Ciri Orang Yang Mendapat Hidayah, Begini Cara Menjaganya

 

 

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz, sebenarnya hidayah itu diberikan kepada kita atau kita harus mencari atau berikhtiar ? Bagaimana tanda orang yang dapat hidayah? Mohon penjelasannya ( Revi via fb )

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Sesungguhnya yang paling berharga di dunia ini dan akhirat nantinya adalah hidayah Allah. Sebab, dengan hidayah seseorang bisa hidup bahagia baik di dunia maupun diakhirat kelak. Hidayah itu hanyalah milik Allah, sebab hanya Dia yang dapat memberikan atau mencabutnya. Dalam Alquran ditegaskan,

 

 

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki”.  ( QS. Al Qashash: 56)

 

 

Jadi hidayah itu milik prerogative atau hak mutlak Allah kepada hamba-Nya yang dihendaki. Coba kita perhatikan dalam surat Al-Maidah ayat 16 karena jawabannya ada di ayat ini.

 

 

Dengan Kitab itu, Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridhoan-Nya ke jalan keselamatan dan mengeluarkan orang itu dari gelap gulita pada cahaya dengan izin-Nya serta menunjukkannya ke jalan yang lurus”.

 

 

Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan’ dari kalimat ini bisa dilihat bahwa seseorang harus mencari atau berikhtiar untuk mendapatkan hidayah. Dengan cara seperti apa?. Ada banyak untuk mendapat hidayah ini. Seperti membaca Alquran, mendengar nasihat, ceramah atau pengajian dan sebagainya.

 

 

Orang yang datang ke pengajian dan mendengarkan ceramah adalah bukti Anda sedang ikhtiar untuk mendapat dan menguatkan hidayah yang telah Allah berikan, kerena ini sebenarnya adalah pilihan, Anda datang ke pengajian atau ke mall.

 

 

Anda mendengarkan ceramah atau mendengarkan  musik atau lagu-lagu. Ini adalah pilihan. Namun orang yang datang ke pengajian kemudian dapat ilmu atau pengetahuan dan dari pengetahuan tersebut Anda makin mantap keimanan lalu mengamalkannya maka ini adalah ikhtiar dalam rangka menjemput hidayah.

 

 

Terdapat beberapa pilihan untuk tidak mendengarkan ceramah namun Anda memilih mendengarkan ceramah, inilah yang dimaksud ikhtiar, mencari petunjuk untuk menuju keselamatan. Sehingga hidayah itu akan diberikan kepada orang yang mencari keridhoan-Nya dan jalan keselamatan. Kemudian apabilah hidayah itu sudah dicari maka Allah akan bebaskan orang tersebut dari kegelapan menuju cahaya.

 

 

Lalu bagaimana cara mempertahkan hidayah? Salah satunya dengan terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta berdoa. Dalam hadits Qudsi yang shahih, Allah  berfirman: “Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua tersesat kecuali orang yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku niscaya Aku akan berikan petunjuk kepada kalian”. (HR. Muslim)

 

Kemudian dalam haditsnya Rasul Shallallahu’alaihi Wasallam juga mengajarkan doa kepada kita,

 

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى، وَالْعِفَّةَ وَالْغِنَى

 

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, penjagaan diri (dari segala keburukan) dan kekayaan hati (selalu merasa cukup dengan pemberian-Mu)”  (HR. Muslim)

 

 

Lalu apa saja tanda atau ciri orang yang mendapat hidayah? Menurut para ulama ada beberapa indikasi atau tanda seorang telah mendapat hidayah.

 

 

Pertama, ia merasakan mudah atau tidak berat melaksanakan kewajiban (ketaatan) kepada Allah dan menjauhi larangan-Nya. Orang yang mendapat hidayah tidak berat melaksanakan  shalat termasuk shalat sunnah seperti Tahajud, Dhuha, puasa sunnah dan sebagainya. Baginya mengerjakaan amal shalih adalah kebutuhan dan kenikmatan saja.

 

 

Kedua, kalau mendengar nama Allah disebut cintanya kepada Allah bertambah, hatinya bergetar.   Dalam Alquran disebutkan, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah bergetar hati mereka. dan apabila dibacakan ayat-ayatnya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya, dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.” (QS Al-Anfal: 2)

 

 

Ketiga, senantiasa istiqamah/ konsisten. Artinya berpegang teguh pada nilai-nilai keimanan yang dimiliki. “Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS Ali ‘Imran: 101)

 

 

Keempat, rajin dan sungguh-sungguhn menghadiri majelis-majelis ilmu, guna menambah perbendaharaan keilmuan dan keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya. “Allah akan meninggikan beberapa derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan (ilmu) beberapa derajat.” (QS Al Mujadalah: 11)

 

 

Ini adalah salah satu ciri orang-orang yang mendapat hidayah. Intinya kalau hidayah itu sudah diberikan Allah maka kewajiban kita adalah mempertahankan sampai akhir hayat kita. Sebab, hidayah itu bisa hilang. Contohnya orang-orang yang pindah agama atau murtad dan sebagainya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

(Visited 1,055 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment