Tips Agar Anak Mudah Bergaul, Ini Yang Perlu Orang Tua Lakukan

Assalamu’alaykum. Pak Aam, anak saya usia 5 tahunan namun susah bergaul atau bermain dengan teman sebayanya. Bagaimana caranya agar ia bisa bersosialisasi? Mohon nasihatnya. ( Novita via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Orang tua perlu memahami dunia anak yang biasanya atau umum ceria dan selalu bergembira. Kalau anak Anda tidak senang atau kurang bergembira bermain dengan teman-temannya maka perlu ditelusuri penyebabnya. Inilah pentingnya komunikasi dengan anak sesuai dengan perkembangan usianya.

 

 

Pada anak yang kurang bisa bersosialisasi, ada dua kondisi yang harus kita perhatikan. Pertama, tidak pandainya anak bergaul bisa karena memang dia adalah tipe orang yang pendiam dan kedua, mungkin anak hanya membutuhkan lebih banyak waktu untuk beradaptasi dengan lingkungannya atau mungkin suasana dan teman yang baru.

 

 

 

Di sinilah peran orangtua untuk memecahkan persoalan anak tersebut dengan bijaksana, sabar dan pengertian dan bukan dengan cara yang otoriter karena hanya akan membuat anak semakin tidak mau bergaul.

 

 

 

Kalau anak tidak mau bermain dengan temannya mungkin ada sebabnya yang membuat anak Anda tidak nyaman atau senang. Coba Anda cari tahu baik lewat anak sendiri atau pun mungkin bisa lewat temannya. Kemudian cari solusinya.

 

 

 

Pada anak usia batita atau balita, orangtua harus memberikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dengan teman sebayanya. Jangan segan menyuruh anak bermain dengan anak tetangga atau sebaliknya yaitu dengan mengundang teman-teman sebayanya datang ke rumah.

 

 

 

Hal tersebut tentu lebih mendidik jiwa bersosialisasinya ketimbang anak diajak bermain di game zone. Selain dengan teman sebaya, anak juga harus dibiasakan bersosialisasi dengan orang-orang  yang usianya lebih dewasa seperti sepupu, kakak, om/tante, paman/bibi, serta kakek/nenek.

 

 

Kepandaian anak dalam bersosialisasi dengan lingkungan di sekitarnya turut pula membantu jiwa mandiri dalam diri anak. Ya, anak yang terlalu tergantung dan selalu dibantu oleh orangtuanya akan susah untuk bergabung dengan teman-temannya.

 

 

Kepandaian bersosialisasi ini akan sangat berguna ketika anak memasuki dunia sekolah dimana ia diharuskan berinteraksi dengan lingkungan yang baru, misalnya dalam acara sanlat atau perkajum. Dalam acara-acara tersebut, anak dituntut untuk dapat bersosialisasi dalam waktu yang singkat dengan teman-teman barunya.

 

 

Dalam acara tersebut pula, kemandirian anak diuji dengan malakukan kegiatan sehari-hari secara sendiri, semisal mandi, makam, memakai pakaian, dan lain sebagainya.Perlakuan over protective yang diberikan orangtua kepada anak juga akan mempengaruhi kemampuan anak dalam bersosialiosasi.

 

 

Berbagai larangan untuk tidak bermain dengan teman-teman tertentu, tidak bolehnya anak keluar rumah sembarangan, serta kewajiban langsung pulang ke rumah selepas sekolah sedikit banyak mempengaruhi kemampuannya bersosialisasi.

 

 

Namun orang tua juga perlu memperhatikan dengan siapa anaknya bergaul. Sebab, pergaulan atau interaksi dengan teman-temannya juga sedikit banyak akan mempengaruhi karakter atau perkembangannya.Bergaul dengan sembarang  teman yang mempunyai karakter atau sifat negatif bisa jadi malah tidak menguntungkan.

 

BACA JUGA: Tips Pendidikan Seks Pada Anak Sekolah

 

Jadi menurut saran saya, Anda tidak perlu berkecil hati dulu melihat anak yang belum bisa bergaul atau berinteraksi dengan teman-temannya. Yang perlu Anda dorong dan tanamkan adalah membangun jiwa mandiri sekaligus memupuknya agar mempunyai mental rasa percaya diri. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

 

 

Nah, terkait dengan cara mendidik anak dan seputar kepengasuhan, Anda dan bapak ibu serta sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “GOLDEN PARENTING “. Dalam buku ini ada tips mendidik anak sesuai yang diajarkan Rasul dan orang-orang shalih lainnya.

 

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

860

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 262 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment