Tips Menghadapi Musibah Agar Bernilai Ibadah

banjir garut

PERCIKANIMAN.ID – – Setiap orang pasti bercita-cita agar jalan kehidupan yang ditapakinya selalu mulus dan membahagiakan. Namun kenyataannya tidak selalu demikian, kadang kita harus melewati perjalanan hidup yang menyulitkan, kadang timbul situasi-situasi yang tidak kita harapkan, situasi yang sangat menyakitkan.

 

 

Itulah yang disebut musibah. Jadi, musibah artinya peristiwa menyakitkan yang menimpa kita.  Banyak yang sadar bahwa kita harus tahan uji menghadapi musibah, namun tidak tahu bagaimana cara menghadapinya. Berdoa adalah satu satu sikap yang harus dimiliki setiap muslim saat menghadapi atau tertimpa musibah.

 

 

Introspeksi diri atau muhasabah adalah langkah berikutnya  dan menyadari bahwa musibah itu datangnya dari Allah. Mungkin hal ini, sikap atau keadaan dimana musibah menjadi ujian dari Allah Swt bagi hamba-Nya.

 

Ujian musibah ini harus segera menyadarkan kita bersama sebagai ujian dari Allah atau sebagai teguran karena kita sering mengingat-NYa. Musibah kehendak Allah dan tidak perlu ‘menyalahkan’ atau su’udzan kepada Allah. Kita harus menyadari bahwa setelah ujian musibah ini akan hikmah yang dapat kita petik.

 

Berikut tips atau kiat menghadapi musibah agar bernilai ibadah dan pahala.

 

1.Yakini bahwa musibah itu merupakan ekspresi cinta Allah Swt.

Bisa jadi musibah adalah bukti cinta Allah kepada hamba-Nya agar kita lebih matang dan dewasa dalam menghadapi persoalan. Tidak selamanya yang menyakitkan itu akan menjadi keburukan.

 

Bisa jadi peristiwa yang menyedihkan akan membuat kita lebih matang dan dewasa. Janganlah berprasangka buruk seolah musibah itu merupakan murka Allah Swt. Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw bersabda,

 

Barangsiapa yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik maka ia diberinya cobaan.” (H.R. Bukhari)

 

 

  1. Yakini musibah besar, pahala dan kasih sayang Allah juga besar.

Kita harus yakin bahwa semakin besar musibah yang Allah Swt. turunkan, makin besar pula pahala dan sayang  Allah yang akan dilimpahkan kepada kita.Dengan catatan, kita bisa menyelesaikan setiap ujian itu secara elegan dan dewasa.

Anas r.a. berkata, Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya besarnya pahala itu bergantung dengan besarnya cobaan. Sesungguhnya apabila Allah Swt. mencintai suatu kaum maka Allah akan mengujinya. Barangsiapa yang rela menerimanya, ia mendapat keridoan Allah, dan barangsiapa yang tidak menerimanya, ia mendapat murka Allah.” (H.R. Tirmidzi)

 

 

  1. Yakini bahwa musibah itu akan menghapuskan dosa-dosa.

Setiap manusia tidak luput dari salah dan dosa ata apa yang pernah kita kerjakan maka bisa jadi dengan adanya musibah sebagai cara Allah menghapus dosa-dosa tersebut. Abu Sa’id dan Abu Hurairah r.a. berkata, Nabi Saw. bersabda,

Seorang muslim yang tertimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan, dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri, semuanya itu merupakan penebus dari dosa-dosanya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

 

 

  1. Selalu berpikir positif.

Berpikir positif adalah bahwa apa pun yang menimpa diri kita akan menjadi kebaikan. Abu Yahya Shuhaib bin Sinan r.a. berkata, Rasulullah Saw. bersabda,

 

Sungguh menakjubkan sikap seorang Mukmin itu, segala keadaan dianggapnya baik dan hal ini tidak akan terjadi kecuali bagi seorang Mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan ia bersyukur, maka itu lebih baik baginya, dan apabila ditimpa penderitaan ia bersabar, maka itu lebih baik baginya.” (H.R. Muslim)

 

 

5. Yakini akan ada kemudahan.

Kita harus yakin dan percaya bahwa setelah menghadapi kesulitan kita akan mendapatkan kemudahan.

Sungguh, beserta kesulitan ada kemudahan. Sungguh, beserta kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Asy-Syarĥ [94]: 5–6)

 

 

6.  Selalu optimis

Tetap bahwa kita bisa menyelesaikan setiap musibah karena Allah Swt. tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan hamba-Nya.

Allah tidak membebani sese-orang melainkan sesuai dengan ukuran kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang dikerjakannya dan mendapat siksa dari kejahatan yang diperbuatnya…” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 286)

 

 

BACA JUGA: Doa Ketika Ditimpa Musibah

 

 

  1. Hadapi musibah dengan ikhtiar atau usaha.

Tidak bijaksana menghadapi musibah hanya dengan doa, tapi harus dibarengi juga dengan usaha untuk menyelesaikannya. Allah Swt. akan menilai seberapa keras usaha kita dalam menyelesaikan ujian-Nya.

Apabila kamu telah selesai mengerjakan suatu urusan, maka tetaplah bekerja keras untuk urusan berikutnya, dan hanya kepada Tuhanmu, hendaknya kamu berharap. (Q.S. Asy-Syarĥ [94]: 7–8)

 

 

  1. Hadapi musibah dengan doa,

Doa merupakan ekspresi kerendahan hati seorang hamba karena itu Allah Swt. sangat mencintai orang-orang yang rajin berdoa kepada-Nya.

Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan doamu.” (Q.S. Gāfir [40]: 60).

Itulah delapan langkah agar kita bisa menghadapi berbagai ujian kehidupan. Berdoa dan berikhtiar merupakan dua hal yang harus selalu berjalan beriringan. Wallahu a’lam.

 

Disarikan dari buku “ DOA ORANG-ORANG SUKSES ” karya Dr. Aam Amiruddin,MSi.

5

Red: admin

Editor: iman

Ilsutrasi foto: norman

896

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

(Visited 226 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment