3 Kesabaran Istri Ini Akan Berbalas Surga

 

Oleh: Sasa Esa Agustiana*

 

PERCIKANIMAN.ID – – Menjadi istri shalihah dambaan surga adalah keinginan semua muslimah. Istri adalah seorang wanita yang menjadi pendamping bagi suami yang sebelumnya telah di sahkan dalam sebuah ikatan pernikahan. Keharmonisan rumah tangga juga dambaan suami istri sejak awal menikah hingga akhir hayat.

 

 

 

Namun dalam perjalanan rumah tangga terkadang ada suatu hal yang menguji keimanan dan kesabaran istri, misalnya tentang karakter atau perangai suami yang terkadang membuat dirinya merasa sakit hati atau merasa tidak mendapat hak sepenuhnya sebagai seseorang yang dihidupi dan dilindungi.

 

 

 

Ada beberapa ranah kesabaran bagi seorang istri yang jika dijalani dengan penuh keikhlasan akan berbuah surga. Setidaknya ada tiga hal yang menjadi lahan pahala bagi kesabaran seorang istri.

 

 

  1. Sabar pada suami

 

Dalam kenyataan terkadang suami tidak sebaik atau seshalih seperti sebelum menikah atau diawal pernikahan. Dalam perjalanan rumah tangga bisa saja ada perubahan karakter pada diri seorang suami. Tentu saja istri harus bersabar dan menerima suaminya apa adanya sebab itulah yang menjadi niat awalnya ketika menikah yakni menjadi seseorang yang taat sehingga dapat menjadikan pernikahannya sebagai jalan menuju surga.

 

Ada beberapa kisah seorang istri yang sabar menghadapi suaminya, salah satunya adalah Asiyah yang merupakan istri Fir’aun. Asiyah ada istri yang shalihah namun mempunyai suami yang jahat. Dalam kisahnya Asiyah mendapatkan perlakuan dan siksa bertubi tubi hingga kepalanya pernah dijatuhi sebuah batu yang sangat besar. Hingga akhirnya Asiyah meninggal dunia dan oleh Allah disebut sebagai salah satu wanita mulia yang dijamin surga baginya.

 

 

Dan jika seorang istri bersabar menghadapi keburukan akhlak suaminya, maka Allah akan memberikan kepadanya pahala seperti yang diberikan kepada Aisyah istri Fir’aun”. (HR Muslim).

 

 

Seorang istri yang sabar dalam menghadapinya suaminya akan mendapatkan pahala seperti Asiyah yakni memiliki derajat yang mulia di mata Allah. Keutamaan Asiyah istri Fir’aun bisa menjadi pelajaran dan hikmah.

 

 

  1. Sabar terhadap anak.

 

Keshalihan bukanlah turunan namun atas hidayah Allah dan didikan orangtuanya. Ada kalanya kedua orangtuanya sangat shalih namun anaknya tidak demikian. Contohnya Nabi Nuh yang mempunyai anak yang tidak shalih. Salah satu contoh yang menghadapi titik nadir kesabaran menghadapi kehilangan anak ialah apa yang terjadi kepada Nabi Yaqub,

 

Aduhai duka citaku terhadap Yusuf. Dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan, tetapi dia menahan (amarahnya terhadap anak-anaknya). Mereka berkata (anak-anaknya yang durhaka), ‘Demi Allah, senantiasa kamu mengingat Yusuf, sehingga kamu menderita sakit atau termasuk orang yang binasa.’ Ya’qub menjawab, ‘Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.’” (Q.S. Yusuf : 84-86).

 

Adalah kewajaran sebagai manusia kalau Anda berlinang air mata karena tekanan, tipuan, dan makar, tapi hendaknya bukan karena meratapi nasib. Adukanlah kepada Allah untuk memberikan keadilan, barangsiapa menanam kejahatan tentu akan binasa karena perbuatannya sendiri.

 

 

Dalam kejadian ini, kepasrahan si teraniaya (Yaqub) karena merasa tidak memiliki pilihan lain (idhthirary). Tidak ada jalan lain bagi Yaqub selain menerima keterangan yang diberikan saudara-saudara Yusuf.

 

 

Namun Yakub masih yakin putranya belum meninggal. Ia yakin kalau merekalah yang telah mencelakai Yusuf. Saat itu ia sulit membuktikan. Terbukti sekian tahun kemudian, ia dipertemukan Allah dengan Yusuf kesabarannya mengundang pertolongan-Nya di dunia dan akhirat, hanya tinggal menunggu waktu.

 

 

  1. Sabar terhadap orangtua.

 

Seorang istri terkadang mempunyai kedua orangtua yang baik dan shalih shalihah, namun disisi lain malah mempunyai mertua buruk. Atau sebaliknya, mempunyai mertua yang sangat baik. Kisah Nabi Ibrahim bisa menjadi hikmah. Sikap kekejaman ayah Ibrahim a.s.,

 

 

Berkata bapaknya, ‘Bencikah kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak mau berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama.’” (Q.S. Maryam 19: 46).

 

Doa pengaduan anak (Nabi Ibrahim) terhadap kedurhakaan ayahnya, “Ibrahim berkata, ‘Semoga keselamatan dilimpahan kepadamu, aku akan memintakan ampunan bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku, dan aku menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain dari Allah, dan aku akan berdoa kepada Rabbku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Rabbku.” (Q.S. Maryam 19: 47-48).

 

 

Inilah beberapa bentuk kesabaran seorang istri yang bisa menjadi ladang pahala untuk meraih surga-Nya. Semoga bermanfaat. Wallahu ‘alam bishshawab.

 

 

*Penulis adalah ibu rumah tangga, pegiat dakwah dan penulis buku.

 

sasa esa

5

 

Editor: Iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

980

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 212 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment