Tip Mengatasi Istri Pemarah, Ini Yang Harus Dilakukan Suami

Pasutri Marahan

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya selalu mendambakan keluarga yang rukun dan harmonis seperti keluarga yang lain. Namun pada kenyataannya, istri saya adalah tipe wanita yang gampang sekali marah hanya karena masalah sepele. Kadang marahnya bisa berhari-hari. Ustadz, apa yang harus saya lakukan untuk menghadapi istri seperti ini? Mohon nasihatnya  ( Rian via fb)

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Perlu Anda pahami, setiap keluarga mempunyai permasalahannya masing-masing. Sebuah keluarga yang tampak dari luar rukun dan harmonis, belum tentu demikian pada kenyataannya. Satu yang tidak boleh Anda lupakan bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Pada kasus Anda, ketidaksempurnaan keluarga tersebut terletak pada istri yang sering marah-marah.

 

 

Hal yang dapat Anda lakukan adalah pertama, menerima kekurangan istri. Terima dia apa adanya. Jangan pernah membalas kemarahan istri dengan balik memarahi ataupun menggerutu. Lebih parah lagi, apabila Anda menyumpahi istri. Bukankah hal itu tidak akan dapat mengubah tabiat dan perangai istri Anda? Karena itulah Anda harus berlapang dada menerima kekurangan istri.

 

 

Kedua, wanita itu tercipta dari tulang rusuk pria. Ini adalah kiasan. Maksudnya adalah sifat wanita mirip dengan tulang rusuk yang bengkok. Apabila Anda meluruskan dengan paksa, tulang tersebut akan patah. Namun apabila Anda membiarkannya, tulang tersebut akan tetap (atau bahkan bertambah) bengkok. Karena itulah, Anda harus meluruskan (baca: mendidik) istri dengan cara halus dan perlahan. Kesabaran dalam memberikan nasihat dan pengertian, insya Allah dapat meluluhkan hati dan mengubah perilaku istri Anda menjadi lebih baik.

 

 

Pada tataran praktis, hal ini tidak mudah dilakukan mengingat laki-laki adalah sosok dengan ego yang tinggi. Ego inilah yang terkadang membuat laki-laki enggan mengalah. Nah, di sinilah diperlukan kedewasaan Anda untuk tidak memperturutkan ego pribadi. Ini demi menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga yang Anda pimpin.

 

Ada beberapa cara atau tips dalam menghadapi seorang istri yang pemarah ini,

 

Pertama, sabar

 

Cara atau metode terbaik dalam menghadapi setiap masalah termasuk menghadapi istri pemarah , yakni dengan sabar dan shalat. Allah memerintahkan kita agar memohon pertolongan kepada-Nya dengan sabar dan sholat,

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

 

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 153).

Sabar menghadapi istri yang marah adalah dengan tidak membalasnya dengan apapun, baik berupa ucapan atau pun tindakan. Seperti yang diteladankan Sayyidina Umar, beliau mengamalkan kesabaran dengan sempurna, yakni menahan diri untuk tidak terjebak emosi. Beliau memilih diam, mendengarkan dengan tabah dan terus berusaha mengingat-ingat kebaikan sang istri.

 

Kedua, adil

 

Adil disini maksudnya seorang suami lebih banyak mendengar keluhan atau ungkapan istri. Sungguh, mendengarkan kemarahan istri bukan sebuah kelemahan. Justru itulah kekuatan sejati seorang suami. Sebab, dengan seperti itu, keutuhan rumah tangga tetap terjaga, cinta kasih tetap terawat dan tentu saja kehidupan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah perlahan-lahan dapat diwujudkan.

 

Selain itu, sikap tersebut akan mencegah terjadinya perang mulut, adu argumentasi atau pun debat yang merugikan, yang jika tidak hati-hati justru terdengar anak-anak dan akan berdampak negatif terhadap perkembangan psikologi anak-anak kita sendiri.

 

Islam memerintahkan  kita agar berlaku adil kepada semua mahluk. Apalagi istri dan keluarga.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاء لِلّهِ وَلَوْ عَلَى أَنفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالأَقْرَبِينَ

 

Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu .” (QS: An-Nisa’: 135)

 

Ketiga, memaafkan

 

Seorang suami harus memiliki hati yang luas, sehingga tidak mudah tersinggung, sakit hati apalaagi sampai terbawa emosi berbalik memarahi istri.

 

Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan termasuk istri kita. Islam telah memberikan anjuran untuk saling memaafkan. Jadi, terhadap kesalahan istri, termasuk kemarahannya, berlapang dadalah untuk memaafkan. Utamakanlah hal-hal penting, besar dan urgen dalam keluarga.

 

 

Abaikan hal-hal yang hanya menimbulkan perdebatan dan kemarahan. Perbanyaklah mengingat kebaikan, jasa-jasa dan kasih sayang yang telah istri berikan. Dan, Ingatlah selalu, bahwa Allah Maha Pemaaf.

 

فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

 

“..Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu [246]. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” [(QS Ali ‘Imran [3] ; 159)]

 

Seorang istri yang marah ada alasannya meski meluapkan kekesalan dengan marah-marah juga bukan sikap atau cara menyelesaikan masalah. Istri marah berlebihan apalagi sampai berhari-hari juga salah namun suami juga tidak boleh membalasnya dengan kemarahan. Memaafkan istri yang marah adalah solusi mulia dan sikap suami yang bijak.

 

BACA JUGA: Cara Menghadapi Istri Egois

 

Nasihati dan beri pemahaman pada istri bahwa dalam marah tidak boleh sampai 3 hari lamanya. Apalagi marahan kemudian keluar rumah atau pergi ke rumah orang tua. Ini jelas bukan sikap dewasa seorang istri. Untuk itu nasihati dan maafkan.

 

 

Setidaknya dengan tiga hal ini, insya Allah para suami akan lebih bijak dalam menghadapi istrinya ketika marah. Suami harus bisa menjadi pemimpin yang bijak, adil dan penyayang dalam mengarahkan bahtera rumah tangganya, sehingga terbentuklah keluarga berkualitas, yang bisa diandalkan untuk lahirnya generasi-generasi Islam unggul masa depan. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait dengan pembahasan dan tips membentuk serta membangun keluarga yang sakinah dan harmonis, Anda dan mojang bujang sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul, “INSYA ALLAH SAKINAH“. Dalam buku ini ada beberapa tips serta contoh kasus rumah tangga berikut solusinya dikemas dengan pembahasan sesuai tutunan Islam dan mudah dipahami. Wallahu’alam bishawab. [ ]

 

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

960

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 540 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment