Shalat Berjamaah Bagi Laki-laki, Apakah Harus Selalu Di Masjid?

Assalamu’alaykum. Pak Aam, apa benar hukum sholat wajib itu di masjid? Sedangkan saya sering sholat dirumah karena mengimami istri dan anak saya.Mohon penjelasannya. ( Bagas via fb )

 

 

Waalaikumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Memang kalau berbicara lebih afdol itu bagi laki-laki adalah melaksanakan sholat wajib di masjid. Di masjid itu keutamaannya jauh lebih baik bagi laki-laki daripada sholat dirumah. Itu sudah disepakati oleh keterangan-keterangan yang shahih, bahwa laki-laki itu baiknya di masjid.

 

 

Hal ini merujuka pada keterangan dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim, yang berbunyi,

 

أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَجِبْ

 

 

“Seorang lelaki buta menjumpai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak memiliki seorang penuntun yang bisa menuntunku berjalan ke mesjid.’ Kemudian ia memohon kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar diberikan keringanan sehingga dia boleh shalat di rumahnya, lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membolehkannya. Ketika orang tersebut berpaling pergi, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilnya dan berkata, ‘Apakah kamu mendengar azan shalat?’ Ia menjawab, ‘Iya.’ Beliau pun menyatakan, ‘Maka datangilah!’”

 

 

Inilah dalil yang oleh sebagian ulama dijadikan sandaran atau rujukkan bahwa shalat wajib bagi seorang muslim yang telah baligh adalah di masjid. Kemudian masalah afdol ini diantara ahli fiqih itu ada dua. Ada mengatakan itu wajib ada yang mengatakan itu sunnah muakad atau sunnah yang sangat diutamakan atau sangat dianjurkan.

 

 

Kalau saya mencoba menengahi, ya tentu saja kemabali kepada keadaan diri kita. Kenapa? Ada beberapa riwayat yang seolah-olah itu wajib dan juga ada beberapa riwayat seola-olah itu amalan sunnah. Dalilnya melahirkan multitafsir sebenarnya. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

 

مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ إِلَّا مِنْ عُذْرٍ

 

 

“Barangsiapa yang mendengar adzan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali bila ada uzur.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)

 

 

Hadits ini dinilai shahih oleh Syekh al-Albani. Nah kalau dari saya, semisal memang kita bisa untuk ke masjid, itu amalan yang paling afdol maka bersegeralah ke masjid. Kenapa? Karena langkah kaki kita ke masjid itu saja sudah menjadi pelebur dosa bagi kita. Langkah-langkah kaki kita juga insya Allah akan mendatangkan amal shalih dan pahala. Pahalnya shalat berjamaah di masjid adalah 27 derajat daripada shalat sendirian di rumah. Coba simak hadits Rasul,

 

 

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً.

Shalat berjama’ah itu lebih utama 27 (dua puluh tujuh) derajat daripada shalat sendirian.( HR. bukhari )

 

 

Kalau orang itu sholat dirumah, itu tidak akan dapat. Ada juga di salah satu riwayat, kalau kita sudah mengambil wudhu, lalu kita menunggu waktu adzan tunggu iqomah itu duduknya kita sama seperti pahala sholat. Jadi memang diakui bahwa sholat di masjid itu punya kredit poin yang banyak.

 

BACA JUGA: Tempat Terlarang Untuk Shalat, Perhatikan Yang Ini

 

Tapi memang ada situasi situasi yang memaksa kita untuk sholat dirumah. Sesuai denga hadits sebelumnya jika ada uzur atau alasan yang syariah, boleh shalat di rumah. Apakah itu sekali-kali kita menjadi imam untuk anak dan istri kita. Berati tidak ke masjid itu ada alasan.

 

 

Jadi memang diakui kalau sholat di masjid itu sangat sangat l;ebih baik daripada dirumah, kecuali memang ada pertimbangan seperti tadi. Sesekali mengimami istri dan anak dirumah menurut saya itu hal yang dapat dipertimbangkan. Atau ada yang punya ibu kakinya sudah lemah susah berjalan tetapi ingin berjamaah, akhirnya anaknya mengimami ibunya dirumah. Atau dirumah ada yang sakit, orangtua atau anak dan tidak ada yang menunggui sehingga khawatir kalau ditinggal bisa terjadi hal buruk maka yang demikian menurut saya itu bisa jadi pertimbangan untuk shalat di rumah. Dan insya Allah tetap akan berpahala.

 

 

Tetapi kalau Anda sehat, ada waktu luang dan aman untuk pergi ke masjid maka lebih afdhol atau utama jika Anda shalat berjamaah di masjid. Anda boleh atau bisa mengajak anak-anak Anda ke masjid sebagai salah satu pendidikan atau mengajari anak. Sementara istri Anda bisa shalat di rumah dan menjadi imam bagi anak-anak Anda yang perempuan. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait pembahasan bab shalat ini lebih detail berikut dalilnya, Anda, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU?“. Didalamnya ada pembahasan bab praktik shalat berikut contoh-contohnya. Wallahu’alam bishawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: istimewa

780

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 515 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment