Ini Rekomendasi dan Evaluasi Kesehatan Haji 2018

PERCIKANIMAN.ID – – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyelenggarakan evaluasi masa operasional haji 1439H/2018M. Adapun jumlah jamaah haji tahun ini sebanyak 221.000 jamaah.

 

 

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Jusuf Eka Singka mengatakan secara keseluruhan penyelenggaraan kesehatan ibadah haji tahun ini berlancar lancar dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini turut didukung lembaga kesehatan seperti puskemas, dinas kesahatan dan lainnya.

 

 

“Penyelenggaraan kesehatan haji tahun ini berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Kita Kementerian Kesehatan temanya profesionalitas tenaga kesehatan dalam mendukung penyelenggaraan haji. Kementerian Kesehatan mendukung penuh penyelenggaraan haji,” ujarnya, Ahad (14/10/2018).

 

 

Menurutnya, ada beberapa rekomendasi dalam evaluasi penyelenggaraan kesehatan haji tahun ini antara lain, pertama Kementerian Kesehatan meminta Kementerian Agama mendukung program Istithaah jamaah haji.

 

 

Kedua, adanya penguatan intergrasi petugas kesehatan dengan petugas Kementerian Agama. Ketiga, Sistem Komputerisasi Terpadu bidang Kesehatan (Siskohatkes) yang telah terintegrasi dengan Siskohat dari Kementerian Agama.

 

 

“Jadi adanya peningkatan sikap dan perilaku jamaah haji Indonesia terhadap pola hidup sehat,” ucapnya.

 

 

Keempat, koordinasi dan hubungan kerja yang antara Kementerian Kesehatan dengan Kementerian agama, dibuktikan dengan dikeluarkannya surat edaran dari Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nomor 4001 Tahun 2018 dengan memasukan persyaratan Istithaah dalam pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH).

 

 

“Jadi pemeriksaan kesehatan jamaah haji perlu ditingkatkan tapi tahun ini tidak persoalan, semua berjalan lancar, jamaah haji yang tidak memenuhi syarat Istithaah yang tidak melunasi tidak menjadi persoalan,” ungkapnya.

 

 

Di sisi lain, pihaknya juga terus melakukan penanganan terhadap jamaah haji Indonesia yang mengalami sakit di tanah suci. Tim kesehatan terdiri dari dokter spesialis dan dokter umum, di mana setiap kloter jamaah haji terdapat satu dokter dan dua perawat.

 

 

BACA JUGA: Cara Dapat Jatah Haji Undangan Raja

 

 

“Jamaah haji yang sakit tetap kita tangani dan rawat selama operasional, paska operasional juga tetap kami tangani. Kemarin kita kirimkan dokter untuk memantau jamaah haji yang masih dirawat di Makkah dan Madinah,” ucapnya.

 

 

Terakhir, penanganan juga dilakukan pada jamaah haji Indonesia yang wafat. Di mana, tahun ini jamaah haji wafat tahun ini lebih rendah dari tahun lalu. “Sebab, pola pemeriksaan terhadap jamaah haji Istithaah di tanah air berjalan lebih baik, dan kemudian tahun ini jumlah tenaga kesehatan kembali normal kalau tahun lalu sempat dikurangi,” ucapnya. [ ]

Sumber: republika.co.id

5

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: kemenag

673

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

(Visited 35 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment