Cara Agar Shalat Khusyu Dan Diterima, Begini Tipsnya

 

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz, ketika shalat terkadang pikiran saya ke mana-mana. Tak jarang saya terbayang atau teringat beberapa hal di luar shalat. Mohon dijelaskan bagaimana caranya agar shalat yang saya lakukan khusyu, tidak memikirkan atau mengingat hal-hal lain ketika shalat. Terima kasih ( Indah via fb)

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Kita harus berusaha agar shalat yang kita dirikan senantiasa berkualitas bukan hanya kuantitas atau banyak shalat yang dilakukan dengan shalat sunnah. Salah satu tanda atau indikasi shalat kita berkualitas adalah dilakukan dengan khusyu.

 

 

Orang yang mampu khusyu dalam shalatnya menjadi indikasi orang yang beruntung. Coba simak firman Allah dalam Alquran,

 

Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyu dalam shalatnya,” ( QS.Al Mukminun: 1-2)

 

 

Apa keberuntungan orang yang khusyu dalam shalat?. Ia termasuk orang yang kelak akan masuk atau menjadi salah satu penghuni surga firdaus,

 

Mereka itulah orang yang akan mewarisi,  (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus . Mereka kekal di dalamnya.” (QS.Al Mukminun: 10 – 11)

 

Kembali ke pertanyaan Anda. Perlu dibedakan antara terbayang-teringat-terpikir dengan membayangkan-mengingat-memikirkan sesuatu ketika kita sedang shalat. Kalau kita terbayang-teringat-terpikir suatu hal ketika sedang shalat, itu adalah sebuah ketidaksengajaan yang tidak dapat dihindari. Ini sangat manusiawi mengingat kita tidak bisa sepenuhnya mengendalikan kerja otak.

 

Terkadang, ketika shalat, tiba-tiba kita teringat letak kunci mobil yang sejak dua jam yang lalu kita cari tapi belum ditemukan. Ini tidak bisa dihindari dan di luar kuasa kita untuk mengarahkan kerja otak. Selama kita tidak sengaja mengingat-ingat di mana kunci mobil tersebut dan segera mengembalikan konsentrasi, maka tidak ada yang bisa melarang. Ini diperbolehkan.

 

 

Namun, yang tidak diperbolehkan adalah membayangkan-mengingat-memikirkan sesuatu dalam shalat karena itu berarti kita sengaja melakukan hal tersebut. Apalagi kalau kita terus-menerus membayangkan-mengingat-memikirkan sesuatu sepanjang shalat dan karenanya shalat yang kita kerjakan menjadi tergesa-gesa atau bahkan lupa bacaan atau jumlah rakaat shalat.

 

 

Perlu dicatat, khusu dalam shalat bukan berarti tidak mengingat apa pun. Orang yang khusu dalam shalat adalah mereka yang pikirannya berada dalam orbit shalat. Ketika sesekali pikirannya keluar dari orbit shalat, ia berusaha mengembalikan alam pikirannya pada orbitnya sebagaimana mestinya.

 

 

Suatu saat, Rasulullah Saw sedang menjadi imam shalat dan beliau memendekkan bacaan shalat karena mendengar suara tangis bayi. Ketika selesai shalat, salah seorang sahabat menanyakan alasan Rasul. Beliau menjawab, “Aku mendengar tangis bayi dan aku yakin ibu sang bayi tidak akan khusu shalatnya. Karenanya, aku memendekkan bacaan shalat agar sang ibu bisa segera menenangkan bayinya.” Dari kisah tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Rasul tetap peka terhadap situasi di sekelilingnya ketika sedang shalat sekalipun.

 

 

Agar shalat khusyu, tugas kita bukanlah meniadakan lintasan pikiran karena hal ini tidak mungkin. Yang dapat kita lakukan adalah mengusahakan agar lintasan pikiran lebih banyak berada di orbitnya. Beberapa tips yang dapat saya sampaikan di sini adalah:

 

  1. Jadikan shalat sebagai sebuah kebutuhan. Ini dapat dilakukan dengan cara menghadirkan hati ketika shalat serta merindukan shalat. Shalat bukan sekedar penggugur kewajiban sehingga ketika shalat hanya dilakukan agar gugur kewajiban sebagai seorang muslim

 

  1. Berjuang atau berikhtiar memahami makna setiap bacaan shalat sehingga kita terlibat intens pada setiap gerakan dan bacaan shalat. Resapi dan hayati setiap bacaan yang penuh dengan untaian doa dan permohonan itu.

 

BACA JUGA: Waktu Terlarang Mengerjakan Shalat

 

  1. Shalat harus sesuai dengan contoh Nabi. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Shalatlah kamu sebagaimana aku shalat.”

 

  1. Eliminasi faktor-faktor yang dapat mengurangi kekhusuan shalat. Misalnya, tidak mengerjakan shalat dalam keadaan perut lapar atau badan capek. Kalau lapar, sebaiknya sebelum mengerjakan shalat Anda makan terlebih dahulu. Demikian pula kalau kelelahan ketika akan mengerjakan shalat sebaiknya Anda istriahat terlebih dahulu.

 

Demikian beberapa tips atau kiat agar kita bisa mengerjakan shalat dengan khusyu. Cara agar shalat kita bisa khusyu bisa dimulai dengan shalat-shalat sunnah. Sebab dengan shalat sunnah misalnya tahajud atau dhuha kita sendiri yang menentukan lamanya juga bacaan suratnya. Lakukan secara kontinu , belajar dan terus belajar untuk bisa shalat khusyu dan jangan cepat menyerah. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Nah, terkait pembahasan bab shalat termasuk cara agar bisa shalat khusyu ini lebih detail berikut dalilnya, Anda, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU?“. Didalamnya ada pembahasan bab praktik shalat berikut contoh-contohnya. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

906

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 1,140 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment