Doa Dalam Menghadapi Musibah

PERCIKANIMAN.ID – – Setiap orang pasti bercita-cita agar jalan kehidupan yang ditapakinya selalu mulus dan membahagiakan. Namun kenyataannya tidak selalu demikian, kadang kita harus melewati perjalanan hidup yang menyulitkan, kadang timbul situasi-situasi yang tidak kita harapkan, situasi yang sangat menyakitkan. Itulah yang disebut musibah.

 

 

Jadi, musibah artinya peristiwa menyakitkan yang menimpa kita. Nah, saat musibah itu terjadi, secara spontan kita harus berdoa, innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun, Allahumma ajirnii fii mushiibatii wa akhluflii khairan minhaa.

 

 

 

Doa ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Ahmad, lengkapnya sebagai berikut, “Tidak ada seorang hamba pun yang ditimpa musibah, lalu ia mengucapkan ‘innalillahi wa inna ilaihi raaji’un, Allahumma ajirnii fii mushiibatin wa akhluflii khairan minhaa’, kecuali Allah akan mendampinginya dalam kemalangan dan akan memberi ganti yang lebih baik daripada itu.”

 

 

Mengapa saat ditimpa musibah kita harus mengucapkan doa tersebut? Karena apa pun yang terjadi di muka bumi ini atas izin dan kuasa Allah. Tidak ada yang terjadi secara kebetulan, semuanya atas kekuasaan Allah Swt. Jangankan musibah, daun yang gugur dari tangkainya pun atas sepengetahuan dan izin Allah Swt.

 

 

Kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya. Tidak ada yang mengetahui selain Allah. Allah mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur, yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauĥ Maĥfūź).” (Q.S. Al-An‘ām [6]: 59)

 

 

Banyak yang sadar bahwa kita harus tahan uji menghadapi musibah, namuntidak tahu bagaimana cara menghadapinya. Berdoa adalah satu satu sikap yang harus dimiliki setiap muslim saat menghadapi atau tertimpa musibah.

 

 

Introspeksi diri atau muhasabah adalah langkah berikutnya  dan menyadari bahwa musibah itu datangnya dari Allah. Mungkin hal ini, sikap atau keadaan dimana musibah menjadi ujian dari Allah Swt bagi hamba-Nya.

 

Ujian musibah ini harus segera menyadarkan kita bersama sebagai ujian dari Allah atau sebagai teguran karena kita sering mengingat-NYa. Musibah kehendak Allah dan tidak perlu ‘menyalahkan’ atau su’udzan kepada Allah. Kita harus menyadari bahwa setelah ujian musibah ini akan hikmah yang dapat kita petik.

 

 

BACA JUGA: Waktu -waktu Terkabulnya Doa

 

Dalam sebuah hadits dari Abu Yahya Suhaib bin Sinan Radhiyallahu anhu ia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

 

Sungguh menakjubkan urusan seorang Mukmin. Sungguh semua urusannya adalah baik, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang Mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan ia bersyukur dan itu suatu kebaikan baginya. Dan jika ia mendapat kesusahan, ia bersabar dan itu pun suatu kebaikan baginya. (HR.Muslim dan Ahmad )

 

 

Doa adalah senjata juga salah satu bentuk ibadah kepada Allah. Untuk sudah selayaknya jika ada musibah maka harus menjadi peluang dan ladang untuk beribadah. Semoga dengan sikap sabar kita dalam menghadapi musibah, Allah karuniakan kehidupan yang lebih baik lagi setelahnya.  Aamiin. [ ]

 

 

Disarikan dari buku “ DOA ORANG-ORANG SUKSES” karya Dr. Aam Amiruddin,MSi.

 

5

Red: admin

Editor: iman

Ilsutrasi foto: mozaikislam

896

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 511 times, 3 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment