuanya berbeda dengan B, baik ukuran maupun bentuknya.

 

 

Ada anak yang bisa berbakti kepada orang tuanya dengan mengunjungi dan memasak makanan setiap hari, karena rumahnya dekat dan mampu melakukannya. Namun ada anak yang hanya bisa mengunjungi orang tuanya hanya setahun sekali, karena mampunya seperti itu.

 

Ada juga ada anak yang bisa berbakti kepada orang tuanya dengan memberikan fasilitas hidup layak, memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya, misal ada bisa menemani dan mengantar ibunya ke pengajian setiap minggu, memberikan mobil berikut sopirnya agar ibu bisa kemana-mana bahkan ada yang mengumrohkan orangtuanya.

 

Namun ada juga anak yang hanya mampu mengunjunginya seminggu sekali dengan membawa oleh-oleh atau buah tangan seadanya. Sekali lagi dalam berbakti kepada orangtua tidak ada ukuran dan bentuknya yang standart atau harus sama. Intinya sebagai anak kita berbakti kepada orangtua dan sebaliknya haram hukumnya durhaka kepada orangtua.

 

 

Lalu bagaimana kalau anak sibuk? Tentu kita hidup di zaman modern yang ditandai dengan revolusi teknologi komunikasi yang canggih, kita bisa memanfaatkan hal ini. Jadi manfaatkan seluruh media komunikasi untuk berinteraksi dengan orang tua. Kalau orang tua Anda bisa memekai hp, apa susahnya Anda memberikan perhatian melalui telepon? Minimal tanya keadaan mereka.

 

 

Ingat, orang tua tidak mengharapkan balas jasa materi atau harta dari anak-anaknya. Orang tua kadang ditelepon anaknya itu senangnya luar biasa. Jangan menghilang begitu saja. coba telepon coba sms atau sekedar kirim foto. Kan sekarang sarana komunikasi ini sudah beragam bahkan bisa melakukan video call segala sehingga kita bisa berkomunikasi seolah-olah kita sedang dihadapannya. Jadi manfaatkan yang ada.

Nabi mengatakan. “Lakukan semampu yang kamu bisa.”

 

Jadi artinya bakti kita kepada orang tua. Karena kita sibuk, ya lakukan yang bisa kita lakukan. Bisanya telepon yaa silakan rutin telepon, tanyakan keadaan. Kalau Anda punya rezeki, Anda bisanya mengirimkan rezeki tersebut. ya lakukan. Kirim tiap bulan atau kirim setiap ada rezeki lebih. Itu juga bagian dari berbuat baik kepada orang tua.

 

 

 

BACA JUGA: Orang Tua Menganggap Dirinya Selalu Benar, Bolehkah Menentangnya?

 

 

 

Kalo boleh saya formulasikan. Cara berbuat baik kepada orang tua itu ada 4:

  1. Selalu mendoakan. Agar beliau selalu diberikan keberkahan, agar sehat, agar khusnul khotimah. Nah kalau beliau masih hidup doakan agar selalu dalam bimbingan Allah SWT.
  2. Coba Anda mengalah untuk hal-hal tidak terlalu prisipil. Misalnya ibu Anda ingin belanjanya ke pasar tradisional, mengalah saja. Ikut. Misalkan suatu saat Anda tawarkan untuk berbelanja, tetapi Ibu Anda inginnya ke pasar tradisional bukan ke pasar modern. Ya mengalah saja.
  3. Bicara dengan yang santun. Jadi jangan suka menggunakan nada yang tinggi. Lebih banyak mengalah ketika sedang berbicara. Ketika orang tua sedang berbicara, dengerin saja tidak usah melawan.
  4. Ringankan beban hidupnya. Kalau kita ada rezeki seperti misalkan orang tua tinggal sendiri dirumah lalau kita carikan asisten rumah tangga untuk meringankan pekerjaan rumahnya. Dananya dari kita. rutin tiap bulan mengirimkan uang untuk keperluan sehari-hari juga termasuk. Itu bakti kita terhadap orang tua.

 

Jadi itu beberapa hal yang bisa dilakukan untuk berbakti kepada orang tua ketika memang kita sibuk sekali dengan pekerjaan.

 

 

Nabi berkata “Rugi, rugi, rugi.” Seorang sahabat bertanya, “Siapakah yang merugi Wahai Rasulullah? ”Kamu yang masih punya orang tua tetapi tidak menjadikannya pintu surga.”

 

 

Jadi kita masih punya orang tua berusahalah dia menjadi pintu surga kita. ini merupakan cara yang sangat bagus. Yaitu menyisihkan apa pun yang kita punya untuk berbakti kepada orang tua.

 

Selagi orangtua kita masih ada, baik keduanya atau salah satunya yang masih ada maka jadikan sebagai ladang pahala, mendulang amal shalih, jadikan orang tua sebagai tiket atau kunci menuju surga dengan bakti kita. Sebaliknya jangan sampai keberadaan orangtua justru membuatkan kedurhakaan, kemunkaran sehingga Allah murka.

 

BACA JUGA: Cara Berbakti Pada Orangtua Yang Sudah Meninggal 

 

Kalau Anda sangat sibuk, maka lakukan semampu Anda. Sampaikan alasan Anda tidak bisa mengunjunginya setiap hari atau sekedar sebulan sekali. Insya Allah orangtua akan paham. Demikian penjelasannya semoga bermanfat.

 

 

Nah, bagi Anda atau mojang bujang dan sahabat-sahabat sekalian yang ingin tahu cara berbakti kepada orangtua khususnya ibu, silakan baca saya yang berjudul “MULIAKAN IBUMU“. Didalamnya ada beberapa contoh cara berbakti berikut dalilnya. Insya Allah buku ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi baik bagi anak maupun para orangtua. Wallahu’alam bishawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 861 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment