Puasa Tasu’a dan Asyura, Kapan Dilakukan ?

 

Assalamu’alaykum. Pak ustadz, maaf mau bertanya. Saya sering mendengar  tentang puasa  Tasu’a. Mohon dijelaskan apa itu puasa Tasu’a? Kapan dilaksanakan?  Apakah puasa ini juga dianjurkan. Hatur nuhun. ( Deden via email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Istilah Tasu’a yang dimaksud adalah tanggal 9 Muharram. Disebut demikian, ini diambil dari dari kata tis’ah [Arab: تسعة] yang artinya sembilan.

 

 

Jadi yang dimaksud dengan Tasu’a ada tanggal 9 Muharram. Tanggal  ini kita dianjurkan atau disunnahkan untuk melakukan puasa. Hal ini untuk mengiringi puasa Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram atau keesokan harinya.  Menurut para ulama ini agar puasa kita tidak menyamai puasa yang dilakukan orang-orang Yahudi, yaitu pada tanggal 10 Muharram saja.

 

 

Hal ini berdasarkan keterangan dari Ibnu Abbas ra, bahwa ketika Rasulullah Saw melaksanakan puasa Asyura dan beliau perintahkan para sahabat untuk melakukan puasa di hari itu, ada beberapa sahabat yang melaporkan atau menyampaikan:

 

‎يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى

 

Wahai Rasulullah, sesungguhnya tanggal 10 Muharram itu, hari yang diagungkan orang Yahudi dan Nasrani.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

‎فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

 

Jika datang tahun depan, insyaaAllah kita akan puasa tanggal 9 (Muharram).”

 

Ibnu Abbas melanjutkan, “Namun belum sampai menjumpai Muharam tahun depan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah wafat.” (HR. Muslim 1916).

 

Menurut ulama hadits dari riwayat tersebut maka puasa Tasu’a atau 9 Muharram ini disunnahkan bahkan sangat dianjurkan. Ada beberapa hikmah atau pelajaran yang dapat kita ambil

  1. Tujuan Rasulullah Saw yang ingin melaksanakan puasa Tasu’a adalah untuk menunjukkan sikap yang berbeda dengan ritual orang Yahudi maupun Nasrani yang hanya berpuasa di tanggal 10 Muharram saja.

 

  1. Meskipun Rasul belum sempat melaksanakan puasa Tasu’a karena wafat. Namun hal itu sudah beliau rencanakan atau niatkan sehingga sebagian ulama menyebutkan bahwa ibadah semacam ini dengan istilah sunah hammiyah (sunah yang baru dicita-citakan, namun belum terealisasikan sampai beliau meninggal). Jadi hukumnya boleh dilakukan.

 

 

  1. Fungsi puasa Tasu’a yakni puasa di tanggal 9 Muharram  adalah untuk mengiringi puasa Asyuro yakni tanggal 10 Muharram sehingga para ulama menganggap kurang afdhol jika kita hanya berpuasa Tasu’a saja. Tapi harus diikuti dengan puasa Asyuro di tanggal 10 keesokan harinya.

 

Kemudian kita juga bisa melihat dalam Fatwa Islam (no. 21785) dinyatakan:

 

‎قال الشافعي وأصحابه وأحمد وإسحاق وآخرون : يستحب صوم التاسع والعاشر جميعا ; لأن النبي صلى الله عليه وسلم صام العاشر , ونوى صيام التاسع .

 

Dimana Imam As-Syafii dan pengikut madzhab Syafii, lalu  Imam Ahmad, dan juga ulama lainnya mengatakan bahwa sangat dianjurkan untuk puasa di hari kesembilan dan kesepuluh (9 dan 10 Muharam) secara berurutan. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaksanakan puasa di tanggal 10 dan beliau telah meniatkan puasa tanggal 9 (Muharram).

 

Lalu penjelasan lainnya juga disampaikan Imam An-Nawawi yang mengumpulkan beberapa penjelasan tentang hikmah dianjurkannya puasa tasu’a. Beliau menyampaikan bahwa para ulama dikalangan madzhab kami dan madzhab lainnya menyebutkan beberapa hikmah dianjurkannya puasa Tasu’a.

 

 

Tujuan puasa Tasu’a ini adalah menyelisihi orang yang Yahudi, yang hanya melaksanakan puasa di tanggal 10 Muharram saja. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ibnu Abbas ra tadi bahwa tujuan puasa Tasu’a adalah untuk mengiringi puasa hari Asyuro dengan puasa di hari sebelumnya.

 

Jadi puasanya di bulan Muharram ini tanggal 9 nya untuk puasa Tasu’a dan tanggal 10 nya puasa Asyuro.

 

Lalu kapan pelaksanaannya? Seperti telah disebutkan tadi bahwa puasa Tasu’a adalah tanggal 9 Muharram maka sesuai dengan penanggalan kalender Indonesia insya Allah akan jatuh pada hari Rabu besok ini. Kemudian hari Kamis nya atau 10 Muharram  kita  disunnahkan untuk puasa Asyuro.  Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

5

Editor: iman

Ilustrasi foto: ndri

870

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email:  [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Follow juga akun sosial media percikan iman di:

Instagram : @percikanimanonline

Fanspages : Percikan Iman Online

Youtube : Percikan Iman Online

Twitter: percikan_iman

 

 

(Visited 3,317 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment