Sibuk Kerja, Begini Cara Tetap Bisa Berbakti Pada Orangtua

orang tua

 

 

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya mempunyai pekerjaan yang lumayan menyita waktu bahkan waktu untuk keluarga juga sangat minim. Saya juga masih mempunyai orangtua yakni ibu yang beda rumah dan lokasi sementara ayah sudah meningga. Saya merasa belum berbuat baik kepada mereka. Bagaimana cara terbaik berbakti kepada oarang tua yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dengan kondisi saya yang sibuk sekarang ini ?. Apakah mencukupi kebutuhannya dan doa sudah cukup? Mohon nasihatnya dan terima kasih ( Robby via fb )

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Tentu sebagai orangtua ingin anak-anak sukses dalam hidupnya. Salah satunya ia bisa bekerja dan mandiri. Namun demikian semua orangtua juga ingin anak-anaknya menjadi anak yang shalih dan shalihah dan bisa berbakti kepada orangtua.

 

 

Cara berbakti kepada orangtua tidak hanya ketika mereka masih hidup, tetapi walaupun mereka sudah meninggal kita sebagai anak masih harus terus dan bisa berbakti kepada orangtua sampai akhir hayat kita. Bagaimana caranya? Hal ini bisa Anda lakukan,

 

 

  1. Mendoakan

 

Ini tentu bukan pekerjaan berat dan memerlukan biaya. Berdoa atau mendoakan orang yang sudah meningga adalah salah satu cara berbakti kepada orangtua. Hal ini senada dengan hadits Rasulullah Saw,

 

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang shalih.” (HR. Muslim)

 

Dari hadits di atas jelas disebutkan bahwa salah satu dari tiga perkara yang tidak putus adalah doa anak shalih”. Itu artinya kita masih bisa berdo’a untuk kebaikan orang tua kita.

 

  1. Melunasi hutang-hutangnya

 

Mungkin selama hidupnya almarhum orangtua kita mempunyai hutang kepada orang lain. Maka kewajiban dan salah satu bentuk berbakti seorang anak adalah dengan melunasi hutang-hutang tersebut. Hal ini sesuai dengan hadits Rasul,

 

Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Ruh seorang yang beriman tergantung dengan hutangnya, sampai dilunasi hutangnya”. (HR. Tirmidzi )

 

 

  1. Memenuhi nadzar, kafarat, wasiat, dan janji yang belum terpenuhi.

 

 

Mungkin selama hidupnya almarhum pernah berjanji atau bernadzar dan sebagainya. Selama kita mampu dan sanggup, maka kita harus memenuhinya. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah Saw yang berbunyi,

 

Dari Ibnu Abbas, sesungguhnya seorang wanita dari Juhainah datang kepada Nabi Saw, lalu dia berkata, “Sesungguhnya ibu saya telah bernazar melakukan haji, dia meninggal sebelum melaksanakan nadzar hajinya. Apakah boleh melakukan haji menggantikannya?” Nabi menjawab, “Lakukan haji untuknya”. (HR. Bukhari)

 

 

 

  1. Tetap menjaga silaturahmi dan menghormati kerabat orangtua.

 

 

Salah satu cara lain untuk berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal adalah menjaga silaturahmi dengan keluarga, kerabat, dan sahabat (teman) keduanya serta menghormati mereka semua. Dalam hadits Rasul bersabda,

 

Sesungguhnya suatu hal yang paling berbakti ialah silaturahim seorang anak kepada kerabat yang mencintai ayahnya”. (HR. Muslim)

 

Kemudian dalam hadits yang lain Rasul juga bersabda, “Sesungguhnya Ibu dari Sa’ad bin Ubadah radliyallahu ‘anhu meninggal dunia, sedangkan Sa’ad pada saat itu tidak berada di sampingnya. Kemudian Sa’ad mengatakan, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal sedangkan aku pada saat itu tidak berasa di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Iya, bermanfaat”. Kemudian Sa’ad mengatakan kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, “Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya”. (HR. Bukhari)

 

  1. Menjadi anak yang shalih

 

 

Tetap dan berusaha menjadi anak yang shalih adalah salah satu cara berbakti kepada orangtua baik ketika masih hidup maupun telah meninggal. Sebab hanya anak-anak yang shalih dan shalihah saja yang dapat menjalan poin-poin tentang berbakti kepada orangtua tersebut.

 

 

Kemudian bagaimana cara berbakti kepada oarang tua yang masih hidup?. Tentu secara prinsip tidak jauh berbeda. Namun ada hal-hal bisa dilakukan untuk berbakti kepada orangtua yang masih hidup ini. Sebab, secara wujud masih dapat kita lihat atau rasakan. Caranya antara lain,

 

  1. Merawatnya

 

Ini kita lakukan khususnya ketika orangtua sudah tua atau sangat sepuh. Secara fisik sudah tidak bisa lagi mengerjakan termasuk sekedar memenuhi kebutuhannya sendiri. Rasul Saw bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh beberapa sahabat yaitu dari Abu Hurairah,

 

 

Celaka, sekali lagi celaka, dan sekali lagi celaka orang yang mendapatkan kedua orang tuanya berusia lanjut, salah satunya atau keduanya, tetapi (dengan itu) dia tidak masuk syurga” (HR. Muslim dan Ahmad)

 

 

Ketika orangtua masih hidup jadikanlah orangtua menjadi pintu surga. Caranya yakni dengan merawatnya, mendoakan dan juga membantunya dalam ibadahnya.

 

 

 

  1. Berbicara dengan lemah lembut

 

Biasanya orangtua itu sangat perasa dan kadang mudah tersinggung, salah satunya dengan kata-kata. Untuk itu hendaknya seorang anak jika berbicara atau berkata kepada orantua tetap harus lemah lembut dan sopan. Meski terkadang perkataan orangtua suka mengenakan kita maka jangan dibalas dengan kata-kata kasar apalagi marah-marah. Dalam Alquran Allah berfirman,

 

“….. maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. “. (QS. Al-Isra’: 23).

 

 

  1. Menyediakan makanan

 

Jika orangtua tidak serumah apalagi sudah tua maka sesekali boleh seorang anak membuat makanan atau memasak untuk orangtuanya. Sepantasnya disediakan untuk mereka makanan dan minuman yang terbaik dan boleh mendahulukan orangtua daripada dirinya, anaknya, dan isterinya. Atau boleh juga sesekali kita ajak makan bersama. Hal ini bisa membuat orangtua bahagia.

 

  1. Meringankan bebannya dan tidak membebani.

 

 

Sering kali ada orangtua yang justru diminta untuk mengasuh cucunya. Kemudian anaknya bekerja seharian dan hanya menjemputnya saat pulang kerja. Tentu tidak ada orangtua yang menolak untuk bermain bersama cucu-cucunya.

 

Namun alangkah baiknya, lihat dulu kondisi orangtua. Jangan bebani orangtua yang sebenarnya itu kewajiban kita mengasuh anak-anak itu. Tidak sepantasnya orangtua yang sudah sepuh, atau mengurus dan membawa badannya sendiri saja sudah kepayahan kemudian masih harus mengurus cucu.

 

Tentu saja sesekali boleh kita menitipkan anak kepada mereka. Ini juga bisa mengobati kerinduan mereka pada cucunya. Atat sesekali kita main ke rumahnya atau kita jemput ke rumah kita untuk kumpul bersama.

 

 

BACA JUGA: Berbakti Pada Orangtua Yang Sudah Meninggal

 

 

Tentu masih banyak cara berbuat baik atau berbakti kepada orangtua baik yang masih hidup atau pun yang sudah meninggal dunia. Intinya sesibuk apa pun kita bekerja atau mengurus keluarga, tetap jangan lupakan untuk bisa berbuat baik dan berbakti kepada orangtua. Tentu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

 

Nah, bagi Anda atau mojang bujang dan sahabat-sahabat sekalian yang ingin tahu cara berbakti kepada orangtua khususnya ibu, silakan baca saya yang berjudul “MULIAKAN IBUMU“. Didalamnya ada beberapa contoh cara berbakti berikut dalilnya. Insya Allah buku ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi baik bagi anak maupun para orangtua. Wallahu’alam bishawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

890

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

(Visited 315 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment