Benarkah Membaca Al-Qur’an Lebih Utama Dari Sholat ? Begini Penjelasannya

Assalamu’alaykum, Pak Aam, maaf ada ustad yang menerangkan surat Al-Ankabut ayat 45 itu ditafsirkan bahwa lebih baik membaca Al-Qur’an ketimbang sholat sehingga lebih wajib baca Qur’an ketimbang sholat. Benarkah demikian ?. Mohon penjelasannya. ( Zul via fb )

 

Wa’alaykumsalam ww.  Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Saya pribadi tidak tahu yang dimaksud ustad menurut Anda itu seperti apa. Apakah orang yang sekedar bisa ceramah? Orang yang pandai beretorika atau pidato tentang agama? Atau orang yang baru bisa menerjemahkan Alquran kemudian ditafsirkannya sendiri?.

 

 

Sebab, maaf tanpa mengurangi rasa hormat saya bagi yang suka ceramah. Dalam masyarakat kita ini mudah sekali orang mendapat julukan atau sebutan ustad, kyai bahkan ulama hanya karena suka atau pandai ceramah. Sehingga setiap yang bisa ceramah langsung dipanggil ustadz, kyai dan sebagainya. Kemudian setiap ucapannya dijadikan rujukan atau pegangan.

 

 

Padahal bisa jadi ia baru belajar atau baru lulus dari kuliah atau pesantren sekali pun. Padahal jika kita merujuk kata ulama atau sekedar ustadz tidak sembarang orang dapat memakainya atau minimal dipanggil itu. Ulama itu orang yang mengerti betul akan ilmu agama, belajar bertahun-tahun pada ulama yang kredibel. Ia mempunyai rujukan kitab yang diakui ulama lainnya khususnya kitab-kitab klasik.

 

 

Jadi tidak sekedar bisa baca Alquran dan menerjemahkan kemudian menafsirkan semaunya atau menafsirkan apa yang dia ketahui tanpa rujukan dari ulama atau kitab yang terpercaya. Padahal sumber tafsir itu bisa dari Alquran artinya ayat yang satu menjelaskan ayat yang lainnya. Atau ayat Alquran ditafsirkan dengan hadits, atau ayat Alquran ditafsirkan oleh ulama tafsir yang terpercaya.

 

 

Bukan sekedar tahu arti atau terjemahannya, kemudian menafsirkan menurut logika sendiri atau kehendaknya saja.  Coba kita lihat ayatnya:

“ Bacalah Al-Qur’an yang telah di­wahyukan kepadamu (Muhammad) dan lak­sanakanlah salat. Sesungguhnya, salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Ketahuilah, salat itu lebih besar keutamaannya daripada ibadah lain. Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” ( QS.Al Ankabut:45)

 

Ini yang ditanyakan oleh ustadz menurut Anda bahwa membaca Al-Qur’an lebih baik daripada sholat. Alasannya utlu maa uuhiya ilayka, “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu”

 

Sehingga dipahami atau ditafsirkan bahwa membaca Alquran itu lebih utama ketimbang shalat. Nah ini yang disebut dengan gagal paham. Itu mirip seperti kejadi beberapa bulan yang lalu, ketika saya berhaji dapat postingan yang memang mengerikan, dikatakan bahwa Nabi Muhammad Saw sesat hanya dengan merujuk pada surat Ad-Dhuha ayat 7.

dan Allah mendapatimu sebagai seorang yang bingung lalu Allah memberikan petunjuk,” ( QS.Ad Dhuha:7 )

 

Kata “Dhollan” menurut dia diartikan sebagai “sesat” sehingga diartikan atau ditafsirkan “kamu Muhammad sesat…” . Ini yang namanya gagal paham dan menafsirkan dengan sembrono tanpa dalil dan rujukkan yang shahih.

 

 

Mungkin beliau hanya membaca Al-Qur’an baru sampai permukaan saja. Kalau kita bahas di Qur’an, akan jelas yang dimaksud “Dhollan” itu bingung. Tentu beda antara makna “sesat” dengan “bingung“.  Kan Nabi Muhammad pernah bingung. Bingung kenapa? Bingung melihat Khamr, zina, membunuh itu sudah menjadi kebiasaan. Nabi tuh bingung ini harus di bagaimanakan. Lalu Nabi itu merenung di Gua Hiro. Jadi diartikannya sebagai “Allah menemukanmu (Muhammad) bingung, lalu Allah meberikan arahan.” Tapi ada ustadz yang gagal paham.

 

 

Jadi memang ada orang-orang yang berceramah itu tidak pakai ilmu, ada orang yang semaunya gitu. Baca Qur’an itu kaya baca koran atau majalah. Memang benar kata “dhollan” itu bermakna sesat tetapi tidak selamanya bermakna sesat. Lihat konteksnya. Sama seperti kata “bisa” itu tidak selamanya bermakna racun. Tergantung konteksnya ada dimana.

 

 

Nah terkait dengan surat Al-Ankabut, maknanya kita ini diwajibkan untuk mendirikan sholat. Lalu didalam sholat itu baca Al-Qur’an. Jadi bukan berarti Qur’an itu wajib sementara Sholat itu nomor 2 itu cara berpikir yang keliru. Gagal paham jadinya.

 

 

Jadi dirikan Sholat, dan baca ayat Al’Qur’an ketika sholat. Itulah mengapa ketika kita sholat tahajud, sholat sendirian itu merasa afdol karena bacaan surat kita panjang. Bahkan Anda baca dalam riwayat Nabi Muhammad SAW pernah sholat malam, ada seorang sahabat  yang diam-diam menjadi makmumnya.

 

 

Ternyata nabi pada rakaat pertama membaca surat Al-Baqarah. Begitu selesei dan ternyata pada rakaaat pertama beliau membaca sampai surat An-Nisa, setelah itu baru ruku. Ini isyarat bahwa, ketika kita sedang sholat sendirian maka silakan membaca surat-surat Al-Qur’an sepanjang yang kita bisa.

 

 

Jadi ayat tersebut itu menyuruh sholat, lalu didalam sholat itu baca-bacaan Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu atau yang mampu kita hafal. Bukan kemudian ditafsirkan  baca Alquran lebih uatama daripada shalat. Boleh dibilang ustadz yang Anda dengarkan tersebut gagal paham dan serampangan dalam menafsirkan ayat Alquran.

 

BACA JUGA: 4 Kecenderungan Sifat Buruk Menurut Alquran

 

Ini juga sekaligus himbauan atau ajakan kepada kita semua untuk senantiasa belajar dan belajar serta menuntut ilmu. Belajar pada satu ustadz tentu tidak dilarang, namun jangan sampai menjadi jumud sehingga kalau bukan dari gurunya atau ustadz dianggap tidak sah atau tidak shahih. Ia hanya merujuk pada ustadznya saja, yang lain tidak benar atau tidak valid atau tidak layak diikuti. Ini adalah sikap yang salah.

 

 

Belajarlah pada banyak ulama atau ustadz sehingga bisa menjadi rujukan atau tidak hanya satu referensi saja. Bukankah dalam ulama madzab juga tidak hanya satu?. Ada Imam Syafii, Imam Hambali, Imam Hanafi, Imam Maliki. Ini menggambarkan bahwa selama rujukannya pada Alquran dan hadits khususnya hadits shahih kita boleh ambil.

 

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

780

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 325 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment