Ibu Yang Keguguran, Benarkah Karena Banyak Dosa ?

 

Assalamu’alaykum. Pak ustadz, sebulan yang lalu saya baru keguguran anak yang pertama. Saya sangat sedih, menurut dokter itu karena kandungan saya lemah. Namun menurut saudara saya yang katanya baca dari buku kalau ibu atau wanita yang keguguran itu karena banyak dosa. Benarkah demikian? Dan bagaimana taubat dari dosa? Mohon penjelasannya dan terima kasih. ( Dwi via email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Tentu kita turut simpati dan empati pada apa yang sedang Anda alami. Semoga Anda sabar dan Allah mengganti dengan anak yang shalih dan shalihah.

 

 

Setahu saya tidak ada dalil baik ayat Alquran atau hadits yang menyebutkan bahwa ibu atau wanita yang keguguran itu disebabkan dosa-dosanya. Tidak ada itu. Kalau dosa atau salah tentu semua orang mempunyai dosa atau salah. Apa yang saudara Anda sampaikan tersebut bisa jadi informasi yang tidak bersumber atau tidak berdasar.

 

 

Kalau kita berbicara masalah hidup dan mati tentu itu adalah kuasa Allah dan manusia tidak bisa menundanya atau meminta ditangguhkan. Dalam Alquran ditegaskan Allah,

 

 

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

 

 

 

Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun..” ( QS. QS. Al-‘A`raf : 34 )

 

 

Maksud dari ‘umat’ adalah ‘manusia’. Jadi setiap manusia sudah mempunyai batas umur atau usianya kapan ia akan meninggal. Ada yang meninggal hingga usia tua sampai pikun, ada yang yang usia dewasa, ada yang meninggal diusia anak, meninggal di usia bayi, ada yang baru lahir langsung meninggal bahkan sebelum lahir Allah sudah memanggilnya atau meninggal dalam kandungan.Semua adalah kuasa Allah.

 

 

وَٱللَّهُ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ

 

“…..Allah menghidupkan dan mematikan…..” (QS. ‘Ali `Imran: 156)

 

Allah yang berkuasa dan berkendak untuk menghidupkan atau pun mematikan makhluk-Nya termasuk manusia. Dalam Islam tidak mengenal dosa turunan, jadi kalau orang tua banyak dosa kemudia berakibat buruk pada anaknya bahkan sampai anaknya meninggal gara-gara dosa orang tua. Itu tidak benar.

 

 

Secara medis bahwa yang dimaksud keguguran ada beberapa macam. Ada keguguran mengancam yang disebut abortus imminens. Pada keguguran seperti ini timbul mules-mules dan sudah timbul perdarahan. Kalau tidak dilakukan penanganan dengan cepat, janin akan didorong keluar oleh rahim.

 

 

Lebih berat lagi adalah keguguran incipiens, yaitu sebuah kondisi sudah ada pembukaan dari mulut rahim sehingga mencegah keguguran akan menjadi lebih sukar. Pada imminens, penanganan dengan cara menghilangkan mules masih bisa menyelamatkan kehamilan.

 

BACA JUGA: Hukum Wanita Yang Keguguran, Boleh Shalat atau Tidak ?

 

Tidak demikian halnya dengan incipiens, kalau sudah ada pembukaan dan mau mempertahankan kehamilan, pasien harus bed rest sampai tiba waktunya untuk melahirkan. Karena sudah ada pembukaan, kalau ibu hamil tersebut banyak berdiri, gravitasi akan menyebabkan tekanan pada selaput ketuban. Hal ini akan membuat selaput ketuban pecah dan janin akan keluar.

 

 

Lebih parah lagi kalau ketuban sudah pecah dan sebagian plasenta sudah keluar, tetapi janin belum keluar. Ini disebut keguguran yang tidak komplet. Jenis keguguran lainnya adalah misabortion. Yaitu janin meninggal tapi tetap tertahan lebih dari dua atau tiga bulan di dalam kandungan. Kondisi ini mengharuskan dilakukannya pengeluaran janin tersebut dengan cara kuretase.

 

 

Menurut penelitian, penyebab keguguran disebabkan oleh tiga faktor, yaitu faktor ibu, faktor anak, dan faktor yang tidak diketahui penjelasan medisnya. Faktor ketiga tersebut disebut sebagai faktor ilahiyah.

 

 

Penyebab keguguran sebesar 75-80% disebabkan oleh faktor anak. Kalau janin tidak sempurna, terutama kalau ada cacat genetik, janin tidak bisa menghadapi permasalahan di dalam rahim dan akhirnya meninggal. Semakin buruk kondisi genetik janin, semakin cepat terjadi keguguran.

 

 

Anak-anak yang cacat (dalam bentuk apa pun) sebenarnya mereka berasal dari janin-janin yang memiliki kelainan genetik relatif ringan karena masih bisa bertahan sembilan bulan di dalam rahim sebelum akhirnya terlahir. Mencermati kondisi ini, kita bisa melihat keguguran sebagai suatu proses seleksi alam, suatu proses seleksi ilahiyah.

 

 

Hal ini harus dijelaskan kepada pasien yang mengalami keguguran supaya mereka tidak terlalu bersedih karena memang ini adalah suatu proses. Kalau misalnya tetap dipertahankan dengan segala cara, dikhawatirkan janin tersebut kan lahir menjadi anak yang cacat.

 

 

Keguguran oleh faktor ibu bisa disebabkan oleh infeksi. Misalnya infeksi torch (toxoplasme other rubella citomigaluvirus herves/hiv) yang bisa menyebabkan kematian janin, cacat janin berat, dan keguguran. Salah minum obat-obatan atau makanan dapat pula menyebabkan keguguran. Seperti kita ketahui, pada tiga bulan pertama terjadi proses pembentukan. Ketika ada sesuatu yang mengganggu proses pembentukan tersebut, janin menjadi cacat dan dapat berlanjut pada keguguran.

 

Apalagi kasus Anda yang dokter menyebutkan bahwa keguguran Anda disebabkan karena kondisi kandungan Anda yang lemah sehingga janin tidak bisa tumbuh dan berkembang. Tentu Anda harus percaya pada dokter, sebab mereka berbicara dengan data ilmiah dan rasional. Sementara saudara Anda bicara hanya kata buku, yang entah berdasarkan apa atau karangan siapa.

 

Lalu bagaimana cara bertaubat dari dosa?. Kita harus yakin bahwa Allah itu Maha Pengampun segala dosa-dosa hamba-Nya. Dalam Alquran Allah Ta’ala berfirman,

 

 

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).

 

Kalau kita merasa telah berbuat salah atau dosa tentu harus segera bertaubat memohon ampun kepada Allah dan berjanji tidak akan mengulangi lagi dan jangan lupa kalau dosa atau salah kita berhubungan dengan orang lain maka segera minta maaf.

 

BACA JUGA: Makan Kurma Dapat Menguatkan Kandungan Pasca Keguguran

 

Anda harus bersabar dan berusaha ikhlas atas apa yang sedang Allah ujikan kepada Anda. Terus beristighfar dan berdoa semoga nanti Allah memberikan amanah atau karunia berupa anak kepada Anda yang lebih baik lagi. Ambil hikmahnya yang terbaik. Dengan kejadian keguguran tersebut Anda mempunyai pengalaman dan persiapan fisik dan mental untuk kehamilan berikutnya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: visimuslimah

860

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 443 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment