“Tertutup” Jodoh, Bolehkah Bertanya Pada Paranormal ?

Assalamu’alaykum. Pak ustadz, saya wanita usia 29 tahun yang sudah cukup umur untuk menikah, namun sampai saat ini belum ada calon yang dirasa cocok. Menurut teman, mungkin ada yang “menutupi” jodoh saya sehingga harus dibuka. Katanya cara “membuka” bisa datang ke orang pintar atau paranormal. Bagaimana hukumnya?. Bolehkah saya menanyakan dan minta dibukakan jodoh pada “orang pintar”?. Sebab orang pintar tersebut juga shalat dan wiridan. Mohon nasihatnya ( Hen via fb)

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Membina keluarga dan berumahtangga adalah dambaan setiap manusia dan sunatullahnya manusia itu berpasangan atau berjodoh. Namun yang perlu dipahami bahwa jodoh itu adalah rahasia Allah. Meski demikian kita diwajibkan untuk melakukan ikhtiar.

 

 

 

Jadi yang namanya jodoh atau istilahnya pasangan hidup itu antara takdir dan ikhtiar. Takdir artinya kita sudah ditentukan atau ditakdirkan dengan siapa kita berjodoh atau siapa jodohnya. Namun untuk bisa ketemu jodoh, kita juga dituntut untuk melakukan ikhtiar atau usaha.

 

 

 

Kalau usia kita sudah cukup untuk menikah, lalu berusaha mencari calon pasangan yang kira-kira cocok, itu merupakan amal yang mulia, sebab secara sunatullah kita membutuhkan pasangan. Namun kita pun harus sadar bahwa jodoh ada di tangan Allah swt., kita hanya diwajibkan berusaha.

 

 

Ikhtiar yang kita lakukan tentunya harus mengikuti rambu-rambu yang telah ditetapkan. Bertanya masalah jodoh atau tentang hal-hal gaib lainnya kepada “orang pintar” (paranormal), haram hukumnya. Perhatikan keterangan berikut,

 

 

“Barangsiapa mendatangi “orang pintar” (paranormal), kemudian menanyakan sesuatu kepadanya, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari.” (H.R. Muslim)

 

 

Abu Hurairah r.a. berkata, Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa mendatangi seorang dukun kemudian mempercayai apa yang dikatakannya, maka ia telah mengufuri apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.” (H.R. Muslim)

 

 

“Barangsiapa yang mendatangi paranormal atau dukun, kemudian mempercayai apa yang telah mereka katakan, maka ia telah mengufuri apa yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.” (H.R. Abu Daud)

 

 

“Tidak termasuk golonganku, yaitu orang yang meramal nasib dan minta diramal nasibnya, atau yang mempraktikkan perdukunan atau minta didukunkan, atau yang minta sihir atau disihirkan untuknya. Barangsiapa yang pergi kepada seorang dukun dan mempercayai apa yang dikatakannya, maka ia telah mengufuri apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.” (H.R. Bazar)

 

 

Intinya dukun dan paranormal itu sebenarnya sama saja, hanya beda nama saja sementara cara kerjanya atau dalam praktiknya sama aja. Dulu disebutkan dukun yang ciri khas pakaian serba hitam, membakar kemenyan, dupa dan lain-lain.

 

 

Namun seiring dengan perkembangan zaman sebutan dukun itu berubah menjadi paranormal. Pakaiannya juga berubah bahkan disesuaikan dengan kliennya, ada yang pakai jas, dasi bahkan ada yang memakai pakaian seperti ulama atau ahli ibadah. Padahal sejatinya dukun dan paranormal itu juga.

 

 

Jadi kesimpulannya, kita diperintahkan untuk berusaha mendapatkan jodoh yang saleh. Namun, upaya yang dilakukan harus islami. Bertanya masalah jodoh kepada “orang pintar”, dukun, peramal,  atau paranormal hukumnya haram.

 

 

Lalu bagaimana ikhtiar yang dibolehkan? Ada banyak tuntutanan yang bisa dilakukan, salah satunya Anda tetap beramal shalih, doa, shalat-shalat sunnah dan bergaul dengan orang-orang shalih, datang ke pengajian, ikut pelatihan atau seminar pra nikah yang sesuai syariah. Pantaskan diri kita menjadi pribadi yang shalih shalihah sehingga jodoh atau pasangan kita juga shalih dan shaliha.

 

 

Atau Anda boleh meminta tolong kepada saudara, teman atau orang tua atau guru mengaji Anda untuk dicarikan jodoh. Ini boleh dan tidak melanggar syariat. Kemudian kalau ada yang merasa cocok boleh melakukan ta’aruf yang disertai mahramnya. Ta’aruf bukan pacaran. Tetapi saling mengenal dengan niat untuk berumah tangga. Kalau cocok boleh dilanjutkan dengan mengkhitbah atau melamarnya tetapi kalau dirasa tidak ada cocokan boleh tidak dilanjutkan.

 

BACA JUGA: Sulit Dapat Jodoh, Apakah Diganggu Jin ?

 

Inilah beberapa ikhtiar dalam rangka menjemput jodoh yang dibolehkan sesuai syariat Islam. Menikah dan berumahtangga adalah salah satu bentuk ibadah bagi seorang muslim maka lakukan dengan jalan dan cara yang benar sehingga kelak rumah tangga yang Anda jalani menjadi sakinah, mawadah dan penuh rahmah. Tetap optimis bahwa Allah akan mempertemukan jodoh Anda. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

Nah, terkait bahasan membangun rumah tangga yang sakinah,mawadah dan penuh rahmah termasuk didalamnya bagaimana mengajak suami atau istri dalam kebaikan, Anda dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “MEMBINGKAI SURGA DALAM RUMAH TANGGA”. Didalamnya juga  ada tips dan trik bagaimana mengajak pasangan bersama-sama dalam ibadah, termasuk dalam ibadah shalat-shalat sunnah  . Wallahu’alam. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 555 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment