Cara Ikhlas Dalam Berbuat, Ini Tipsnya

Assalamu’alaykum, Pak Aam, kadang dalam berbuat atau beramal saya suka merasa ikhlas, namun kadang seperti masih ada yang mengganjal. Bagaimana caranya ikhlas dalam segala hal?. Apakah ada doanya? Mohon nasihatnya. ( Wulan via fb) 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu  dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Masalah ikhlas ini menjadi hal penting dalam setiap amal atau perbuatan. Sebab, salah satu faktor amalan ini diterima atau tertolak adalah karena keikhlasannya.

 

 

Ikhlas adalah amalan hati dan hanya dirinya dan Allah saja yang tahu, bahkan terkadang dirinya sendiri tidak menyadari kalau dalam beramal sebenarnya tidak ikhlas. Sebenarnya yang namanya ikhlas itu fluktuatif. Dalam Alquran dijelaskan,

 

 

“wamaa umiruu illaa liya’buduu allaaha mukhlishiina lahu alddiina hunafaa-a wayuqiimuu alshshalaata wayu/tuu alzzakaata wadzaalika diinu alqayyimati” 

 

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”. (QS. Al-Bayyinah: 5)

 

 

Tapi memang yang namanya ikhlas itu gampang diucapkan mudah dibahas. Namun sulit untuk dilakukan atau diwujudkan jika tidak ada latihan. Karena memang yang namanya ikhlas itu fluktuatif. Orang yang ikhlas itu adalah orang yang selalu meyakini berbuat apapun pasti Allah itu menilai, mencatat dan membalasnya.

 

 

Jadi ikhlas inti sederhana saja, bahwa sekecil apa pun yang kita lakukan Allah akan membalasnya dan mencatatnya. Tidak ada yang lolos dari catatan Allah. Semua amal kita pasti akan mendapat balasannya, baik sengaja atau tidak sengaja, sadar atau tidak sadar.

 

 

“faman ya’mal mitsqaala dzarratin khayran yarahu” 

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Al-Zalzalah: 7)

 

 

 

Baca Juga: Bagaimana Mengukur Ikhlas Tidaknya Sebuah Amal Perbuatan?

 

 

Salah satu cara agar kita ikhlas dalam beramal atau berbuat adalah hanya mengharap ridho dan balasan Allah. Jangan pernah berharap mendapat pujian atau sanjungan dari manusia sehingga pujian tidak membuat dia tidak membuat dia sombong dan lupa diri, dan kesusahan tidak membuat dia putus asa.

 

 

Demikian juga jika ada kritikan atau cacian dari orang lain sekali pun tidak membuat ia putus asa atau marah, atau berkecil hati. Sebab, pada hakikatnya semua ada ujian dari Allah, hanya bagaimana kita mensikapinya.

 

 

 

Dipuji Alhamdulillah, tidak dihargai tidak masalah. Anda yakin akan mendapat penghargaan dari Allah SWT. Contohnya, ibu-ibu atau Anda berjuang nyiapin sarapan untuk anak dan suami. Tetapi satu patah katapun suami gak pernah bilang “terima kasih, padahal sudah 12 tahun berumah tangga belum pernah diucap kata itu.

 

 

Tapi karena Anda hanya ingin mendapat pahala dari Allah, nah itu namanya ikhlas. Kecuali ketika Anda itu curhat ke teman Anda misalnya “ih akumah ya mau ngapa-ngapain juga gak pernah uh dipuji sama suami aku.” Nah yang seperti itu akan mengurangi rasa keikhlasan Anda.

 

 

Jadi intinya ketika ibu berusaha melakukan yang terbaik, dan ibu tetap semangat sekalipun tidak ada penghargaan, ibu adalah orang yang ikhlas. Tapi ketika Anda mengumbar-umbar apa yang Anda usahakan, itu tidak ikhlas.

 

 

Dalam hidup ini ada saatnya dimana kita memang hanya mengharap ridha dari Allah SWT. Dan Allah itu tidak akan salah memberi angka, memberi nilai pada hamba-Nya. Jadi kita tidak usah mengharapkan balasan dari manusia, karena kita yakin Allah Maha Melihat dan akan membalas apa yang kita kerjakan lebih baik dari yang kita bayangkan.

 

 

Tentu yang namanya ikhlas harus ada pembiasaan atau latihan. Lakukan terus menerus sambil berusaha menata hati maka insya Allah akan terbiasa dengan ikhlas. Jangan terpengaruh apa pun yang dibicarakan atau dinilai orang lain. Berharaplah hanya Allah yang akan membalasnya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab.   [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi Foto: pixabay

980

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 272 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment