Hukum Bacaan Bismillah Dalam Shalat Berjamaah, Harus Keras atau Tidak ?

Muslim Brazil

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz, mohon maaf  mau bertanya. Saya baru pindah rumah yang kalau shalat berjamaah di masjid imam tidak membaca bismillah dalam surat Al Fatihah. Sementara di tempat saya yang dulu bacaan bismillah nya biasa dikeraskan. Bagaimana hukumnya shalat dengan bacaan bismillah tidak dikeraskan?. Apakah shalatnya sah? Kadang saya jadi ragu shalat di masjid tersebut. Mohon penjelasannya. ( Pur via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Dalam ibadah shalat semua ulama khususnya ulama fikih sepakat bahwa membaca surat Al Fatihah dalam setiap rakaatnya adalah wajib. Dengan demikian tidak sah shalatnya jika tidak membaca Al Fatihah.

 

 

Hal ini secara jelas disebutkan dalam hadits Rasul dalam bab shalat. Dimana Rasul bersabda bahwa tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca Al Fatihah,

 

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

 

Tidak ada shalat ( tidak sah) bagi orang yang tidak membaca Faatihatul Kitaab (Al Fatihah) ” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

 

Dengan demikian bahwa dalam shalat maka harus membaca Al Fatihah. Lalu apakah bismillahirrahmanirrahim bagian dari ayat dalam surat Al Fatihah?.

 

 

Terkait hal ini memang ada beberapa ulama yang berpendapat bahwa bismillah bukan bagian dari ayat dalam surat Al Fatihah. Namun sebagian besar ulama berpendapat bahwa bismillah adalah bagian dari ayat dalam surat Al Fatihah.

 

 

Secara pribadi saya sepakat bahwa bismillah adalah bagian dari surat Al Fatihah. Dalil bahwa basmalah  atau bismillah adalah bagian dari Al Fatihah, yaitu hadits,

 

إِذَا قَرَأْتُمِ : الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاقْرَءُوا : بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ إِنَّهَا أُمُّ الْقُرْآنِ , وَأُمُّ الْكِتَابِ , وَالسَّبْعُ الْمَثَانِي , وَبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ إِحْدَاهَا

 

Jika kalian membaca Alhamdulillahi rabbil’aalamiin maka bacalah bismillahir rahmanir rahim, karena ia adalah ummul qur’an, ummul kitab dan 7 rangkaian ayat, dan bismillahir rahmanir rahim salah satunya” (HR. Baihaqi, hadits ini dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’).

 

 

Hadits ini secara shahih menyatakan bahwa basmalah atau bacaan bismillahirrahmanirrahim  merupakan bagian dari ayat dalam surat Al Fatihah, dan inilah pendapat yang menurut  saya lebih rajih.

 

 

Kemudian bagaimana hukumnya bacaan imam dalam shalat berjamaah, apakah harus dikeraskan (jahr) atau disamarkan (sirr) atau dipelankan atau lirih sehingga tidak terdengar makmum?.  Terkait ini ada dua pendapat.

 

Pertama, bacaan Bismillah boleh dikeraskan.

 

Seorang imam shalat khususnya dalam shalat-shalat yang bacaannya di keraskan seperti shalat  Subuh, Maghrib dan Isya maka bacaan basmallah nya boleh dikeraskan atau bisa didengar oleh makmumnya. Hal ini berdasarkan hadits Rasul,

 

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ  قَالَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَجْهَرُ بِالْبَسْمَلَةِ

 

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw (selalu) mengeraskan suaranya ketika membaca basmalah dalam shalatnya. (HR Bukhari)

 

Inilah dalil atau dasar bahwa seorang imam harus mengeraskan bacaan basmallah nya ketika ia memimpin shalat berjamaah saat membaca surat Al Fatihah.

 

 

Kedua, bacaan Bismillah boleh disamarkan (sirr) atau dibaca lirih.

 

Pendapat ini membolehkan seorang imam dalam membaca basmallah dalam surat Al Fatihah atau surat-surat yang lain dengan mengaluskan atau lirih hingga tidak terdengar makmum. Pendapat ini berdasarkan  dalam hadits shahih dimana dari Anas bin Malik ra, beliau berkata:

 

أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ وأبا بكرٍ وعمرَ رضي اللهُ عنهما ، كانوا يفتتحونَ الصلاةَ : بالْحَمْدِ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

 

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, Abu Bakar, Umar, mereka membuka shalat dengan Alhamdulillahi rabbil ‘alamin” (HR. Al Bukhari ).

 

 

Kemudian dalam hadits yang lain, Rasul juga tidak mengeraskan bacaan basmallah nya,

 

صلَّيْتُ مع رسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، وأبي بكرٍ ، وعمرَ ، وعثمانَ ، فلم أَسْمَعْ أحدًا منهم يقرأُ بسمِ اللهِ الرحمنِ الرحيمِ

 

 

Aku ( Anas)  shalat bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman dan aku tidak mendengar mereka membaca bismillahir rahmanir rahim” (HR. Muslim)

 

 

BACA JUGA: Cara Shalat Bagi Yang Sulit Dapat Masjid

 

 

Jadi bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian, dapat kita pahami bahwa seorang imam khususnya dalam shalat-shalat yang bacaannya di keraskan (jahr) seperti Subuh,Maghrib dan Isya boleh mengeraskan bacaan bismillah nya juga boleh tidak mengeraskan (sirr) bacaan bismillah nya baik saat membaca surat Al Fatihah maupun surat-surat yang lain.

 

 

Lalu bagaimana jika bermakmum dengan imam yang tidak mengeraskan bacaan bismillah nya, padahal ia terbiasa dengan bacaan bismillah yang dikeraskan? . Shalatnya tetap sah dan Anda tidak perlu ragu apalagi sampai harus mengulang shalat.

 

 

Saya yakin bahwa imam membaca bismillah, hanya tidak dikeraskan. Jadi Anda tetap boleh shalat berjamaah dengan mereka. Saya kira permasalahan demikian tidak perlu dibesarkan dan menjadi bahan terpecahnya jamaah, antara yang setuju dikeraskan dan yang tidak setuju. Sebab, semuanya mempunyai dalil yang shahih. Yang terpenting imam wajib membaca surat Al Fatihah.

 

 

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Nah, terkait pembahasan bab shalat ini lebih detail berikut dalilnya, Anda, bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU?“. Didalamnya ada pembahasan bab praktik shalat berikut contoh-contohnya. Wallahu’alam bishawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

860

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 505 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment