Tanah Hibah Kena Ganti Rugi Proyek, Begini Cara Menggunakan Uangnya

Assalamu’alaykum. Pak Aam, kakak saya menghibahkan sebidang tanah untuk pemakaman keluarga, nah pemakaman tersebut rencananya akan terpakai untuk pembuatan jalan tol, dan uang penggantiannya 3x lipat dari harga biasanya. Uang hasil penggantiannya tersebut hukumnya bagaimana? Berarti tanah yang dihibahkan itu kembali berbentuk uang kepada kakak saya. Bagaimana seharusnya mempergunakan uang tersebut? Mohon pencerahannya (Doni via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww.  Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Prinsipnya kembali kepada niat awal. Innamal a’malu binniat. Setiap amal itu tergantung kepada niat. Kakak Anda sudah meniatkan, sudah mengijabkan, menyatakan bahwa ada sebidang tanah untuk kuburan keluarga, ternyata ada pembuatan jalan tol, dan diganti 3x lipat.

 

 

Pertanyaan anda itu uangnya bagaimana? Ya tentu saja itu uangnya atau uang ganti rugi tanah yang telah diwakafkan tersebut bisa di alihkan ke tempat lain sesuai dengan niat awal. Kalau niat awal untuk kuburan keluarga ya konsisten dengan niat itu.

 

 

Seringkali kita tergoda waduh ternyata gede ya uangnya. Ini harus hati-hati jangan sampai ada godaan untuk berubah niat, ingat bahwa ternyata Anda beli di tempat lain, lebih murah dari itu tentu saja itu milik Anda. Misalnya anda mengwakafkan yang menghibahkan untuk keluarga besar 300m untuk kuburan, ternyata kena jalan tol. Nah anda dapet uang, nah itu inget uang untuk diniatkan untuk di hibahkan sebenarnya.

 

 

Walaupun sekarang dalam bentuk uang dan tadinya tanah. Anda cari tanah lainnya bahwa kebetulan dengan harga segitu jadi 500m ya alhamdulillah. Tapi ternyata boleh jadi dengan uang segitu,hanya jadi 200m, ya tidak apa-apa. Yang penting Anda sudah pindahkan hibah, niat berbuat baik itu ke tempat lain memindahkan itu tidak mengurangi pahala yang kita terima.

 

 

Ada beberapa jamaah yang mewakafkan rumah ke yayasan Tapikan kalau rumah itu menjadi nanggung. Ada itu di buat madrasah, namun tidak sesuai kebutuhan. Madrasah itu butuh lebih luas. Masjid apalagi baiknya ada. Akhirnya kita minta kesepakatan dari yang mewakafkan, Bagaima kalau rumahnya dijual kemudian uang itu dibelikan tanah atau rumah di lain tempat ?. Jika setuju tentu tidak jadi masalah dan insya Allah pahalanya tetap.

 

 

Jadi kita ada program seperti itu, mewakafkan rumah atau tanah  jual nah uangnya itu sepeserpun tidak dipakai lagi oleh orang yang sudah menghibahkan maupun pihak yayasan. Misalnya laku Rp. 200 juta, langsung di pindahkan atau dikumpulkan di satu tempat. Atau kita gunakan itu menjadi masjid. Itu tidak apa-apa atau boleh saja.

 

 

Jadi, penjelsannya adalah karena kakak Anda sudah meniatkan itu untuk kepentingan umum, walaupun sudah terjual 3x lipat. Nah ini godaan. Pindahkan lagi di tempat lain yang sesuai dengan niat kita. Apakah menjdai kuburan lagi atau susah ni cari tanah kuburan, karena gak semua orang bisa dan semua orang menijinkan yang niatnya tanah kuburan itu dibelikan lahan untuk memperluas masjid, untuk memperluas madrasah tentu itu tidak ada masalah.

 

 

Apa yang kakak Anda lakukan adalah sebuah amal jariyah yang insya Allah pahalanya akan terus mengalir, karena masih ada dalam koridor berjihad di jalan Allah Swt. Dengan memberikan atau menghibahkan tanah untuk kepentingan umum tersebut maka kebaikan akan terus ada. Dalam surah Ash-Shaff ayat 10 -12 firman Allah,

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ. تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ. يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

 

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di surga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS. Ash-Shaff: 10-12).

 

Jadi luruskan dan mantafkan niat dan teruskan niat baik Anda meski tanah tersebut akan mendapat ganti rugi yang lebih besar. Kita harus yakin bahwa pahala di sisi Allah pasti lebih banyak dan lebih besar dari sekedar kebaikan di dunia ini. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

785

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 98 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment